Love, Winter and Chirstmast

Gambar

Title                 : Love, Winter and Christmas

Scriptwriter      : mama1909 (mama19)

Main cast         : Bae Suzy (Miss A), Park Chanyeol (EXO), Park Jiyeon (T-ARA)

Genre               : Romance, Sad, Angst

Duration          : Vignette

Rating              : PG-15

Credit poster    : http://suzydreamworld.wordpress.com/

 

WARNING!

Typo(s) everywhere.!. Cerita absurd dan gag jelas.!.

Yang bercetak miring itu berarti flashback.!.

^^HAPPY READING^^

 

Seorang namja tengah sibuk merapikan kerah bajunya dan mematut didepan cermin, ia menyisir rambutnya dengan jari jemari tangannya. Namja itu tersenyum puas melihat pantulan dirinya sendiri, ia menoleh kearah kasur yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri. Sebuah kotak berwarna putih berukuran sedang dengan pita merah yang menghiasinya, ia meraih kotak tersebut lalu keluar dari kamarnya.

Sesekali wajahnya menoleh kepintu masuk café. Ya, ia tengah menunggu seseorang didalam café favoritnya dengan ditemani secangkir coklat panas didepannya. Ia meraih cangkir putih itu lalu menyesapnya, menyalurkan kehangatan coklat manis kegemarannya.

Seorang yeoja dengan baju baju merah dan sepatu boots hitamnya berjalan menyusuri jalan setapak menuju sebuah café yang jaraknya tinggal 4 meter didepan. Ia mengeratkan jaketnya karena udara mulai terasa dingin diluar. Salju mulai turun perlahan membuatnya tersenyum, entah kenapa salju selalu membuat hatinya tenang. Ia tersenyum senang ketika mendapati seorang namja tengah duduk sambil memegang secangkir coklat disudut ruangan. Yeoja itu berjalan mendekat dan langsung mengambil posisi duduk tepat dihadapan namja bertubuh tinggi. Sontak namja yang sedang asyik dengan coklatnya itu tersenyum lembut kepada yeoja didepannya lalu meletakkan cangkirnya.

“annyeong oppa” sapa sang yeoja sumringah.

“annyeong Suzy-ah” balas namja itu dengan ramah, ia melirik sekilas kado yang diletakkan dikursi sebelahnya lalu kembali mengalihkan pandangannya kearah Suzy.

“salju sudah turun, dingin sekali diluar oppa” Suzy mengusap-usap tangannya.

“eoh kau benar” namja itu menoleh keluar jendela ikut mengamati salju diluar sana.

Hening tak ada pembicaraan setelah itu, mereka sama-sama terdiam sibuk dengan pikirannya masing-masing. Suzy nampak asyik menikmati salju yang terus turun, sedangkan namja didepannya terus memperhatikan wajah Suzy sambil memikirkan sesuatu. Suzy menghembuskan nafas, ia kesal dengan keadaan canggung yang sudah membelenggu mereka lebih dari 30 menit itu. Ia menoleh dan sontak membuat namja yang sedang menatapnya itu mengalihkan pandangannya kearah lain.

“oppa..” panggil Suzy lirih membuat namja itu perlahan mengalihkan pandangannya kembali kepada yeoja didepannya. “kau bilang ada sesuatu yang penting?” tanya Suzy membuka pembicaraan.

“eoh itu sebenarnya….” namja berwajah tampan itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal, tiba-tiba rasa gugup menyelimutinya dan membuat lidahnya kelu. Hilang semua kata-kata yang sudah ia susun jauh-jauh hari.

“sebenarnya?” ulang Suzy.

Namja itu memutar otaknya lebih keras dan nampak menimang sesuatu, ia menghembuskan nafasnya lalu mengambil kotak yang berada tepat disamping tempat duduknya. Diletakkannya kotak putih berpita merah itu dihadapan Suzy. Yeoja itu membelalakkan matanya kaget, dahinya mengerut heran. Ia menatap namja tampan didepannya dengan penuh tanda tanya.

“Chanyeol oppa. Apa ini?” tanya heran menunjuk kotak didepannya.

