THIS BOY!

Gambar

Title                 : This Boy!

Main cast         : Kim Minseok aka Xiumin (EXO), Bae Suzy (Miss A), Xi Luhan (EXO)

Genre               : Comedi (?), School life

Duration          : Ficlet

Rating              : PG-15

WARNING!

Typo(s) everywhere, absurd story

^^Happy Reading^^

Suzy Pov

Aku tersenyum, masih setia menatap seorang namja yg tengah duduk didepanku dan berceloteh ria tentang tes semesternya yg baru selesai hari ini. Sesekali ia menggerutu tentang bagaimana Kang saem, guru paling killer dan galak saentero sekolah itu mengawas dan menatap tajam setiap muridnya agar tak melakukan kecurangan barang sekecilpun. Aku terkekeh pelan dan kadang menanggapi ceritanya dengan angukan seolah-olah mengerti.

“guru menyebalkan, aku harap ia segera pensiun” celotehnya menggebu-gebu.

“jangan begitu, kalau Kang saem pensiun siapa yg akan mengawasi murid nakal sepertimu eoh?” aku tertawa pelan, mengejek namja tampan didepannku itu.

“eish. Siapa bilang aku nakal, aku hanya sedikit em tak patuh saja” protesnya tak terima. PUK. Aku mendaratkan sebuah buku matematika yg cukup tebal dikepalanya dengan pelan, ia mendelik tak terima dengan perlakuan semena-menaku. “YA”

“sama saja pabo. Sudah ah, aku mau pulang” aku memasukkan buku itu kedalam tasku, menyeruput es jeruk yg tinggal setengah lalu beranjak pergi meninggalkannya yg masih berteriak minta ditunggu.

“YA! Bae Suzy tunggu akuu!!”

…………………………

“hah” kuhembuskan nafasku bersamaan dengan kuhempaskan tubuhku kekasur empuk dibelakangku, aku berguling kekanan lalu terdiam sesaat, berguling lagi kekiri dan memejamkan mataku. “HAH” kubalikkan tubuhku hingga telentang, aku mengacak-acak rambut kusut yg sudah 2 hari tak dibersihkan itu dengan frsutasi. “AAAA… pabo, yeoja pabo. Hampir saja ketahuan.” aku berteriak tak jelas merutuki kebodohanku beberapa jam yg lalu.

Flashback

Namja itu masih duduk seperti biasa, memesan semangkuk ramyeon, cappuccino kesukaanya dan duduk dibangku paling ujung cafeteria. Aku masih memandang namja itu dengan sejuta senyum penuh arti, namja bernama lengkap Kim Minseok atau akrab dipanggil Xiumin itu telah lama mencuri perhatianku. Masih mengawasi kegiatannya hingga aku tak sadar seorang namja baru saja duduk disampingku membawa beberapa snack dan meletakkan dimeja hingga menimbulkan sedikit bunyi.

“Suzy-ah, oi suzy!” namja itu memukul pelan lenganku dan dengan sekejap perhatianku yg tadinya terfokus pada namja berpipi bulat kini berganti. Aku menoleh, memutar bola mataku malas melihat Luhan yg kini membuka salah satu snack berukuran jumbo dan melahapnya dengan nafsu makan yg cukup besar. Ah kapan sih terakhir dia makan?

“wae?” aku kembali menolehkan kepalaku dan mengamati Xiumin yg kini sedang bercanda dan tertawa dengan teman-temannya.

“kau lihat apa? Air liurmu menetes, matamu melotot” Luhan menunjuk-nunjuk mukaku, sontak aku menepis tangannya dan memandangnya tajam dan kesal. Oh great, dia benar-benar tak hanya cerewet tetapi juga menganggu.

“eish jinjja. Ya berhenti menggangguku, sana kembali kekelasmu!” usirku kesal pada namja tampan nan cantik yg mempunyai segudang fans disekolah itu. Aku heran kenapa yeoja-yeoja itu mengidolakan seorang Xi Luhan yg teramat menggangu dan cerewet melebihi ahjuma-ahjuma disekitar rumah.

“Ya! Kau kenapa sih” protesnya tak terima, ia mengamatiku yg masih setia memandang Xiumin, kulihat namja itu bersmirk ria setelah ia mengikuti arah pandangku. Deg. OMO, aku menoleh, menatapnya dengan mata melotot, kugigit bibir bawahku tanda cemas. Andwe, jangan sampai dia tahu. Aku belum siap bila-bila mulutya yg suka berkoar itu membuat seorang Kim Minseok mengetahui perasaanku.

“AHA! Kau menyukai Suho hyung kan!” ia menjentikkan jarinya dengan wajah berbinar bak menemukan lotre yg sangat besar. Aku mengerutkan dahiku heran, setengah syok, setengah bersyukur karena penyakit tak peka Luhan. Baru kali ini aku mensyukuri kelemotan Luhan yg kelewat batas.

