PAIN

 

Main cast        : Bae Suzy (Miss A), Park Chanyeol (EXO), Krystal Jung (f(x)), Choi Sulli (f(x)),

Genre              : Sad, Angst

Duration         : Vignette

Rating             : PG-13

 

W.A.R.N.I.N.G.!.

Typo(s) bertebaran.!!. Cerita absurd .!!.

^^Happy reading^^

 

Suzy Pov

Terdiam, aku hanyalah seorang pengecut yg menjadi bayanganmu.

Aku mengerti ruang dihatimu bukan untukku lagi.

Aku tahu kau mencintainya.

Tapi aku rapuh tanpa dirimu.

Aku tahu, dan ini sama-sama menyakiti kita.

Untuk yg kesekian kalinya, aku menghembuskan nafas kasar. Meyisir kesegala sudut taman yg sudah nampak sepi karena matahari yg perlahan-lahan tenggelam, mataku terpejam karena seseorang yg kutunggu tak menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Gelap, sakit, aku mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini. Kecewa, tentu saja. Aku sudah menunggunya lebih dari 4 jam dan harus menelan kekecewaan yg berlipat. Terlalu banyak penyesalan, terlalu banyak kekecewaan, terlalu banyak penantian, aku lelah menjalani kehidupan yg menjemukan ini.

Aku berdiri dan menyeka air mataku, kulangkahkan kakiku cepat menuju parkiran dan melajukan mobilku dengan kecepatan maksimum menuju kompleks perumahan mewah. Mataku menatap tajam sebuah rumah bergaya modern yg tak jauh dari tempatku memarkirkan mobilku.

Seorang namja keluar dari rumah itu, aku tersenyum miris menatapnya. Dia tak berubah, wajahnya masih tampan walau sudah 2 tahun aku tak menemuinya. Ya dia, namja yg kutunggu ditaman sejak tadi. Kini ia melajukan mobil sport hitamnya entah keman.

“huft” kehela nafasku mendapati mobil itu melintas bergitu saja disampingku. “bogoshipo” lirih menatap kaca spion yg memantulkan mobil hitam itu.

Author Pov

Seorang yeoja berambut merah panjang nan mencolok melambai-lambaikan tangannya dari tempatnya duduk. Ia tersenyum senang mendapati sahabatnya yg baru saja pulang dari Australia itu berjalan perlahan kearahnya dan kini sudah duduk manis didepannya.

“Aigo. Aku merindukanmu…..!!!” Krystal berdiri lalu memeluk yeoja cantik berkucir kuda.

“aku tahu. hahahah” yeoja yg dipeluk hanya terkekeh pelan melihat tingkah kekanakan teman semasa kuliahnya itu yg masih saja kekanakan, perlahan yeoja cantik berambut merah itu melepaskan pelukannya lalu berlari kecil ketempatnya semula. Ia menopang kepalanya dengan kedua tangannya yg ia letakkan dimeja, bersiap-siap mendengarkan cerita sahabatnya itu.

“apa?” tanya Suzy datar saat ia mengalihkan sejenak pandangannya dari daftar menu.

“pernikahanmu! Apalagi” sahutnya sedikit berteriak membuat beberapa pengunjung menoleh kearah mereka. Suzy mendelik tajam kearah Krystal.

“wae?” herannya tak terima karena mendapat pelototan dari yeoja didepannya. “kau sebentar lagi menikah. Jadi apa yg bisa kubant?” tanyanya penuh antusias yg menurut Suzy terlalu berlebihan.

“huft” Suzy menutup buku menu ditangannya, ia menghela nafas dan menolehkan kepalanya keluar jendela transaparan disampingnya. Matanya menerwang jauh. “entahlah” lirihnya dengan senyuman miris karena tiba-tiba bayangan namja yg sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menjadi calon suaminya itu muncul dipikarannya.

