WRECK

Gambar

Title                 : Wreck

Scriptwriter      : mama1909

Main cast         : Park Chanyeol (EXO) , Xiumin (EXO), Bae Suzy (Miss A), Jung Krystal (F(X))

Genre               : Romance, Sad, Angst

Duration          : Vignette

Rating              : PG-15

Summary

Kenangan masa lalu berputar bagai sebuah film dan membawa luka lama. Wajah, senyum dan kebiasann yeoja itu terus memenuhi pikiran dan hatinya. Permainan pianonya selalu menemani disaat-saat terpenting mereka. Piano hitam ditengah-tengah warna putih yg mendominasi ruangan itu menyaksikan semuanya….

^.^…HAPPY READING…^.^

 

Seorang namja tengah menarikan jari-jari manisnya diatas tust piano hitam kesayangannya, alunan musik sendu memenuhi ruangan yg didominasi warna putih itu. Park Chanyeol, namja itu akrab dipanggil Chanyeol. Ia memainkan sebuah lagu yg sangat memilukan untuk didengar orang lain, tapi tidak untuk pendengarnya. Memorinya berputar ke masa lalu, seperti sebuah film yg rusak. Ulasan-ulasan masa-masa itu kembali menghantuinya, semua seakan nyata bagi penghelihatannya.

“oppa, mainkan lagu kesukaanku ne?” yeoja itu memeluk Chanyeol dari belakang dan bergelayut manja. Chanyeol menoleh dan tersenyum, ia memulai menekan tuts piano hitam dihadapannya dan yeoja itu mulai menyanyi mengikuti alunan lagu kesukaanya.

Chanyeol menghentikan permainnya dan menyandarkan kepalanya. Perlahan butiran bening keluar dari kelopak matanya, ia tak kuasa menahan kerinduannya yg terangat sangat pada yeoja yg selalu memenuhi pikirannya.

yeoja itu duduk di pinggir jendela dan menikmati angin yg meniup wajahnya, rambut panjangnya bertebaran membuatnya terlihat semakin cantik. Chanyeol menutup jendela. Yeoja itu menoleh dan mngerucutkan bibirnya “changiya, kenapa kau tutup jendelanya”.  Chanyeol duduk didepan kekasihnya itu  dan membelai rambut panjangnya mencoba merapikan “ini sudah malam. Angin malam terlalu dingin changiya” Chanyeol tersenyum lembut.  Yeoja itu membalas senyuman Chanyeol “aku suka angin malam”. Chanyeol mengerutkan dahinya “tapi aku tak suka wajahmu menjadi dingin karena angin malam”. Yeoja itu memeluk Chanyeol “kau terlalu khawatir” ujarnya seraya terkekeh kecil. Chanyeol membalas pelukan itu dan mengelus puncak kepala yeojachingunya.

Chanyeol mengalihkan pandangannya dari jendela yg dulu sering ia duduki, perlahan namja itu melangkahkan kakinya membuka pintu sebuah lemari kecil yg berisikan buku-buku. Ia membaca satu persatu judul buku dihadapannya lalu menarik sebuah buku berwarna merah tua dari tempatnya. Satu lembar ia membuka sampulnya tertulisakan namanya nama yeojachingunya dengan tulisan yg cukup besar. Chanyeol terpaku pada sebuah foto dan menatapnya lama, lama sekali.

“oppa, cherss” pinta yeoja itu seraya memegang kamera, Chanyeol yg sedang memainkan piano kesayangannya menoleh dan tersenyum pada kekasihnya. Cklek. Satu foto didapatkan yeoja itu, ia tersenyum puas dengan hasil potretannya. Chanyeol menghampiri dan memeluk yeojachingunya dari belakang. “kau dapat foto bagus?” tanya Chanyeol, kepalanya menyandar pada pundak sebelah kiri yeoja itu dan kedua tangan Chanyeol melingkar manis pada pinggangnya. “ne oppa. Lihat ini kau sangat tampan” yeoja itu menunjukkan foto Chanyeol yg sedang menikmati permainannya sendiri. “ayo kita foto bersama changiya” pinta Chanyeol seraya mengambil kamera dari tangan kekasihnya. Yeoja itu menganguk dan membuat tanda V dengan tangan kananya.

