He is My Boy

Gambar

Title                 : He is My Boy

Scriptwriter    : mama19

Main cast        : Oh Sehun (EXO), Bae Suzy (Miss A)

Support cast    : Choi Sulli (f(x)), Kim Jongin (EXO)

Genre              : Romance

Duration         : Vignette

Rating             : PG-15

Summary

Suzy selalu dibuat pusing dengan tingkah laku namjachingunya. Ia harus bersabar dan mengelus dada setiap tingkah jahil namjanya itu kambuh.

^.^…HAPPY READING…^.^

 

Angin bertiup cukup kencang membuat rambut seorang yeoja berantakan, berkali-kali ia merapikan rambut panjangnya dengan jari-jari tangan tapi angin memang sedang tak bersahabat dan membuat rambut yeoja itu terus berterbangan memenuhi mukanya.

“aish… padahal butuh waktu 1 jam menatanya” gerutu yeoja berparas cantik itu.

“Chagiya” tiba-tiba tangan seorang namja melingkar manis dilehernya, refleks yeoja itu menoleh dan melihat si empu pemilik tangan.

“oppa.. kau membuat rambutku semakin berantakan” Suzy menyingkirkan tangan Sehun dan membuat namja itu semakin ingin menjahilinya. Sehun pun mengacak-acak rambut Suzy, membuat ia mengomel dan mengerucutkan bibirnya sebal.

“Ya! Ya! Oppa” protes Suzy seraya merapikan kembali rambut dan terutama poni kesayangannya.

“Sehun jangan menjahilinya terus” Kai menarik tangan Sehun yg masih bertenger manis dikepala Suzy.

“ah hyung. Lihat yeodongsaengmu. Dandan melulu” cibir Sehun, sontak Suzy menoleh dan mendelik kearah namjachingunya yg sangat jahil itu.

“Ya! Kau pikir untuk siapa aku berdandan hah!” bentak Suzy, Sehun menoleh dan tersenyum jahil karena mendapat sebuah ide bagus. Ia mendekatkan wajahnya kewajah Suzy, membuat yeoja itu mundur teratur hingga membentur tembok dan tak ada lagi ruang untuknya melangkah kebelakang.

“a..pa.. yg ka…u la..ku..kan” ujar Suzy terbata-bata, keringat dingin mulai membasahi wajahnya dan Sehun pun makin memperkikis jarak diantara mereka. Suzy memejamkan matanya dan berdoa agar oppanya –Kai- menolongnya dari sikap jahil namja gila didepannya itu.

“Yak! Cut! Cukup sampai disini Sehun-ah” Kai menarik kerah baju Sehun dan menyeretnya.

“hyung… hyung.. aish gagal sudah” gerutu Sehun, ia terus meronta-ronta untuk dilepaskan, namun Kai seakan menjadi tuli mendadak. Ia terus menyeret Sehun menuju halte bus dan tak menghiraukan kicauan namja itu. suzy berjalan dibelakang dan tertawa terbahak-bahak.

“rasakan” Suzy menjulurkan lidahnya kearah Sehun, namja itu nampak mendengus kesal. Tunggu saja kau Bae Suzy.

……………………………………

Suzy berjalan santai menuju kelasnya, dibelakang Sehun mengikutinya sambil mendengarkan lagu dari mp3 baru kesayangannya. Saat Suzy hendak masuk kedalam kelasnya Sehun menarik rambut yeoja itu hingga ia menghentikan langkahya dan refleks tubuhnya mundur beberapa langkah.

“appo… Oh Sehun apa yg kau lakukakan!” Suzy berbalik dan siap-siap menyembur namja itu. Sehun memasang wajah tak bersalah dan menyelonong pergi menuju kelasnya yg terpaut satu kelas dengan Suzy.

“Ya! OH SEHUN” teriak Suzy, namun mau ia berteriak sampai suaranya serak pun namja itu tak akan menoleh karena ia telah mengeraskan volume mp3nya, bersenandung kecil mengacuhkan suara melengking Suzy.

“empphh empph” Suzy berusaha melepaskan tangan Sulli yg telah sukses membungkam mulutnya sejak beberapa detik yg lalu. Yeoja itu menyeret Suzy masuk karena beberapa siswa menatap mereka tajam.