Krystal mengerutkan dahinya heran melihat ekspresi sedih Suzy, “ada apa eoh? apa kau tak bahagia dengan pernikahan ini? Bukankah ini yg kalian impikan sejak dulu?” herannya membuat Suzy menoleh dan menyunggingkan senyuman getirnya.

Suzy ingat betul, ingat saat dia dan namja itu 4 tahun yg lalu masih seorang mahasiswa tingkat akhir yg baru sibuk-sibuknya mempersiapkan skripsi mereka. Ia ingat betul bagaimana dirinya dan namja yg selalu tampan dimatanya itu merayakan 2 tahun kebersamaan mereka sebagai sepasang kekasih. Namja itu mengajaknya kesebuah restoran mewah yg dan memberinya cincin, ia juga diberi kejutan sebuah lagu yg special namja itu buatkan untuk Suzy. Ia masih ingat betul betapa bahagianya dirinya saat itu. Namun semua hanya masa lalu, ya masa lalu yg indah.

“hey. Kau melamun?” Krystal menggoyang-goyangkan tangannya didepan mata Suzy, membuat yeoja itu kembali kealam sadarnya.

“kenapa? Cerita padaku.” Lirih Krystal ikut-ikutan sedih karena melihat raut muka sendu diwajah sahabatnya itu.

Butiran bening lolos begitu saja dari kelopak mata Suzy tatkala matanya menangkap sesosok manusia yg baru saja memasuki café bersama beberapa temannya. Hatinya bagai tertusuk saat namja berambut gelap itu menautkan tangannya dan menggenggam lembut seorang yeoja yg entahlah ia sendiri tak begitu mengenalnya.

Krystal menoleh, mengikuti arah pandangan Suzy. Matanya melotot dengan mulut sedikit terbuka, terdirat pancaran amarah dikedua bola matanya. Ia menggebrak meja kasar lalu berdiri, dengan cepat Suzy memegang tangan Krystal dan menahan yeoja itu yg sudah bersiap-siap melabrak namja yg ia ketahui adalah namjachingu Suzy. Suzy menggeleng lalu menyuruh sahabatnya itu untuk duduk kembali.

“WAE? Kenapa kau diam saja eoh? bukankah dia calon suamimu? Berani sekali ia berselingkuh dan mengkhianatimu! Biar aku labrak! Kujambak-jambak rambutnya dan rambut yeoja pendek itu!” ujar Krystal berapi-api, Suzy hanya dapat tersenyum miris sembari menahan tangisnya.

“Sudahlah” lirih Suzy sembari menatap 3 namja dan 1 yeoja yg duduk jauh dari tempatnya dan Krystal, ia menatap sedih saat namja itu tertawa lepas dan sesekali mengacak rambut yeoja disampingya. Krystal menoleh, membalikkan badan kebelakang dan menatap tajam namja berbaju biru couple dengan yeoja disampingnya.

“Bahkan baju mereka sama! Apa-apaan ini! Namja itu cari mati rupanya! Kugantung dia dihalaman depan rumahnya nanti! Lihat saja!” ujar Krystal, tangannya terjulur kedepan dengan gerakan mencekik yg membuat beberapa pengunjung disebelah mereka tertawa melihat kelakuan Krystal.

“sudahlah Krys-ah” ujar Suzy, Krystal menoleh dan melotot kearah yeoja didepannya. Sudahlah-sudahlah, hanya kata-kata itu yg keluar dari bibir mungil Suzy membuatnya geram. Hello, disini calon suaminya jelas-jelas selingkuh didepan matanya dan Suzy hanya berkata “sudahlah”. Ia gila, mereka gila, dan Krystal mulai pusing sendiri.

“ya! bae Suzy! Apa kau tak waras! Dia!” Krystal menunjuk namja itu “Tunanganmu! Bahkan kalian akan menikah 4 bulan lagi! Sedang selingkuh!!! S.E.L.I.N.G.K.U.H.!” teriak Krystal dengan penakanan disetiap katanya membuat Suzy hanya dapat menatapnya sedih.

