Love Strangely

Gambar

Title                 : Love Strangely

Scriptwriter      : mama19

Main cast         : Bae Suzy (Miss A), Oh Sehun (EXO), Xi Luhan (EXO).

Genre               : Romance, Sad, Angst

Duration          : Vignette

Rating              : PG-15

Summary

Aku mencintaimu dengan caraku sendiri, walau orang akan berpikir aku gila

Namun beginilah caraku mencintaimu. Saranghe……

^.^ HAPPY READING ^.^

Seorang yeoja nampak sesekali memutar cangkir kopinya, peluh dingin tak berhenti menuruni pelipisnya sejak 1 jam yg lalu, lelah dan gelisah, pasalnya sudah 1 jam lebih 17 menit ia menunggu sesosok namja di pojokan café depan sekolah. Deminya yeoja itu rela membolos 2 jam pelajaran terakhir yg sangat disukainya.

Sesekali ia menyesap kopi pahit kesukaannya yg mulai habis, ia ambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Diangkatnya pergelangan tangan kiri yeoja itu, lagi-lagi ia menghela nafas karena kini tepat 1 jam lebih 20 menit ia menunggu namja itu.

Kring

Terdengar bel café berbunyi menandakan ada seorang pengunjung baru masuk kedalam, reflex Suzy memutar kepalanya kebelakang. Sudut-sudut bibirnya tertarik membentuk seulas senyuman manis diwajah cantik Suzy. Ia mengamati sesosok namja yg tengah ditunggu-tunggunya itu berjalan mendekati tempatnya duduk.

“annyeong oppa” sapa Suzy ramah pada namja yg bernama lengkap Oh Sehun itu. Namja yg dimaksud hanya menganguk dan tersenyum kecil lalu segera duduk didepan Suzy.

“sudah lama?” Tanya Sehun, Suzy nampak menggelengkan kepalanya pelan dan terus tersenyum dihadapan namja itu.

Kesunyian menyelimuti pertemuan mereka, tak ada yg berbicara dan ingin memulai pembicaraan. Suzy pun sibuk menikmati wajah tampan namja didepannya, sedangkan sang namja nampak menikmati pemandangan diluar café yg hanya terhalang oleh kaca. Sehun menoleh ketika ia merasa lelah dengan kecanggungan diantara mereka, ia menatap tajam Suzy membuat gadis itu tersentak kaget.

“waeyo?” Suzy mengalihkan pandangannya kesamping, ia tak berani bertatapan langsung dengan manik mata yg dirindukannya itu.

“berhentilah, berhentilah seperti ini” tutur namja berperawakan tinggi itu, sontak Suzy membalikan wajahnya dan menatap Sehun tak percaya.

“WAE? Waeyo?” tuntutnya tak mengerti, ia tak mengerti kenapa Sehun memintanya berhenti. Apa yg harus ia hentikan? Apakah ia mempunyai kesalahan pada namja itu? Suzy membuka kembali ingatan-ingatannya, namun nihil. Ia tak menemukan suatu kesalahan bahkan kejanggalan.

Sehun masih menatap iba yeoja cantik didepannya, yeoja yg pernah mengisi hari-harinya selama satu setengah tahun terakhir. Jujur ia sangat merindukan senyuman yg sudah tak pernah ia lihat tiga bulan itu. Tapi semua hanya cerita, semua sudah tak bisa mereka perbaiki. Hubungan mereka, cinta mereka, semuanya adalah hal tabu bagi keduanya. Dan Sehun menyadari semuanya itu. Ia mengambil nafas dalam-dalam, dan memantapkan hatinya. Suaranya seakan tercekat dan segala yg telah ia susun jauh-jauh hari seakan-akan luntur ketika melihat senyuman indah Suzy.

“Suzy-ah” Sehun memanggil nama yeoja itu dengan lembut, membuatnya mendongak menatap Sehun dengan senyum diwajahnya. “Jangan begini. Kita sudah berakhir” ujar Sehun dengan susah payah. Entah kenapa ia merasa telah menjatuhkan sebuah bom bagi dirinya sendiri. Meledak-ledak dan susah diungkapkan. Ia tak tahu perasaannya sendiri, dan tak tahu apakah ini sebuah keputusan yg tepat untuk keduanya.