“dasar kalian ini. gak dirumah gak disekolah ribut melulu!” omel Sulli, Suzy tersenyum terkekeh kecil melihat Sulli meluap-luap.

Keseharian yg selalu sama dan tak pernah membuatnya bosan. Tentu saja orang disekitar mereka juga sudah terbiasa dengan pemandangan ini. Kim Suzy yg terkenal dengan suara cemprengnya, Oh Sehun yg jahilnya tak ketulungan dan Choi Sulli yg sangat cerewet, mereka berteman akrab sejak masuk ke Seoul Senior High School.

“Sulli-ah pr Fisika” Suzy mengadahkan tangannya, Sulli mendelik dan menatap tajam Suzy lalu mengalihkan pandangannya kearaha lain.

“shireo. Kerjakan sendiri” tolaknya, Suzy mengambil nafas dalam-dalam dan mulai mengeluarkan jurus andalannya disaat-saat Sulli tak meminjami pr Fisika. Sebenarnya Suzy sudah mencoba mengerjakannya tadi malam, naas dari 8 soal hanya 2 yg bisa dikerajakannya. Itupun setengah jalan.

“Sulli-ah, jebal, jebal, jebal, jebal, jeballllllll” mOhon Suzy, tangannya memegang tangan Sulli dan menggoyangkannya kekiri dan kekanan.

Sulli mendengus kesal dan menatap Suzy risih karena kelakuannya tadi. Yg benar saja, Suzy membuat mereka menjadi pusat perhatian seisi kelas. Perlu digaris bawahi Sulli tak suka menjadi pusat perhatian dan ditatap berpasang-pasang mata. Dengan terpaksa Sulli merogoh tasnya dan mengeluarkan buku tugasnya.

“ini” ia menyodorkan bukunya, secepat kilat Suzy mengambil buku itu dan menyalinnya dengan kecepatan maksimum karena jam pertama dan kedua adalah pelajaran Fisika. Kalau ia tak cepat ia bisa ketahuan Mrs. Victoria yg galaknya selangit itu.

“palli, Mrs Victoria sebentar lagi sampai” Sulli menggoyang-goyangkan meja Suzy dan membuat yeoja itu ikut panik.

“Ya! Ya! Jangan menggoyang-goyangkan mejaku. Aku tak bisa konsentrasi babo!” gerutu Suzy sebal sambil menyalin tugas Sulli. Terdengar suara pintu terbuka dan teng teng. Mrs Victoria telah hadir dengan rok seksi diatas lutut kebanggaannya. Dengan kilat Sulli menarik buku tugasnya dan kembali ketempat duduknya begitu melihat gurunya tiba dikelas.

“YA! Aku belum selesai menyalin prmu babo!” teriak Suzy pada Sulli yg sudah duduk manis ditempatnya, ia mengerutkan dahinya heran karena seisi kelas sudah duduk dimasing-masing bangkunya dan tak ada keributan seperti biasanya. Ia menolehkan kepalanya kedepan dan  membulatkan matanya mendapati Mrs Victoria menyeringai kepadanya. Mati kau Suzy! Umpatnya dalam hati.

“SUZY. Come here!” titah Mrs. Victoria dengan suara yg tak kalah melengkingnya dengan suara Suzy. Yeoja itu menelan ludahnya dengan susah payah dan berjalan dengan langkah berat. Ia menoleh kekiri dan kekanan meminta pertolongan dari teman-temannya. Namun mereka malah mengalihkan pandangan mereka seolah-olah tak melihat apapun, aish dasar disaat seperti ini kenapa tak ada yg mengulurkan tangannya sih, batin Suzy.

“ne, Mrs” jawab Suzy pasrah.

“pakai ini! berlutut didepan pintu masuk kelas!” Mrs Victortia menyerahkan sebuah papan dengan rapia sebagia talinya agar bisa digantung dileher. Suzy menatap tulisan didepannya itu dengan sendu. Yg benar saja tulisannya ‘Aku sangat bodoh ketahuan menyalin pr orang lain’. 2 minggu yg lalu saat ia ketahuan menyalin pr Sulli tulisannya ‘Aku yeoja pemalas’, tapi sekarang lebih ekstrim ditambah dengan berlutut. OMG mau ditaruh dimana muka cantik Suzy, jeritnya dalam hati.