“itu untukmu, kado natal dariku” Chanyeol tersenyum lembut kearah Suzy membuat yeoja itu terlojak kaget.

“ka..kado? untukku?” tanya Suzy menuding kotak berukuran sedang dihadapannya lalu dirinya sendiri, Chanyeol hanya menganguk kecil membenarkan pertanyaan Suzy.

Suzy jalan mengendap-endap dari belakang, ia perlahan mendekat kearah namja yang tengah asyik membaca sebuah buku berbahasa Jepang diruang keluarga. Ia menutup mata namja itu hingga membuatnya melepaskan buku kesayangannya.

“YA! Bae Suzy!” bentak Chanyeol marah karena kegiatannya terganggu oleh kejahilan yeoja itu. Suzy melepaskan tangannya lalu duduk disamping namja itu.

“oppa kau membaca ini lagi” Suzy mengangkat buku yang cukup tebal itu keudara.

“Berikan!” Chanyeol mengambil bukunya dari tangan Suzy dengan kasar membuat yeoja itu berdecak sebal melihat kelakuan tak bersahabat namja disampingnya.

“Aku kan hanya memegangnya. Kau ini pelit sekali eoh” cibir Suzy yang hanya dianggap angin lalu karena namja disampinya itu kini sudah sibuk dengan buku favoritnya.

Pletak

Suzy menjitak kepala Chanyeol sebal, namja itu menoleh dan menatap Suzy horror. “apa maumu eoh? Kau mengangguku!” bentaknya karena amarahnya kini sudah mencapai ubun-ubun.

Suzy tersenyum senang karena kini mendapat perhatian Chanyeol, ia menarik tas yang tadi dibawanya dari rumah lalu mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang berwarna merah dan pita putih diatasnya. Ia menyodorkan kotak itu dihadapan Chanyeol. Namja itu hanya menatap kotak didepannya datar.

“Surprise, Merry Christmas oppa” ujar Suzy dengan senyum tiga jari dan wajah yang dibuat semanis-manisnya.

“Natal? Ini baru tanggal 23 Bae Suzy” Chanyeol memukul kepala Suzy dengan buku ditangannya, sontak yeoja itu meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya yang berdenyut.

“Sama saja kok. Mau 23, 24, 25. Ini untukmu oppa” Suzy menarik tangan Chanyeol memaksa namja itu menerima kado darinya. Chanyeol hanya dapat menghela nafas melihat kelakuan yeoja didepannya itu lalu menerima hadiah dari Suzy yang langsung membuat yeoja itu memekik girang.

“dasar, bukankah natal tinggal dua hari? Dasar yeoja aneh” omel Chanyeol panjang lebar yang hanya mendapat cengiran dari Suzy.

“karena besok kau pasti tak ada waktu untukku oppa” Suzy berucap lirih dan pelan dengan wajah murung, namun ekspresinya seketika berubah ceria saat Chanyeol menatapnya.

Suzy meniup—niup poninya, ia mencari kesibukan sambil sesekali menyesap coffe pahit kegemarannya. Ini sudah cangkir kedua dan cangkir ketiga untuk Chanyeol.

“oppa aku tak bisa menerima kado itu” ujar Suzy sambil melirik kotak dihadapannya.

“aku tak menerima penolakan” Chanyeol menatap Suzy lembut membuat yeoja itu reflek menundukkan wajahnya karena entah kenapa dadanya kembali berdegup kencang seperti setahun yang lalu.

“oppa jebal..” mohon Suzy,  ia mendorong kotak persegi itu kearah Chanyeol.

Namja itu hanya menatap kotak putih yang perlahan mendekat kearahnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia beralih menatap Suzy, tanggannya bergerak menahan kotak dengan balutan pita merah itu. Perlahan tangannya meraih dan menyentuh lembut tangan Suzy.

“apa kau tak suka dengan warna kotaknya?” tanya Chanyeol sambil memiringkan kepalanya. Suzy menggeleng.

Suzy bersenandung kecil, ia bersiul sesekali dan berjalan riang menuju ruang keluarga sebuah rumah yang didominasi warna cream itu. Senyumnya melebar mendapati sesosok namja yang sudah mencuri hatinya sejak dibangku sekolah dasar sedang asyik menonton acara televisi. Ia mengendap-endap seperti biasa.