Ya ia tahu, mereka akan menikah. Bahkan semua persiapan sudah disiapkan kedua belah pihak keluarga jauh-jauh hari. “aku tahu”

“Sekarang ayo kita labrak mereka! Akan kujadikan daging cincang, tanganku sudah gatal dari tadi” teriak Krystal, Suzy menggeleng lalu tiba-tiba menarik tangan Krystal keluar café. Matanya melirik sekilas saat didapatinya tangan namja itu memeluk pinggang yeoja cantik disampingnya. Perih. Untuk kesekian kalinya Suzy hanya dapat menahan perihnya sendiri.

“YA!” Krystal menghempaskan tangan Suzy saat mereka sudah sampai ditaman yg berada tepat diseberang café, taman tempo hari tempat Suzy menunggu namjanya yg tak pernah datang.

“ada apa sebenarnya!” tuntuk yeoja itu meminta penjelasan. Suzy menhempaskan tubuhnya pada bangku taman disampingnya, ia menyenderkan kepalanya dan memejamkan mata merasakan detak jantungnya yg terus berdebar dan terasa sakit. Amarah, kesedihan, kekecewaan, rindu semua menjadi satu dan membuat perasaan tak karuan. Krystal ikut duduk dan memandang tajam sahabatnya yg masih memejamkan mata.

Suzy Pov

Aku memejamkan mata, mengingat dan mengorek kembali cerita yg kubenci, aku tahu Krystal pasti bingung dengan hubungan kami. Kutarik nafasku dalam-dalam lalu mulai membuka bibirku “kami tidak sejalan lagi” lirih membuat Krystal yg baru beberapa detik yg lalu menyenderkan kepalanya tiba-tiba berdiri dan menoleh.

“MWO?” teriakknya membuatku harus menutup telinga karena pekikannya yg sangat nyaring.

“Kegilaan apa lagi ini hah? Apa maksudmu? Aku tak mengerti?” tanyanya beruntun membuatku menyunggingkan senyuman tipis masih dengan mata terpejam. “lalu pernikahan kalian?”

“ini kemauan orangtua kami. Perjodohan yg sudah diatur semenjak perusahaan appa bekerjasama dengan tuan Park 2 tahun yg lalu” aku membuka mata dan menoleh pada Krystal dengan pandangan sedih. Mengingat itu semua membuat hatiku semakin perih, aku mencintainya, dia mencintaiku, kami saling mencitai tapi itu dulu. Sekarang semua telah berubah.

“lalu kenapa kau tak menolaknya hah?” tanya Krystal bingung.

“aku mencintainya Krys-ah….” Lirihku seraya menerawang jauh kedepan “tapi dia tak mencintaiku lagi” ujarku. Krytal yg nampak syok hanya mematung dengan mata melotot yg hampir keluar.

“tiga tahun yg lalu saat aku pergi ke Australia hubungan kami masih baik-baik saja. Seiring waktu berlalu kami jarang berkomunikasi dan bertemu karena aku dan dia sama-sama sibuk bekerja hingga dua tahun yg lalu tiba-tiba semuanya sudah berubah. Kami benar-benar tak pernah bertemu bahkan berkomunikasi walau sekedar sms. Aku selalu mencoba meneleponnya tapi dia tak pernah mengangkat panggilanku. Dan saat aku meminta Yoona eoni menyelidiki ada apa dengannya…” aku menggantung kalimatku karena dadaku sudah benar-benar sesak.

“eoni mengirimiku beberapa fotonya dan yeoja itu, Yoona eoni bilang mereka sedang berkencan” lirihku.

“MWOO???? Yang benar saja. Lalu kenapa dia tak menolak pernikahan kalian?” tanyanya dengan nada tinggi, aku hanya dapat menggeleng.