“Huh? Oppa apa kau salah makan?” Suzy mengerjap-kerjapkan matanya tak mengerti, dahinya sudah dipenuhi kerutan kebingungan karena perkataan namja itu. Ia kembali menyesap kopinya dengan perlahan, membiarkan pahitnya kopi menjalar keseluruh indra perasanya dan berharap dengan begitu ia sedikit saja bisa mencerna perkataan Sehun. “aku masih tak mengerti” ujar Suzy pada akhirnya setelah ia terdiam selama 15 menit untuk menelaah kejadian beberapa menit yg lalu.

“Semuanya sudah berakhir 3 bulan yg lalu. Kumohon jangan seperti ini” Sehun mengalihkan pandangannya keluar jendela karena tak kuasa menatap manic mata Suzy yg selalu membuatnya terhanyut dan tenggelam didalamnya. Mata indah yg sangat dikaguminya.

“hahahahaha…. Oppa ini bukan bulan April. Kau membuatku takut” Suzy terkekeh pelan, Sehun menatap yeoja didepannya itu dengan pandangan err, yg tidak dapat dijelaskan.

“aku tak bercanda” nada bicara Sehun nampak lebih serius dari sebelumnya, membuat Suzy menghentikan tawa kecilnya dan menatap namja itu dengan mata yg hampir keluar. “Bukankah sudah kukatan, aku berpacaran denganmu hanya karena sebuah taruhan” Sehun menelan salivanya dengan susah payah dan menanti tanggapan dari Suzy.

Suzy terdiam, ia menatap Sehun dengan pandangan kosong. Sedikit demi sedikit ingatan yg berusaha ia lupakan berhamburan keluar. Reflek yeoja itu memegangi kepalanya yg sudah berdenyut tak karuan. Saat dimana ia mengetahui kenyataan pahit hubungannya dan Sehun berputar bak film yg sudah rusak karena sedikit kabur. Ia terus memegangi kepalanya dan mencambat rambut hitam panjangnya sesekali.

“Gwenchana?” Tanya Sehun khawatir, ia berdiri dari duduknya dan hendak menyentuh kepala Suzy. Namun dengan cepat yeoja itu menepis tangan Sehun dengan kasar membuat namja itu menarik lagi kedua tangannya dan terduduk.

Entah bisikan darimana Sehun kembali melanjutkan kata-katanya “Jangan bersikap seolah kau yeojachinguku” tutur Sehun datar tanpa ekspresi untuk menutupi hatinya yg semakin perih karena sebenarnya namja itu sudah menekan mati-matian gejolak didadanya dan protesan perasaanya.

“Andwe oppa, andwe… Tak apa bila awalnya hanya sebuah taruhan. Tapi jebal tetaplah disisiku seperti biasa. Jangan menjauh, jangan meninggalkanku. Jebal oppa.” Pinta Suzy dengan butiran Krystal yg sudah sukses menuruni pipi chubynya.

Sehun memegangi dadanya yg bergemuruh tak karuan, ini bukan kemauannya ini bukan keinginan hatinya. Tapi mulutnya seakan tak mau menuruti hati kecilnya, ia hanya terdiam tak berniat mengucapkan kejujuran bahwa sebenarnya ia pun tak mengharapkan semuanya menjadi seperti ini.

“Lupakan aku, lupakan kita pernah bersama. Jangan menghubungi apalagi menemuiku lagi” ujar Sehun ketus, ia sendiri tak percaya dengan apa yg baru saja keluar dari mulutnya.

Yeoja didepannya tersentak kaget dan hampir terjungkal kebelakang. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat berharap namja itu menarik kembali kata-katanya barusan. Sehun beranjak dari duduknya dan berjalan perlahan kesamping Suzy. Ia memeluk yeoja itu, merengkuhnya dalam pelukannya dengan hati-hati. Dihirupnya dalam-dalam aroma lemon yg selalu menempel ditubuh Suzy dalam-dalam, karena Sehun tahu ia tak akan pernah mempunyai kesempatan seperti ini untuk kedua kalinya nanti.

“Selamat tinggal”. CUP. Sehun mengecup pucuk kepala Suzy lama, yeoja itu tak melawan hanya menangis tanpa suara. Suzy merasa setetes butiran krystal menuruni dahinya, ia mendongak dan mendapati Sehun menitihkan air mata.