“ne Mrs” Suzy berjalan pasrah keluar kelas dan mulai menjalankan hukumannya.

………………………………

Kai berjalan perlahan menuju kelas yeodongsaengnya ditemani Chanyeol, sepanjang jalan beberapa hoobae kelas 1 memberinya bekal buatan mereka sendiri. Namun dengan halus Kai menolak semua pemberian itu dengan alasan ia telah membawa bekal.

“Kai-ah, apa yg kali ini adikmu lakukan” Chanyeol menyenggol lengan Kai dan menunjuk Suzy yg berlutut seraya memegangi sebuah papan. Mereka berdua berjalan mendekat, Kai membaca tulisan dipapan itu.

“Aku sangat bodoh ketahuan menyalin pr orang lain” ujarnya pelan. Suzy mengerucutkan bibirnya sebal melihat Kai terkekeh pelan.

“Huahahah… kau bodoh sekali bisa ketahuan” Chanyeol tertawa terbahak-bahak dan langsung dihujani tatapan maut oleh Suzy.

“Ya! Diam kau Park Chanyeol!” bentak Suzy sebal, ia berbalik menatap Kai. “oppa.. aku dihukum lagi” rengeknya manja pada Kai. Kai berjongkok dan mengelus lembut pucuk kepala Suzy.

“Ya! Panggil aku Chanyeol sunbae, atau Chanyeol oppa. Dasar hoobae aneh” omel Chanyeol sambil berkacak pinggang, Suzy menatapnya sebentar dan mencibir tak peduli.

“oppa.. kakiku pegal” rengek Suzy, sambil menunjuk kedua kakinya yg sekarang sudah ia luruskan dilantai guna melepas lelah yg dipikulnya selama 2 jam pelajaran ah bukan 4 jam pelajaran, tadi Mr Taecyeon juga menghukumnya atas pemintaan Mrs Victoria yg notabennya sicalon istri masa depan.

“oppa akan memijat kakimu nanti dirumah” ujar Kai lembut, Chanyeol mencibir melihat kelakuan Kai yg menurutnya terlalu memanjakan sang adik.

“cih, manja” sinis  Chanyeol, Suzy menatapnya garang.

Dalam hati ia terus mengumpat kenapa chingu oppanya yg satu ini hobi sekali mengajaknya berantem. Kalau saja Suzy bisa bela diri sudah ia rontokkan gigi Chanyeol agar ia tak berani membuka mulutnya. Membayangkanya membuat Suzy tertawa senang, namun angan-angan tetaplah angan-angan. Kenyataannya adalah Chanyeol pemegang sabuk hitam taekwondo dan Suzy berlatih kuda-kuda taekwondo saja tak becus.

“Ya! Diam kau” bentak Suzy, emosinya sudah mencapai ubun-ubun. “Oh ya, ada apa oppa mencariku?” tanya Suzy seraya memiringkan kepalanya kekiri, nada bicaranya berubah manja ketika bertanya pada Kai. Namja didepannya itu nampak merogOh saku celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang.

“kau lupa uang jajanmu” Kai menyodorkan uang itu pada Suzy, Suzy menerima uang jajannya dan tersenyum senang.

“ah, gomawo oppa” Suzy mengecup pipi kiri oppanya singkat, ia pun menyadari kesalahannya beberapa detik kemudian. Ia lupa ini sekolah dan kebiasaan dirumah harus ia hilangkan selama mereka sedang berada dilingkungan sekolah.

“mianhe oppa. Aku lupa” Suzy tersenyum aneh dan memamerkan gigi kelincinya, Kai menganguk memaklumi sikap pelupa yeodongsaengnya dan menepuk kepala Suzy.

“oppa pergi dulu ne. Annyeong” pamit Kai, Suzy melambai-lambaikan tangannya kearah Kai yg perlahan menjauh hingga lenyap diantara banyaknya siswa sekolah ini. Suzy pun berbalik dan segera menyeret Sulli yg masih sibuk dengan twitternya ke cafetaria. Tak dihiraukan suara protes Sulli, ia masih menarik-narik tangan yeoja itu dan menyeretnya secepat mungkin.