“Ya! Aku tahu itu kau Suzy” ujar namja itu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar LED didepannya. Suzy mengerucutkan bibirnya dan menghentak-hentakkan kakinya karena rencananya gagal, ia ketahuan sebelum beraksi. Segera Suzy duduk disebelah Chanyeol.

“kenapa lagi eoh? Akhir-akhir ini kau suka sekali menempel padaku” protes Chanyeol.

Suzy mengangkat tangannya membentuk tanda peace disertai senyuman tanpa dosanya, Chanyeol mendengus kesal melihat kelakuan Suzy. Yeoja itu meraih tas yang dibawanya dari rumah lalu mengeluarkan sebuah baju berwarna biru dari dalamnya.

“TARA… ini untukmu” Suzy menyodorkan baju rajutan itu kepada Chanyeol, namja itu membelalakkan matanya kaget.

“Apa ini?” tunjukknya pada baju dihadapannya itu.

“Baju” jawab Suzy, Chanyeol menjitak kepala Suzy.

“Pabo aku tahu itu baju. Tapi apa-apaan ini?” tanya Chanyeol, pasalnya kemarin Suzy baru saja memberinya hadiah dan sekarang sebuah hadiah lagi? Aigo, kenapa yeoja didepannya itu suka sekali memberinya hadiah.

“hadiah natal, ini kurajut sendiri. Kau tahu susah sekali membuatnya rapi seperti ini” celoteh Suzy panjang lebar seraya mempergakan gerakan merajutnya.

Suzy sudah bosan dengan perdebatan tak penting yang terjadi sejak 15 menit yang lalu, ia terus menolak hadiah dari Chanyeol sedangkan namja itu terus memaksanya untuk menerima. Suzy mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kasar.

“Ya! Kau suka sekali memaksa eoh” bentak Suzy. Chanyeol hanya tersenyum lalu meraih cangkirnya dan meminumnya sedikit demi sedikit.

“Kau juga pemaksa…. dulu” Chanyeol tersenyum simpul memandang Suzy membuat yeoja itu sontak mengalihkan pandangannya.

“Tidak! Aku tak pernah memaksamu” bela Suzy tak terima yang membuat namja dihadapnnya terkekeh.

“jinjja? Kau yakin eoh?” Chanyeol mendekatkan wajahnya sambil mengeluarkan senyuman andalannya, Suzy memundurkan kepalanya dan mengatur nafasnya yang mulai sulit melihat senyuman yang sangat disukainya itu.

Ia merutuki dirinya sendiri dan dadanya yang perlahan berdegup kencang, seharusnya tak begini. Bukankah Suzy sudah berjanji melupakan perasaannya dan semua bayangannya, tapi disaat semua rencananya sudah berjalan lancar namja itu malah muncul dan menghancurkan segalanya. Pikirannya melayang kesetahun yang lalu, dimana ia harus mengakhiri perjuangannya.

“yeobseyo” sapa Suzy.

“…………”

“jebal oppa, aku ingin menghabiskan malam natal denganmu. Jebal, jebal” rengek Suzy.

“………..”

“Tapi ini juga penting oppa. Sangat penting bagiku”

“…………..”

“sangat penting ya. Baiklah oppa aku tak akan memaksamu”

“…………..”

“ne oppa, annyeong” Suzy menutup sambungan teleponnya lalu melempar handphonenya kekasur, ia merebahkan tubuhnya dengan kasar.

“sebegitu pentingkah urusannya? Chanyeol pabo, arghhh” gerutu Suzy, ia sebal setengah mati pada namja itu.

Ini hari natal, tak bisakah ia melewatkan moment special ini dengan namja yang sangat dicintainya? Suzy berguling-guling dikasurnya, ia bosan sangat bosan. Ia pun memutuskan jalan-jalan sendiri ketaman kota menghilangkan kebosanan dan rasa sepi yang menyelimutinya dihari natal.

Seperti dugaannya, taman itu begitu ramai. Pohon natal besar ditengah-tengah dan berbagai hiasan khas natal sepanjang mata memandang, Suzy berdecak kagum melihat keindahan malam ini. Namun senyumannya memudar, ia tersenyum kecut mendapati beberapa pasang kekasih yang berjalan disekitarnya.