“Ia sudah menolak mati-matian, tapi tuan Park tetap bersikukuh dengan keputusannya” aku berdiri lalu menoleh kearah Krystal yg masih duduk dengan wajah tercengang. “bukankah aku menyedihkan. Mengharapkan seseorang yg sudah benar-benar menghapus diriku dari hatinya. Tapi aku mencintainya Krys” aku tersenyum manis dengan air mata yg sudah mengalir perlahan menuruni pipi chubyku.

“Suzy-ah! Masih banyak namja diluar sana. Kalau begini kau tak akan bahagia” Krystal berujar lembut, aku menggeleng masih dengan tersenyum

“aniyo, aku bahagia. Hanya dengan berada disampingnya itu sudah cukup. Aku yakin hatinya pasti kembali padaku seiring kebersamaan kami nanti” lirihku lalu berbalik meninggalkan Krystal yg nampak memasang wajah sedih dan khawatir.

Aku bahagia, ya aku yakin aku pasti bahagia.

Author Pov

Waktu berlalu begitu cepat hingga akhirnya hari yg ditunggu-tunggu oleh Bae Suzy, gadis cantik berambut hitam itu tiba. Hari pernikahannya dengan Park Chanyeol. Ia masih menatap lekat pantulan dirinya dengan balutan gaun pengantin tanpa lengan, ia tersenyum melihat betapa ia mengidam-idamkan gaun yg ia kenakan saat ini sejak ia kecil.

“Suzy-ah” panggil Krystal pelan, Suzy menoleh dengan senyuman bahagia saat yeoja itu membuka pintu dan berjalan mendekatinya. “kau cantik sekali. aku harap kau bahagia ne” Krystal memeluk sahabatnya itu.

“gomawo Krys-ah” Suzy menganguk dan tersenyum.

Saat mereka masih asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut dari luar ruangan mereka, sontak Krystal berlari kecil menengok apa yg terjadi. Yeoja itu melihat tuan Park dan Tuan Bae yg nampak berlari terburu-buru dengan wajah merah menahan amarah menuju pintu keluar, dibelakangnya Nyonya Park dan Nyonya Bae berlari menyusul dengan wajah tak kalah menyeramkan.

“ada apa?” tanya Suzy ikut-ikut menyembulkan kepalanya dari belakang pintu membuar Krystal kaget. ia sama-sama bingung ketika melihat kakak Chanyeol berlari keluar sambil mengumpat dengan handphone ditelinga kanannya.

“eoni ada apa?” Suzy menahan Yoona yg baru saja lewat, eoninya itu menoleh dengan raut muka kusut dan gelisah. Suzy semakin mengerutkan dahinya heran tatkala eoninya itu memelukanya.

“eoni ada apa eoh?” heran Suzy, Yoona melepask pelukannya lalu menatap lekat-lekat manic mata Suzy. Ia menarik nafas dalam-dalam “Chanyeol, dia… dia.. menghilang” lirihnya.

Bagai petir yg menyambar, seketika tubuh Suzy menegang dan panas dingin. Kepalanya pusing, matanya kabur dan puluhan butiran bening sudah berhamburan keluar dari kelopak matanya. Ia duduh terjatuh, menangis tanpa suara membuat Krystal maupun Yoona seakan ikut merasakan kepedihan yeoja cantik didepannya mereka.

Suzy memukul-mukul dadanya berharap rasa sakit yg mendera saat ini sedikit berkurang, ia tiba-tiba berdiri, mengangkat gaunnya yg kelewat panjang lalu berlari keluar gedung. Seketika Krystal dan Yoona panic dan mengejar Suzy.

“Suzy-ah! Suzy-ah!” teriak keduanya namun tak dihiraukan yeoja itu. Suzy memencet layar dihandphonenya, menelepon nomor Chanyeol tapi ia harus menelan rasa kecewa karena hanya suara operator yg menjawab panggilannya.

“jawab.. ayolah cepat dijawab” maki Suzy pada handphonenya sambil berdiri dipinggir jalan, ia menarik perhatian beberapa orang karena penampilannya yg acak-acakan dengan gaun pengantin dan berlari tanpa alas kaki.