“dasar kau ini” Sulli menepuk kepala Suzy dengan majalah yg dipinjamnya dari Jiyeon disepanjang perjalanan menuju cafetaria, Suzy memegangi pucuk kepalanya.

“appo.. “ rengeknya, Sulli mendengus kesal.

“bagaimana dengan Chanyeol” goda Suzy ketika pesanan mereka sudah datang, Sulli mendongakkan kepalanya dan terlihat sedikit salah tingkah.

“em.. bi.. biasa saja” jawabnya gugup, Suzy tersenyum jahil melihat chingunya yg sudah gelagapan. Ia mencolek tangan Sulli dan mulai meledekinya.

“Ya! Ya! Ya! Jangan dibahas lagi” Sulli mengibas-ibaskan tangannya diudara dan membuat Suzy terkekeh pelan melihat tingkah laku yeoja itu. Ia sangat suka menggoda Sulli, karena wajahnya yg berubah menjadi semerah tomat ketika ia menyinggung nama Chanyeol yg statusnya calon namjachingunya itu sangat menggemaskan dan membuatnya ingin mencubit pipi merah Sulli.

“kau lihatlah mukamu” Suzy mencubit kedua pipi Sulli gemas dan tertawa terbaha-bahak. Sulli hanya dapat menggerutu tak jelas dengan perlakuan Suzy.

“kau lebih lucu”  Sehun datang tiba-tiba dan kini kedua tangannya tengah mencubit pipi Suzy dari belakang, refleks Suzy melepaskan cubitanyya dari wajah Sulli dan memegang tangan Sehun yg semakin brutal mencubiti pipi chubynya.

“appo.. appo.. Chagiya appo” rintih Suzy, Sehun melepaskan cubitannya dan mengambil posisi duduk disebelah Suzy. Ia menyerobot jus strawberry yg belum disentuh Suzy dan menegaknya sampai habis.

“kau ini hobi sekali menyiksaku” Suzy memukul lengan Sehun dan membuat namja itu meringis kesakitan.

“habis kalau marah kau menggemaskan sekali. Aku jadi tak tahan menjahilimu” Sehun tersenyum lebar dan dibalas tatapan tajam oleh yeojachingunya.

“dasar kau ini, nappeun namja” protes Suzy, Sehun terkekeh pelan dan merangkul pinggang Suzy membuat yeoja itu tertarik kesamping.

“aish, lepaskan. Malu tahu” Suzy mencoba melepaskan rangkulan Sehun, namja itu terkekeh pelan dan memperkuat rangkulannya.

“cih, lagi-lagi jadi obat nyamuk” cibir Sulli sambil menatap tajam Sehun lalu kearah Suzy, Sehun tersenyum senang melihat Sulli mulai bete.

“makanya sana cari namjachingu” titah Sehun yg  langsung mendapat death glare dari Sulli, ia mengerucutkan bibirnya sebal dan lebih memilih balik kekelas meninggalkan sepasang kekasih yg menurutnya bodoh dan konyol itu.

“Ya! Mau kenama kau! Tolong aku dulu! Sulli-ah” teriak Suzy, Sulli membalikkan badannya dan menyunggingkan senyum jahilnya.

“Shireo. Dah Suzy-ah” Sulli berbalik, mengangkat satu tangannya dan melambai. Suzy menatap yeoja itu tak percaya, yg benar saja masak ia tega meninggalkan dirinya.

“hati-hati Sulli-ah” teriak Sehun, Sulli nampak mengangkat jempolnya dan berlalu pergi. Suzy menatap chingunya itu tak percaya, mulutnya sedikit terbuka.

“awas air liurmu jatuh” Sehun menutup mulut Suzy dengan tangannya.

“aish kau ini. Cepat lepaskan! Aku malu tahu” pinta Suzy, namun Sehun tetap tak bergeming dengan rintihan Suzy ia malah semakin megeratkan pelukannya dan mulai mengoceh tentang berbagai hal.

…………………………………

BRAKK

Suzy membuka kasar pintu rumahnya, eomanya yg sedang asyik bereksperimen didapur berlari menuju arah suara. Ia mengerutkan dahinya heran melihat wajah anaknya itu nampak kusut.