Chanyeol menutup album fotonya dengan kasar, dilemparkannya buku itu hingga mengenai salah satu kaki piano kesayangannya. Ia mengacak rambutnya frustasi. Chanyeol memukul-mukul dadanya yg sesak, dihirupnya oksigen dalam ruangan itu dalam-dalam dan mengehembuskannya kasar. Ingatannya berputar kembali.

Chanyeol memakaikan sebuah kalung emas putih dengan huruf S sebagi liontinnya. Yeoja itu tersenyum senang dan meraba kalung yg sudah bertenger manis dilehernya. Chanyeol mengambil posisi duduk disebelah yeojachingunya “kau suka?” tanya Chanyeol. Yeoja itu menganguk cepat “sangat, sangat suka. Gomawo oppa” yeoja itu memeluk Chanyeol, Chanyeol membalas pelukannya dan memperdalam pelukan mereka. Yeoja itu mengendorkan pelukannya dan mengecup bibir Chanyeol cepat. Chanyeol tersenyum melihat tindakan tiba-tiba dari yeojachingunya, didekatkan wajahnya perlahan. Kini yeoja itu bisa merasakan hembusan nafas Chanyeol. Cupp. Chanyeol mengecup lama bibir yeoja itu dan melumatnya lembut, perlahan yeoja itu memejamkan matanya dan menikmati ciumannya.

Sekali lagi Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar, ia memegang sebuah kalung berliontinkan huruf S. Diamatinya kalung yg sudah dingin karena terlalu lama disimpan. Kini emosi terpancar jelas dimata Chanyeol lalu berganti dengan raut sedih dan kecewa. Ditariknya kuat-kuat hingga kalung itu hingga putus. Ia mengehempaskan tubuhnya kebelakang dan bersandar pada sofa.

Chanyeol memainkan sebuah lagu kesukaan kekasihnya, yeoja itu duduk di sofa mengamati namjachingunya yg hari ini begitu tampan. Matanya terpejam menikmati setiap nada yg dikeluarkan dari piano hitam itu, senyuman terukir diwajahnya. Chanyeol menyelesaikan permainan solonya diiringi tepuk tangan dari yeojachingunya. Yeoja itu berdiri dan mendekat kearah Chanyeol, ia bersandar disalah satu bagian piano dan mulai memencet asal tuts disampingnya. “oppa, kapan aku bisa bermain sebagus dirimu?” tanyanya. Chanyeol terkekeh kecil “kau tak perlu bermain bagus. Kan ada aku yg selalu memainkan lagu kapanpun kau minta”. Yeoja itu tersenyum lembut “gomawo oppa”. Chanyeol menganguk lalu berdiri dan menghampiri yeoja itu, ia berlutut begitu sampai tepat didepan Suzy. “oppa apa yg kau lakukan?” tanya Suzy heran, Chanyeol meletakkan jari telunjuknya dibibirnya mengisyaratkan Suzy untuk diam  sejenak dan melihat apa yg akan dilakukannya. Chanyeol mengeluarkan sebuah kotak kecil berbentuk persegi “will you mary me?” tanya Chanyeol.Suzy terkejut mulutnya setengah terbuka, ia buru-buru menutup mulutnya dan menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman. “Ne oppa” Suzy menganguk. Chanyeol berdiri dan memeluk Suzy, ia memakaikan cincin yg terbuat dari emas putih di jari kelingking yeoja didepannya itu.