Matanya memicing tatkala sebuah mobil melintas didepan matanya, namja itu Park Chanyeol dan yeoja berambut pendek bernama Sulli. Tak salah lagi, tanpa aba-aba Suzy langsung berlari menyusul mobil yg sudah jauh didepannya. Ia menghembuskan nafas lega ketika mobil hitam yg dari tadi dikejarnya nampak berhenti dilampu merah. Suzy mempercepat larinya dan langsung membuka pintu mobil, ia menarik tanga Chanyeol.

Sulli yg kaget karena Suzy sudah menyeret Chanyeol ketrotoar dan memukul namja itu secara membabi buta reflex ikut turun.

“YA!! Beraninya kau! Meninggalkanku dihari pernikahan KITA!!” Suzy memukul Chanyeol, namja itu hanya diam. Tak berniat menghindar dan juga tak berniat melawan, ia memandang Suzy dengan tatapan yg susah diartikan.

“YA! apa yg kau lakukan pada namjaku!!” teriak Sulli mencoba menghalau pukulan Suzy, namun alih-alih menghentikan tangan Suzy, ia malah terkena pukulan hingga membuatnya harus relan terjatuh di aspal.

Chanyeol langsung membantu Sulli dan PLAK ia menampar Suzy. Suzy memegangi pipinya yg terasa panas, ia menatap namja tinggi itu dengan tatapan tak percaya. Kemana Chanyeolnya yg lembut, kemana namjanya yg baik hati hingga tega menamparnya.

“Gwenchana?” Chanyeol membersihkan rok Sulli, membuat Suzy menatap nanar adegan didepannya itu.

“kau berubah” lirih Suzy membuat Chanyeol menoleh. “dimana Chanyeolku? Apa yg kau lakukan pada Chanyeolku! Kembalika dia! Kembalikan dia!!!!” teriak Suzy histeris dengan air mata yg mengalir deras.

“Suzy-ah” panggi Chanyeol “mianhe. aku mencintainya” ia merangkul pinggang Sulli membuat amarah Suzy memuncak.

“Kau!! Yeoja penggoda! Murahan!” tunjuk Suzy pada Sulli membuatnya melotot kaget dan siap-siap melayangkan tamparan namun ditahan oleh Chanyeol. Suzy yg melihatnya menyunggingkan senyuman sinis, ia meliri kesamping dan melihat sebuah truk yg melaju kencang.

Segera tangan Suzy menarik baju dan tangan Chanyeol erat hingga namja itu tertarik kedepan, Suzy menjatuhkan tubuh mereka berdua kejalan tepat setelah itu.

BRUK

Suara benturan keras membuat Sulli memekik histeris karena tubuh namjachingunya terpental bersamaan dengan tubuh Suzy. Samar-samar sebuah senyuman manis tercetak diwajah Suzy saat ia menatap Chanyeol.

“OPPA!!! ANDWEE!!” teriaknya saat tubuh Chanyeol melayang dan membentur keras aspal hingga mengeluarkan begitu banyak darah.

Bila aku tak bisa memilikimu, orang itu juga tak boleh memilikimu. Aku tak mau pergi sendiri dan kembali merasa kesepian seperti kemarin. Aku kita bertemu kembali dikehidupan yg akan datang oppa. saranghe.

THE END

Hallo readers. Entah kenapa tangan aku gatel pgn nulis padahal bentar lagi mau UN. Em seperti biasa ceritaku absurd dan gag jelas. Harap maklum ya. dan buat yg bingung jalan ceritanya yg sabar ya, aku sendiri juga bingung itu cerita aneh banget XD

Oke, jangan lupa tinggalkan jejak kalian karena koment, masukan, kritik dan saran adalah penyemangat buatku.. hehehe ^^

Advertisements

9 thoughts on “PAIN

  1. Yaampun, aku ngerasa suzy disini miris bgt kesannya. Dia jdi egois bgt, tapi siapa yg ga sakit cba kalo ada di posisi dia 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s