“waeyo Suzy-ah? Wae?” tanya eoma Suzy khawatir, Suzy berjalan melewati eomanya tanpa ada niatan menjawab pertanyaan emanya. Ia menghempaskan tubuhnya disofa dan mulai menggerutu tak jelas.

“Chagi, kenapa marah-marah?” tanya eoma Suzy lembut, yeoja itu menoleh dan membuang nafasnya kesal.

“Sehun membuatku malu, benar-benar malu eoma” adu Suzy.

“malu? Hahahahaha.. apa yg dia lakukan?” tanya eoma Suzy penasaran.

“dia memelukku seperti ini” Suzy mempraktekkan tindakan Sehun pada eomanya “sepanjang jam istirahat dicafetaria” lanjut Suzy. Eoma Suzy terkekeh pelan mendengar cerita anak gadis satu-satunya itu.

“eoma jadi penasaran dengan namja itu” ucap eoma Suzy masih menahan tawanya.

“baiklah, kapan-kapan akan aku kenalkan pada eoma. Dia itu tak bisa diam 1 menit saja. Eoma tahu aku lelah dan sebal sekali harus mengikutinya kesana-kesini” gerutu Suzy.

“tapi kau nampak senang menceritakannya” eoma Suzy terkekeh kecil, membuat Suzy menoleh pada eomanya dengan pandangan tak percaya.

“begitukah kelihatannya?” tanyanya polos, ia benar-benar tak mengerti dari sudut pandang mana eomanya melihat.

“ehem.. lihat, setiap kau bercerita tentang Sehun pasti kau tersenyum seperti ini” eoma Suzy menirukan gaya bicara dan mimik wajah anaknya saat yeoja itu selalu mengeluh tentang kehyperaktifan Sehun.

“Mwo? Jinja? Sebegitukah eoma?” mulut Suzy terbuka tak percaya dengan apa yg dilihatnya, sebegitu bahagiakah dirinya pada sikap Sehun yg kelewat aktif itu. Eoma Suzy menganguk membenarkan dan tersenyum melihat kelakuan putrinya.

Kai nampak memasuki rumah sambil meneteng bola basket, ia habis bermain basket dengan Chanyeol guna melepas penat. Ia mengerutkan dahinya heran melihat eomanya tertawa kecil dan mulut Suzy yg menganga cukup lebar.

“sepertinya asyik sekali” Kai memeluk eomanya dari belakang dan mengecup pipi kanan yeoja paruh baya itu.

“Chagi,  kau sudah pulang” nyonya Kim tersenyum lembut menyambut putra sulungnya yg baru saja pulang, Kai beralih memeluk Suzy.

“oppa, kau bau sekali. Jangan memelukku” protes Suzy sambil melepaskan pelukan namja yg dipanggil oppa itu. alih-alih melepaskan pelukannya, Kai malah mempererat pelukkannya dan membuat Suzy berteriak karena keringatnya menempel ditubuh Suzy.

……………………………………..

Sehun mengendap-endap untuk mengagetkan Suzy yg tengah menikmati semilirnya angin dilapangan olahraga. Ia menutup kedua mata Suzy.

“oppa! Aku tau itu kau” Suzy berteriak begitu mendapati tangan Sehun telah menutup matanya dengan sempurna. Namja itu mendengus kesal mengetahui rencananya sia-sia.

“aish kau ini. kau bolos lagi huh?” Suzy menjitak kepala Sehun pelan dan membuatnya meringis kesakitan.

“Mrs. Victoria, dia seperti setan. Aku malas melihatnya” jawab Sehun santai, ia mengambil posisi duduk disebelah Suzy dan menyenderkan kepalanya dibahu kanan Suzy.

“ck, dasar kau ini. murid nakal!” cibir Suzy.

“kau lelahkan? Ini minumlah” Sehun menyodorkan sebotol minuman yg baru saja dibelinya di cafetaria pada Suzy.

Karena ini jam pelajaran olahraga, tentu saja yeojachingunya membutuhkan air untuk melepas dahaga. Sebenarnya alasan lain dirinya membolos adalah untuk membelikan yeojanya minuman. Alasan yg konyol, tapi memang begitulah seorang Oh Sehun. Suzy menerima dengan senang hati dan mengecup pipi kiri Sehun kilat. Sesaat otak Sehun berhenti, ia memegangi pipi kirinya dan menyeringai mendapatkan suatu ide.

