Colorful Twinkle part 2

Gambar
Main cast : Xiumin(EXO), Kris (EXO), Park Chanyeol (EXO), Bae Suzy (Miss A), Choi Sulli (F(X)), Krystal Jung (EXO)
Support cast : Oh Sehun (EXO) , Luhan (EXO), Baekhyun (EXO), Victoria(F(X)), Ji Eun, So Na Eun (A PINK)
Genre : Romance, School life
Duration : chaptered
Rating : PG-15

WARNING!
Typo(s) everywhere.!. Cerita absurd dan gag jelas.!.
HAPPY READING

Xiumin Pov
“nyatakan cinta kalian pada 2 orang pertama yg akan masuk kecafetaria dan dengan berlutut” ujarnya.
Aku menelan air liurku dengan berat, astaga dia benar-benar sunbae kurang kerjaan. Melihat ekspresi tak senangku dan Sehun, Chanyeol sunbae kembali angkat bicara.
“kalau tak mau ya sudah! Cari yg lain sana!” usir Chanyeol sunbae. Aku dan Sehun pun hanya dapat pasrah. Kami berdua melihat ke arah pintu masuk cafetaria dan berdoa. Tak lama dua orang yeoja yg sudah tak asing mucul. Suzy, Sulli kalian memang penyelamatku. Ujarku dalam hati.
Kriss Pov
Kulihat dua hobae namja itu melangkahkan kakinya perlahan menuju dua yeoja yg baru saja masuk. Dari kejauhan kulihat dua orang itu mulai berlutut dan memegang masing-masing yeoja didepannya. Terdengar sorakan siswa-siswi lainnya, dan kedua namja itu terlihat menahan malu teramat sangat. Setelah melaksanakan misi dari Chanyeol mereka kembali dan menagih janji Chanyeol.
“bagus sekali! Good Job” Chanyeol bertepuk tangan dan mengambil bolpoin mulai membubuhkan tanda tangannya. Luhan dan Baekhyun ikut-ikut menggoreskan tinta di lembaran kertas itu.
“kau tak ingin tanda tanganku?” tanyaku pada kedua hoobaeku. Mereka menganguk dengan cepat lalu menyodorkan bolpoinnya. “kau tak tanda tangan Victoria-ah? Ji Eun-ah?” aku menoleh pada mereka secara bergantian lalu Victoria menggeleng sedangkan Ji Eun langsung merebut bolpoin dan membubuhkan tanda tangannya.
“wae?” Ji Eun menoleh dengan tatapan heran pada Victoria. Yg ditatap hanya tertawa kecil.
“aku ingin kalian minta tanda tangan Taecyon dari 2-5 baru aku tanda tangani punya kalian!” perintah Victoria. Sehun dan Xiumin hanya melongo mendengar permintaan Victoria, namun mereka segera menganguk dan belalu pergi.
“kau aneh sekali!” Yoona bertanya pada teman yg duduk disebelahnya itu, Victoria hanya mengangkat bahunya dan tersyum jahil ada Yoona.
“kau ingin mengerjai meraka kan?” Baekhyun menebak, “Bingo. Kau pintar sekali Baekhyun -ah!” saut Victoria.
“kau tahu kan Taecyon itu menyeramkan dan galaknya setengah mati! Aku tak yakin ia memberi secara Cuma-Cuma!” ujar Ji Eun, ia bergidik ngeri membayangkan wajah Taecyon.
“dia tak seperti itu” protes Yoona, Ji Eun, Victoria, Baekhyun dan Chanyeol mendelik ke arah Yoona. “wae? Waeyo?” Yoona tak terima ditatap seperti itu.
“Itu karena Taecyon menyukaimu” Luhan dan Victoria berteriak serempak. Chanyeol dan Ji Eun menganguk setuju sedangkan Kriss sibuk dengan Ipadnya dan memasang headset ditelinganya. Yoona menarik headset Kriss.
“Ya! Kau itu bela aku sedikit!” tuntut Yoona. Kriss mendelik dan merebut kembali headsetnya. Yoona mendengus sebal pada temannya yg dingin itu. Ia menoleh kepada ke empat temannya yg sedang tersyum senang diatas penderitaan yeoja itu. Mereka paling suka membuat Yoona cemberut karena ekspresinya membuat mereka bisa terhibur dan tertawa.
Suzy Pov
Kehempaskan tubuhku dikasur empuk nan menggoda itu, ini sudah hari ke 8. Tinggal 2 hari lagi untuk mengumpulkan semua tanda tangan sunbae sunbae itu. Aku mengingat beberapa permintaan aneh sunbae-sunbae gila, ada yg minta mawar, ada yg suruh nembak temannya, ada yg minta air putih dulu, ada yg minta nomor hp dan permintaan-permintaan lainnya yg sangat tak masuk akal.
Drtt drttt
Kubuka hpku dan nama Sulli tertera pada layar warna warni itu, suzy-ah kurang kelas 2-1. Fighting tinggal satu kelas ^^. Dengan cekatan kubalas smsnya oke.. fighting Sulli-ah. Aku tak menyangka hanya tinggal 1 kelas lagi ku tekan tombol send. Tak lama balasan dari Sulli datang sebenarnya masih ada beberapa yg belum selain kelas 2-1 aku mengerutkan dahiku. Ne ne.. kurang siapa dan berapa?. 2 menit kutunggu balasan dari Sulli kau tahu gank populer sekolah. Kurang mereka berenam dan satu orang menyeramkan beranama Tecyon di 2-5. Aku menghela nafas lalu kuhembuskan dengan kasar tak apa.. masih bisa selesai kok ujarku mencoba menghibur diriku sendiri dan Sulli. Aku melempar hpku kesudur kasur dan mulai menjelajah alam mimpi.
Kulangkahkan kakiku dengan malas kesekolah,badanku serasa mau patah kerana berlari kesana-kemari meminta tanda tangan. Aku mengutuki orang yg membuat tradisi payah ini. Karena sibuk minta tanda tangan kesana-kemari aku sampai lupa mencari namja yg membuatku bersekolah disini. Awas saja bila aku tak bisa menemukan oppaku itu dalam bulan ini, kukutuk kalian yg membuat tradisi ini.
“anyeong Suzy-ah” Xiumin menepuk bahuku, kebiasaan nieh anak mengangetkan orang dan menepuk bahu dari belakang diam-diam.
“Xiumin-ah berhenti membuatku jantungan” ujarku dengan nada kesal. Xiumin hanya terkekeh melihat ekspresi mukaku dan aku hanya dapat menceramahinya.
“aishh, kau ini sudah tertular cerewetnya Sulli” Xiumin berkacak pinggang, aku menoleh padanya. Benarkah? Tanyaku dalam hati. Xiumin meninggalkanku yg masih bertanya-tanya dan menghampiri Sehun yg sedang berjalan didepan kami tadi.