Chanyeol mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku kirinya, dibuka kotak itu dan didapatinya dua buah cincin yg masih utuh. Air matanya menetes perlahan, ia masih mengingat betul saat dirinya membeli dan memilih cincin itu seharian penuh. Masih diingatnya pula wajah Suzy saat ia memakaikan cincin sederahana itu. “Suzy-ah, jeongmal bogoshipo” ujar Chanyeol lirih. Ia mengambil cincinya dan memakainya. Diangkat tangannya dan diamati jarinya yg tampak  bagus mengenakan cincin yg cukup lama dianggurkan. Kini matanya beralih pada cincin yg ukurannya lebih kecil daripada punyanya, ia mancoba memasang cincin itu pada jari kelingkingnya “hahaha.. ternyata tak muat” rancau Chanyeol tak jelas.

Chanyeol membuka jendela dan melangkahnkan kakinya kepiano kesayangannya. Ia mulai memainkan lagu kesukaanya lalu kesukaan Suzy. Terdengar sebuah pintu terbuka perlahan, Suzy muncul dari balik pintu seraya membawa nampan berisi satu cangkir kopi dan satu cangkir coklat panas. Chanyeol masih berkutat pada pianonya ketika Suzy menyodorkan coklat panas, Suzy mulai kesal dan berteriak “oppa!”. Chanyeol menoleh dan mengerutkan dahinya. “coklat panasmu” Suzy memberikan coklat panas kesukaan Chanyeol dan tersenyum manis, Chanyeol meraih cangkir berisi coklat panas itu dan mulai menikmatinya. “oppa” panggil Suzy manja.“Ne” Chanyeol menoleh pada Suzy yg duduk disebelahnya. “bibirmu belepotan. Lihat ada coklat disana sini” Suzy mengelap coklat yg menempel disekitar bibir Chanyeol dan menjilat tangannya. “chagiya kau jorok sekali” Chanyeol menyodorkan coklat panasnya “kalau kau mau minum punyaku”. Suzy menggeleng lalu terkekeh kecil. “aku tak suka yg manis-manis. Kopi ini jauh lebih baik” Suzy memamerkan senyum tiga jarinya dan meraih kopinya mulai menikmati sedikit demi sedikit.

Chanyeol memejamkan matanya perlahan menikmati kesunyian dan kesendiriannya. Tiba-tiba nyeri didadanya kambuh, mulutnya terbatuk dan mengeluarkan darah. Ia segera mengobrak-abrik laci meja kecil disebelahnya. Setelah ditemukannya sebuah botol obat berisi pil-pil cukup besar, Chanyeol membuka kasar tutupnya dan mengeluarkan beberapa butir. Ia menelan pil itu dan meraih segelas air putih didekatnya. Kesehatanyya semakin buruk sejak hari itu, sejak Suzy meninggalkannya dan membuatnya jatuh sakit hingga detik ini. Keberadaan yeoja yg tak akan pernah ada disampingnya lagi memperburuk dan memperparah penderitaanya.