“Untuk terakhir kalinya” Sehun mengecup bibir Suzy, melumat bibir lembut yg tak akan pernah ia rasakan untuk selama-lamanya. Meresapi setiap inci dan berharap ia tak akan merindukannya lagi kelak.

Dengan perlahan Sehun berdiri dan berjalan menuju pintu keluar café, ia memegangi gelang berwarna hitam berbandul SS dipergelangan kirinya dengan sendu. Ia ingat, ingat betul bahagianya dirinya dan Suzy saat bersama-sama memilih gelang itu dihari perayaan ulang tahun pertama hubungan mereka. Namun semua tinggal kenangan, ia merutuki dirinya sendiri yg membuat taruhan konyol 1 setengah tahun yg lalu. Dan setelah semuanya terungkap ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, walaupun Suzy mau menerimanya dan memaafkannya tapi itu semua sudah terlambat bagi mereka berdua. Namja itu kalah, kalah taruhan disaat ia sudah terlanjur mencintai yeoja bernama lengkap Bae Suzy. Seharusnya ia dapat mempertahankan aktingnya setengah tahun lagi dan dengan begitu semua tidak akan menjadi seperti ini.

“seperti janjiku, aku kalah dan aku akan meninggalkannya” ujar Sehun saat seorang namja manis sedang asyik duduk dibangku taman yg tak jauh dari café tadi. Namja itu tersenyum puas dan menutup buku yg sedari tadi dibacanya sambil menunggu Sehun.

“Bagus. Jadi…..” namja itu menggantung kata-katanya.

“Sesuai perjanjian kita aku tak akan mendekatinya dan muncul didepannya” lanjut Sehun dengan suara tercekat, wajahnya menunduk menyembunyikan ekspresi sedih yg tak akan pernah rela ia perlihatkan didepan namja yg sangat dibencinya itu.

“Bagus sekali. Sesuai perkiraanku, kukira kau akan bertahan selama 2 tahun. Ternyata hanya begini saja sudah ketahuan.” Namja yg lebih pendek dari Sehun itu berdiri dan mendekatkan wajahnya. “Sudah kuberi kau waktu 2 tahun untuk memenangkan taruhan ini, dan kau KALAH. Jadi jangan harap aku memberimu KESEMPATAN KEDUA. Segala yg mendekatinya akan kusingkirkan.” Namja itu berbisik dengan nada mengerikan ditelinga kanan Sehun, berbeda sekali dengan wajah malaikatnya yg tanpa dosa.

Sehun mendongakkan kepalanya tak percaya setelah mendengar ucapan namja itu, ia menoleh menatap punggungnya yg sudah semakin menjauh dan memasuki café tempat dirinya dan Suzy bertemu beberapa menit yg lalu. Dahinya mengerut dan pikirannya seakan-akan kosong, ia masih belum mengerti dan otaknya terlalu sulit menelaah segala perilaku namja yg seumuran dengannya itu.

Setelah cukup lama berpikir, ia sadar sekarang bahwa namja itu.“namja gila” ujar Sehun pelan.

Suzy masih setia duduk ditempatnya, butiran-butiran bening yg sedari tadi tak mau berhenti membuatnya enggan beranjak dari tempatnya karena Suzy yakin ia pasti akan menjadi pusat perhatian bila memaksakan keluar dari sudut café yg sepi. Seorang namja berwajah manis duduk didepan Suzy, namun tak membuat yeoja itu mau bersusah payah untuk sekedar mendongakkan kepalanya dan menatap namja barusan barang 3 detik. Kini namja itu beralih duduk disamping Suzy, direngkuhnya perlahan tubuh Suzy yg bergetar. Ia mengelus lembut pucuk kepala Suzy untuk menyalurkan ketenangan dan kenyamanan pada yeoja itu. Hal yg selalu ia lakukan.

“Uljima” tuturnya lembut “masih ada aku yg selalu disisimu” lanjut namja itu dengan nada yg sangat lembut. Sesaat Suzy menurunkan frekuensi tangisnya, entah kenapa mendengar suara namja disebelahnya itu membuat hatinya tenang dan bebannya seakan-akan berkurang 10 kali lipat.