“bwahahahaha” aku tertawa terpingkal-pingkal karena tak tahan melihat ekspresinya yg terlalu pede dengan asumsinya yg salah itu. “jinjja daebak kau Luhan-ah” kupegangi perutku saat Luhan memasang wajah tak mengertinya.

“Wae? Wae?” ia berteriak tak teriak, aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.

Flashback End.

Tuk tuk tuk.

Aku menoleh dengan dahi berkerut, perlahan aku melangkah menuju balkon, kusibak tirai berwarna cream didepanku dan menemukan seorang namja mengetuk-ngetuk pintu kaca kamarku dengan ranting pohon dari balkon kamarnya.

“Suzy-ah!” ujarnya girang saat aku membuka pintu kaca kamarku, kuputar bola mataku malas. Baiklah apalagi ulahnya kali ini. Kuhembuskan nafasku berat ketika Luhan kini bersiap melompat dan Hup, dengan sekejap namja itu sudah berada didepanku. Aku menutup kembali pintu didepanku.

“Ya! Suzy-ah bukakan pintunya” ia menggedor-gedor pintu didepannya, aku mengehembuskan nafas kesal untuk yg kesekian kalinya sebelum kubukan pintu untuknya.

“Wae? Kenapa lagi tuan Xi” tanyaku malas, ia hanya tersenyum tak jelas lalu berjalan masuk dan duduk dikasur seraya meraih majalah yg tergeletak disampingnya.

“Suho hyung, aku punya ide agar kau bisa dekat dengan pujaanmu” ia tertawa-tawa tak jelas sembari bertepuk tangan. Oh My God, apalagi ini. Yg benar saja, bukan Suho sunbae yg kusukai tetapi namja yg duduk disampingya.

“kau tahu kan, aku cukup dekat dengan Xiumin hyung. Aku bisa minta bantuannya” ia menganguk-angukan kepalanya mantap.

“STOP!” aku merebut majalah dari tangannya dan melipat majalah itu hingga tak berbentuk. “dengarkan aku Xi Luhan yg lemotnya kelewat batas dan cerewetnya yg melebihi Jung ahjuma. Aku tak M.E.N.Y.U.K.A.I Suho sunbae. Never!!” ujarku dengan penuh penekanan disetiap katanya. Ia mnegerjap-kerjapkan matanya.

“Eii kau tak bisa berbohong padaku. Aku sudah mengenalmu lebihdari 15 tahun, sejak kina lahir pun kita sudah seperti ini” ia mendekatkan kedua jari telunjuknya “jadi tak mungkin aku salah mengenali ekspresimu pada Suho hyung. Kau tak bisa membodohiku kali ini Bae Suzy” ucapny bangga.

Aku mengacak rambutku frustasi, hah harus bagaimana menjelaskan pada namja yg super duper keras kepala ini. Yg kusukai Xiumin, namja berpipi bulat seperti bakpao, bukan Suho, namja kaya raya dengan senyum manis yg digilai Sulli teman sebangkunya.

“tak usah malu eoh. tenang saja, serahkan semua padaku. Dalam waktu sebulan kujamin kau sudah menjadi kekasihnya” ia berdiri dan menepuk dadanya bangga.

Aku mendengus kesal “sana pulang! Kau membuatku tambah tua melihat kelakuanmu” kudorong tubuhnya kearah balkon, ia meronta tak terima lalu berbalik.

“chankama. Kau mengusirku hah?” tanyanya, aku menganguk mantap yg reflex membuatnya melotot. “Ya! bagaimana kau bisa mengusirku” protesnya.

“Bisa saja. Ini kamarku. Terserah aku dong” aku kembali menyeretnya kearah balkon dengan susah payah “Kau membuatku pusing. Sana pulang kekamarmu!” kututup pintu kaca didepanku hingga menimbulkan suara yg cukup keras.

 “HEI! BUKA PINTUNYA!! KAU TAK BISA MENGUSIRKU SEPERTI INI!!” Luhan masih setia berdiri dibalkon kamar Suzy dan menggedor-gedor pintu kaca didepannya secara membabi buta. “YA! BAE SUZY!!!!”. Aku menutup telingaku lalu menyumpal keduanya dengan headset.

THE END

Hai, hallo, annyeong, ini cerita pendek abal dan ringan buat readers. Ini aku buat dalam waktu kilat dan disela-sela belajar buat US. Sebenernya mau aku post dari 2 hari yg lalu, berhubung koneksi ngadat jadinya br bisa sekarang.. oya aku mau UN minta doanya ya.. hehehe3

Jangan lupa tinggalkan jejak…

Advertisements

17 thoughts on “THIS BOY!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s