“ck beraninya kau” Sehun menatap Suzy dan memicingkan matanya.

Didekatkannya perlahan wajahnya kewajah Suzy yg sudah berubah menjadi merah. Ia mengikis jarak diantara keduanya, Suzy menutup matanya.

“hahahahahaha” tawa Sehun meledak, sontak Suzy membuka matanya kembali.

Mulut yeoja itu sedikit menganga karena kejadian barusan. Yg benar saja, lagi-lagi namjachingunya menjahilinya untuk yg kesekian kali. Ia mendengus kesal dan menggerutu tak jelas.

“aish, jangan cemberut seperti itu. kau mengharapkan sesuatu ya?” goda Sehun, Suzy mendelik dan menatap Sehun dengan death glare andalannya yg biasa ia tujukan pada Chanyeol.

“kau mengerjaiku!” Suzy memukul Sehun namun namja itu malah tertawa semakin keras.

Tiba-tiba dipegangnya kedua tangan Suzy, hingga yeoja itu tak dapat menggerakkan tangannya. Kini Sehun sepertinya benar-benar serius, ia mengecup Suzy lembut dan melumat bibirnya perlahan. Suzy membulatkan matanya tak percaya, iapun membalas ciuman Sehun dengan lembut. Lama, Sehun nampak tak ingin melepaskann ciuman mereka walau Suzy sudah meronta-ronta. Baru setelah ia kehabisan nafas, Sehun melepaskan kecupannya. Suzy nampak terengah-engah lalu memukul bahu Sehun.

“Ya! Kau ini dasar!” omel Suzy, namja yg dimarahi hanya terkekeh kecil.

“Tapi kau suka kan” godanya kembali. Suzy mengalihkan pandangannya dan berpura-pura marah, tetapi sebenarnya ia hanya menutupi rasa malunya saja.

“chagiya” panggil Sehun lembut, Suzy menoleh dan menatap Sehun heran. Tumben namjachingunya memanggil dengan nada selembut itu.

“Waeyo chagiya?” balas Suzy dibuat selembut mungkin.

“kajja kita kekantin, aku lapar” ajak Sehun, namja itu berdiri dan mengulurkan tangannya. Suzy menganguk setuju seraya menyambut uluran Sehun dengan senang hati.

…………………………….

“OMO. Makanmu banyak sekali” Sehun menunjuk beberapa piring yg telah ludes. Ia menatap Suzy tak percaya, bagaimana mungkin yeojachingunya itu begitu rakus.

“aku lapar chagi, kau tahu aku masih dalam masa pertumbuhan” bela Suzy.

“ck ck ck. Aku tak yakin kau ini seorang yeoja” Sehun menggeleng-gelengkan kepalnya, Suzy mendongak dan memutar kedua bola matanya.

“aish. Lalu kenapa kau jadi pacarku huh?” cibir Suzy “jangan bilang kau tak tahu” lanjut yeoja itu.

“molla” Sehun mengangkat kedua bahunya seraya menggeleng pelan. Suzy nampak menjitak namja didepannya itu.

“Ya! Kau ini hobi sekali menjitak kepalaku” protes Sehun seraya memagangi kepalanya.

“molla, sepertinya tanganku suka pada kepalamu” jawab Suzy asal. Sehun mendengus kesal dan beranjak duduk disamping yeojachingunya, tanpa aba-aba namja itu menggelitiki Suzy.

“oppa, oppa. oppa hentikan” pinta Suzy. Namun Sehun tak menggubris sedikitpun permintaan Suzy, ia tengah asyik menggelitiki yeoja itu.

The End

Annyeong readers semua… sperti biasa aku ngepost ulang ffku yg pernah dipost sebelumnya. Aku pingin aja ff yg pernah aku buat nongol diblog aku. Jadi maaf ya kalau yg udah baca jadi harus baca ulang.. heheh3

Pernah di post di http://baesuzyfanfiction.wordpress.com/

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.. ^^

Advertisements

18 thoughts on “He is My Boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s