“Waeyo, kenapa selalu seperti ini? Kriss oppa, Chanyeol oppa dan bahkan Sehun oppa, mereka selalu meninggalkanku dengan cara yg sama. Apa aku sehina itu sehingga harus menjadi bahan taruhan mereka? Apa aku seburuk itu sehingga tak pernah pantas mendapatkan cinta mereka?” Tanya Suzy panjang lebar.

Suzy mengeluarkan segala perasaan yg selalu mengganjal hatinya, sudah cukup dirinya bersabar selama ini. Ia rela bila akhirnya Sehun mencintainya dengan tulus walau awalnya tak seindah kisah cinta yg lain. Tapi kenyataan bahwa namja itu memilih meninggalkannya, membuat lukanya semakin menganga lebar dan dalam. Namja bak dewa penolong bagi Suzy itu dengan setia mendengar segalanya, dengan sabar dan penuh perasaan ia mengelus pucuk kepala yeoja berambut hitam panjang itu.

“Aku takut… aku takut Luhan-ah, bila seperti ini aku takut membuka persaanku lagi” tangis Suzy semakin menjadi, kini baju namja berwajah manis itu sudah setengah basah. “Sakit, SAKIT. SEMUANYA TERLALU SAKIT”.Luhan mempererat pelukannya. “Tolong aku, aku tak mau tersakiti lagi Luhan-ah, tolong aku… hikkss hiksss… to long aku….” Pinta Suzy membuat namja itu mengulas senyum simpul diwajahnya.

“Lihat aku” Luhan memegang wajah Suzy membuat yeoja itu mendongak menatap manic mata yg meneduhkan. “Aku disini, aku selalu ada untukmu. Jangan menangis, arasso?” Luhan menyeka air mata Suzy dengan jemari-jemari panjangnya.

“Arasso” . Seperti terhipnotis Suzy mengangukkan kepalanya dan sesaat air matanya berhenti berhamburan keluar.

“Bagus. Sekarang dengarkan baik-baik” Luhan tersenyum lembut dan menarik tubuh Suzy kedalam pelukannya. “Jangan melihat namja lain lagi. Lihat aku! Aku tak akan meninggalkanmu seperti namja-namja lainnya.”.

Suzy melepaskan pelukan Luhan dan mendongak menatap namja itu dengan wajah berkerut. Ia tak mengerti maksud namja yg sudah dikenalnya sejak kecil itu. Mereka selalu bersama, jadi untuk apa Luhan memintanya selalu berada disisinya dan tak meninggalkannya? Bukankah selama ini mereka tak terpisahkan. Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Suzy semakin pusing karena otaknya yg tak secerdas namja didepannya.

“Sarangheyo Bae Suzy”

Reflex Suzy menatap Luhan dengan pandangan tak percaya, mulutnya menganga lebar dan matanya melotot. Sedangkan Luhan hanya tersenyum manis penuh arti. Suzy segera mengembalikan kesadaranya sebelum pikirannya terbang lebih jauh lagi.

“Luhan-ah tapi…  tapi…” Suzy terbata-bata, ia tak tahu harus merespon seperti apa. Namja yg selama ini selalu menjadi tempatnya bersandar dan pulang disaat semua orang menolak kehadiranyya tiba-tiba menyatakan cintanya. Ia tak tahu harus senang atau sedih, semua terlalu tiba-tiba dan cepat.

“Aku akan menunggumu. Sampai kau siap dan menerimaku” Luhan mengecup lembut dahi Suzy. Cukup, sudah cukup ia memendam rasa cintanya dan hanya bertindak dibalik layar. Kini gilirannya membuat yeoja yg itu berpaling dan menatap keberadaanya sebagai seorang namja bukan sahabat. Ia sudah berhasil membuat Suzy bergantung pada sosoknya, jadi kini gilirannya membuat hati yeoja itu sepenuhnya menjadi miliknya.

 

The End

Hai hallo readers, aku datang lagi ngepost ff abalku. Em cerita ini juga udah pernah dipost di http://indofanfictkpop.wordpress.com/. Entah kenapa aku lagi demen banget ngepostin cerita lamaku yg udah pada pernah dipost, pengen aja tuh cerita-cerita nongol diblog aku. Hahah3 😀

Jangan lupa tinggalkan comment ^^

Advertisements

13 thoughts on “Love Strangely

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s