Chanyeol memainkan pianonya, lagunya terdengar begitu sedih namun menenangkan untuk didengar. Suara langkah kaki terdengar dan mulai mendekat, Suzy membuka pintu ruangan itu dengan kasar. BRAKK. Matanya memancarkan emosi yg sudah tak terbendung, terlihat ia baru  menangis beberapa saat yg lalu. Chanyeol mengalihkan pandangannya kearah Suzy dengan perasaan cemas. Suzy melangkahkan kakinya dan melempar sebuah map kewajah Chanyeol. Chanyeol terkaget melihat perlakuan kasar Suzy, dipungutnya map yg tergeletak dibawah kursinya. Ia terbelalak melihat apa isi dari map coklat itu. Nafas Suzy naik turun menahan amarah, matanya kembali berkaca-keca. “ini… ini dari mana kau dapatkan foto seperti ini?” tanya Chanyeol dengan nada khawatir. Jantungnya terpacu lebih cepat dari biasanya. Suzy masih terdiam, ia tak sanggup mengatakan dari siapa ia dapatkan foto itu, mengingatnya saja membuatnya makan hati. “Suzy-ah dengarkan aku dulu” Chanyeol meraih tangan Suzy namun yeoja itu menepis kasar tangan Chanyeol dan berjalan mundur beberapa langkah. “Suzy-ah waktu itu aku mabuk. Aku benar-benar tak menyangka akan seperti ini. Ini ini hanya kecelakaan.” Chanyeol mencoba menjelaskan. Suzy menggeleng “Dia hamil! Dia hamil! Dan kau bilang hanya kecelakaan” caci Suzy, air matanya sudah menuruni pipi chubynya dengan sukses. “Suzy-ah tapi aku tak mencintainya. Aku mencintaimu” Chanyeol memohon dengan lirih pada yeojachingunya itu. Amarah Suzy semakin memuncak “Kau bilang mencintaiku tapi kau menghamilinya. Namja brengsek!” Suzy hendak menapar wajah Chanyeol tetapi hati kecilnya menahan gerakan tangannya. Perlahan Suzy menurunkan tangannya dan melepas cincin pemberian Chanyeol. “Berikan saja cincin ini pada Krystal” Suzy melempar cincinnya ke wajah Chanyeol. Yeoja itu berbalik arah meninggalkan ruangan serba putih nan dingin itu, Chanyeol mencoba menahan namun sia-sia. Suzy benar-benar meninggalkannya, barang-barangnya bahkan ia tinggalkan di apartemen Chanyeol begitu saja. Yeoja itu tak pernah kembali walau Chanyeol selalu menunggunya sambil memainkan lagu kesukaan Suzy.

Nafas Chanyeol naik turun mengingat kepergian Suzy, yeoja itu tak pernah kembali kesisinya walau Chanyeol menunggunya hingga sekarang. Semua kenangan-kenangan itu menghantuinya selama 6 tahun ini. Bak racun, memorinya bersama Suzy membuatnya mati rasa perlahan-lahan dan selalu membuatnya sesak kapan saja tanpa aba-aba.

Krystal memberikan sebuah surat yg tertutup rapi pada Chanyeol, namja itu menghentikan permainan pianonya dan menatap tajam Krystal. Terlihat jelas ia tak suka melihat Krystal ada didekatnya. Chanyeol membuka surat berwarna merah dihadapannya perlahan.  Matanya terbelalak, ia kaget bukan main menemukan tulisan Kim Minseok dan Bae Suzy. Chanyeol mengamati foto Xiumin yg memeluk pinggang Suzy mesra dari belakang. Dadanya mulai sesak, ia memukul mukul dadanya dan mencoba menghilangkan rasa sakitnya. 19 September. 5 hari lagi acara pernikahan Suzy dan Xiumin diadakan di sebuah gereja, Chanyeol membaca alamat gereja itu dan tersentak. Geraja itu? Gereja dimana Suzy dan dirinya akan melangsungkan pernikahan mereka 3 tahun yg lalu. Suzy sendiri yg memilih gereja dekat pantai itu, Chanyeol membuang undangan pernikahan Suzy dan mulai menekan tuts pianonya kasar. Dirinya sangat marah, marah dan kecewa menerima kenyataan.

Chanyeol menatap kedua makhluk yg sudah tak asing baginya, terutama sang pengantin wanita. Mereka tersenyum bahagia dan mengucap janji didepan altar. Suzy tampak cantik dengan balutan gaun putih dan riasan minimalis. Senyum merekah menghiasi wajah cantiknya, Xiumin mengecup bibir yeoja yg sudah menjadi istrinya sejak beberapa detik yg lalu. Chanyeol hanya dapat terseyum kecut melihat pemandangan didepannya, seharusnya bukan namja itu yg ada disebelah Suzy, bukan nama Park Xiumin yg terdapat pada undangan pernikahan itu, bukan namja itu yg mengecup dan mengucap janji bersama Suzy, harusnya dirinya yg berada pada keadaan dan posisi itu. Seharusnya dia, Oh Chanyeol.