“harusnya aku seperti itu dengan Chanyeol oppa” gerutunya sebal pada pasangan yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. “ya sudahlah, masih ada tahun depan. Aku harus bisa mengajaknya, fighting Bae Suzy” Suzy menyemangati dirinya sendiri membuat beberapa orang disekitarnya melirik karena merasa terganggung dengan kelakuan aneh yeoja itu.

“indah sekali” Suzy tersenyum senang sambil mengeratkan jaketnya.

Matanya sibuk menelusur setiap sudut taman, lampu-lampu berwarna-warni, santa clause dan banyak lagi hal yang berhubungan dengan natal terpapang jelas dihadapannya. Pandangannya berhenti pada sepasang yeoja dan namja yang tengah duduk pada bangku kayu dibawah pohon natal yang besar. Ia memicingkan matanya untuk memperjelas pandangannya. Seketika dadanya sesak, pandangannya buram, ia lupa bagaimana caranya bernafas ketika sang namja mencium bibir yeoja disebelahnya dengan mesra. Suzy masih menatap sepasang kekasih itu setelah mereka melepaskan tautan mereka dan tertawa-tawa bahagia. Perlahan butiran bening menuruni pipi chubynya.

“jadi yeoja itu lebih penting dariku? Jadi selama ini usahaku sia-sia?” tanya Suzy pada dirinya sendiri dengan suara tercekat.

Chanyeol mengusap-usap kepala yeojachingunya, ia tersenyum lembut pada yeoja didepannya itu. Sesaat ia menangkap bayangan Suzy yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Setelah memastikan bahwa pengelihatannya tak salah ia menoleh menatap yeoja disampingnya.

“chagi kajja kukenalkan pada sahabatku” Chanyeol menarik lembut pergelangan tangan yeoja cantik itu.

Suzy mengusap air matanya kasar mendapati Chanyeol berjalan mendekat kearahnya, ia segera berbalik dan hendak melenggang pergi agar tak bertemu namja itu. Belum sempat Suzy melangkahkan kakinya, Chanyeol sudah memanggil namanya dan mau tak mau ia harus berbalik lagi.

“Suzy-ah kenalkan ini Jiyeon, yeojachinguku” ujar Chanyeol dengan senyuman lembut yang belum pernah ia tunjukkan pada Suzy selama ini.

“Annyeong Suzy-ssi, Park Jiyeon imnida” Jiyeon menyodorkan tangannya, Suzy menatap Jiyeon dan Chanyeol secara bergantian lalu menyambut uluran tangan yeoja berambut pendek itu.

“annyeong Bae Suzy imnida” ujar Suzy dengan senyuman yang dipaksakan. “eoh aku buru-buru oppa, ada urusan” Suzy segara pamit dan berbalik pergi begitu saja, tak mengiraukan tatapan heran Chanyeol dan Jiyeon.

Yang terpikir olehnya saat ini adalah menjauh, menjauh dari namja itu. Terlalu sakit melihat seorang yeoja yang tak ia kenal menggandeng tangan namja yang ia cintai. Suzy terus terisak, ia tak dapat menahan air mata yang sudah membanjiri wajahnya. Pabo, pabo kau Bae Suzy! Rutuknya pada dirinya sendiri, ia memukul-mukul dadanya yang sesak.

Suzy memainkan jari jemarinya, Chanyeol yang tahu kebiasaan yeoja itu ketika ia gelisah menghembuskan nafasnya perlahan.

“Mianhe” ujar Chanyeol membuat Suzy mendongak dan menatap namja itu dengan dahi berkerut.

“untuk apa oppa?” tanya Suzy tak mengerti.

“Mianhe untuk selama ini, aku sangat bodoh tak mengetahui perasaanmu. Dan..” Chanyeol menggantung kata-katanya, ia ragu harus melanjutkan kalimatnya atau tidak namun tatapan penasaran dari Suzy membuatnya mau tak mau harus menyelesaikan kalimatnya. “Dan aku merasa kehilanganmu setahun ini Suzy-ah” ujarnya lirih.