Pintu didepan Chanyeol terbuka perlahan, seorang yeoja masuk membawa nampan dengan secangkir coklat panas diatasnya. Yeoja itu melangkahkan kakinya hati-hati lalu duduk disebelah Chanyeol. “Chanyeol-ah, coklat panas untukmu” yeoja itu menyodorkan coklat panas pada Chanyeol. Chanyeol menoleh dan menatapnya dingin, tak ada niatan mengambil cangkir didepannya itu. Yeoja itu tersenyum kecut melihat perlakuan Chanyeol, ia menaruh coklat panas itu “Chanyeol-ah” panggilnya lembut. Chanyeol tak bergeming, ia masih melamun seraya mengamati cincin Suzy. Berkali-kali Chanyeol bergumam “Suzy-ah, boshipo” “Suzy-ah sarangheyo”.Krystal hanya dapat terdiam mengamati Chanyeol yg memanggil nama Suzy.

“Chanyeol ini sudah 6 tahun berlalu. Dan tak adakah ruang kecil untukku? Sedikitpun?” Krystal berbicara pada Chanyeol namun namja itu tetap tak menganggapnya. Dalam hati Krytal berangan-angan kalau ia tak keguguran dulu, apakah Chanyeol akan merubah sikapnya. Tapi ia hanya dapat menelan sakit hatinya sendiri mengetahui ia tak bisa merubah masa lalu.

“Chanyeol-ah aku mencintaimu, jeongmal sarangheyo” Krystal memeluk Chanyeol, beberapa saat kemudian Chanyeol tersadar karena perlakuan Krystal. Ia segera mendorong tubuh yeoja itu kasar dan berdiri.

“Jangan menyentuhku” hentak Chanyeol emosi lalu ia berjalan pergi meninggalkan Krystal yg terjatuh kelantai karena dorongannya. Perlahan air mata Krystal jatuh dan membasahi wajah cantiknya.

“Chanyeol-ah, Chanyeol-ah, CHANYEOLL-AH” Krystal berteriak memanggil namja itu, Chanyeol tak menghiraukan suara serak Krystal yg memanggil namanya, Krystal menangis dengan keras seraya menatap punggung Chanyeol yg perlahan menjauh dan menghilang. Sebuah kesalahan merubah segalanya, hidup Chanyeol, sifat Chanyeol, hati Chanyeol dan tak ada yg bisa luput dari kehancuran dirinya sendiri karena kehilangan yeoja yg sudah menjadi separuh nafas dan pusat hidupnya.

 

……….THE END……….

Gimana readers, jelek ya? Gag dapet feelnya ya? Kecewa dan aneh ya? Mian kalo endingnya ngecewain dan judulnya gag nyambung sama jalan ceritanya.. Sebenernya ini adalah ff pertama aku.. Dan cerita ini udah pernah dipost di http://indofanfictkpop.wordpress.com/ dengan judul memory and the black piano. Dengan cast namja Sehun. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian JJJ

Advertisements

20 thoughts on “WRECK

  1. Kasihan lihat chanyeol yg hancur gitu g’ rela sebenarnya.
    Jln ceritanya bgus kok.
    Tp q kurang suka sad ending, bikin nangis aja.. Hiks hiks..

  2. waw bagusssss .-. ohiya aku readers baru di blog mu 🙂 awalnya tau dr kingdom missa suzy 🙂
    bisaaa kamu buaton library ga soalnyaa aku kesulitan kalo mau baca ff kamu yang lama ~~~ gomawoooo

    • makasih…. iya salam kenal dan selamat menjelajah disini.. library? sebenernya aku pingin buat, tp gegara gaptek gag tau gimana buatnya… hahaha3… y kpn2 aku buat deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s