Suzy menelan salivanya dengan susah payah, ia tak melotot percaya namja mendengar pernyataan yang diluar dugaanya keluar darinya.

“oppa..” lirih Suzy.

“aku rindu dengan ocehanmu, aku rindu dengan kejahilanmu. Entah kenapa aku merindukanmu” Chanyeol tersenyum getir mengingat sosok Suzy yang tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi setahun yang lalu.

“mianhe oppa” ujar Suzy lirih.

Chanyeol meraih tangan Suzy “bisakah kita mulai semuanya dari awal? Sarangheyo Suzy-ah” ia mengecup pelan tangan Suzy, yeoja itu segera menarik tangannya.

“oppa mianhe. Semua sudah berlalu oppa, aku memang mencintaimu. Tapi itu dulu” Suzy menunduk berusaha menyembunyikan air matanya yang mulai mendesak keluar.

Jujur, rasa itu masih ada, pertahan yang ia bangun kini runtuh seketika hanya dengan berhadapan dengan namja itu. Usahanya selama ini seakan sia-sia  mendengar pengakuan namja yang dulu sepenuh hati dicintainya. Rasa itu menyeruak muncul kepermukaan kembali. Namun sekali lagi Suzy meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia harus melupakan dan mengubur segalanya, semuanya sedalam yang ia bisa.

“Suzy-ah…” panggil lembut Chanyeol membuat Suzy kembali tersadar dari lamunannya.

“mianhe oppa, jangan seperti ini. Kita tak mungkin kembali seperti dulu, karena semuanya sudah berubah oppa” Suzy mengalihkan pandangannya keluar jendela.

“aku tak ingin seperti dulu. Ayo kita mulai semuanya dari awal” ujar Chanyeol membuat Suzy menolehkan kepalanya, perlahan air matanya menetes.

“oppa, aku tak bisa oppa. Aku sudah berubah. Hati ini….” Suzy menunjuk dadanya seraya menatap namja didepannya dengan sendu “sudah bukan lagi milikmu” ujar Suzy lirih. Chanyeol membelalakkan matanya kaget, ia menelan salivanya susah payah.

“aku sudah mempunyai namjachingu” lirih Suzy.

Deg. Seperti dihantam sesuatu yang keras, Chanyeol merasakan perih didadanya. Ia menatap sendu yeoja didepannya itu, tak tahu harus berkata apa. Tiba-tiba lidahnya kelu, otaknya berhenti bekerja mendengar pernyataan Suzy.

Suzy berdiri dari duduknya dengan tiba-tiba, ia menghapus kasar air matanya lalu tersenyum pada Chanyeol. “mianhe oppa. Annyeong” Suzy meninggalkan Chanyeol yang masih mematung dengan langkah tergesa.

Namja itu menatap lirih punggung Suzy yang semakin menjauh. Dilihatnya yeoja itu menghampiri seorang namja didepan pintu keluar café. Senyuman menghiasi wajah cantik Suzy membuat hatinya semakin sesak. Kini tangan namja berpipi bulat itu mengusap kepala Suzy lalu merangkulnya pundaknya.

“jadi namja itu Minseok” Chanyeol menyandarkan kepalanya membayangkan wajah namja yang merupakan salah satu sahabatnya itu.

THE END

Dan sekian cerita ajaib bin anehku diatas, mian absurd. Sebenernya ini terisnpirasi dari MVnya EXO yang Miracle December, tapi entah kenapa jadi melenceng jauh dari ide awal. Aku juga ngerasa feelnya kurang dapet. Tapi aku harap reader bisa nikmatin ceritaku diatas ya^^. Cerita ini udah pernah dipost di http://indofanfictkpop.wordpress.com/. Jadi buat yg udah pernah baca mianhe, aku ngepost ulang. Soalnya belum ada feel buat ngepost yg another love atau colorful twinkle.. heheh3

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian #bow

Advertisements

17 thoughts on “Love, Winter and Chirstmast

  1. hai q reader baru…
    penyesalan selalu datang di akhir dan jangan menyia-nyiakan apa yang ada di depan mu…
    next ya ff exozy lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s