“Sulli-ah kemana kita mencari mereka?” tanyaku pada Sulli. Sulli menghentikan langkahnya, memegangi kepalanya dengan jari telunjuk. Sepertinya Sulli sedang berfikir. Tiba-tiba dia berteriak dan membuatku kaget.
“AHA! Kudengar mereka suka sekali kecafetaria. Kajja kita kecafetaria” Sulli menarik tanganku dan menuntunku ke cafetaria. Sesampainya disana kami mengedarkan pandangan keseluruh sudut cafetaria, sebenarnya tak guna juga aku mencari mereka karena aku tak tahu rupa orang yg kami cari. Tiba-tiba Sulli menarikku ke meja dibawah pohon yg cukup rindang. Kusipitkan dan kupertajam pengelihatanku, kuperhatikan satu-persatu meraka. Wah mereka benar-benar tampan dan cantik, tak salah jika mereka sangat populer. Sesampainya disana, Sulli menyapa para sunbae. Aku masih menatap para sunbaeku itu dengan pandangan takjub, ah satu yg kukenal dari gerombolan itu adalah Yoona sunbae. Aku tersenyum ramah padanya saat ia melirik kearahku.
“Sunbae boleh kami minta tanda tangannya?” tanyaku to the point. Seorang namja bernama Baekhyun melirik kearah Victoria, sepertinya mereka membicarakan sesuatu lalu mereka tersenyum dan membuat perasaanku tak enak. Sunbae bernama Ji Eun mengambil bolpon dan menggoreskan tintanya ke kertas kami.
“kau tak tanda tangan?” tanyanya pada Yoona. Yoona hanya menggeleng “aku sudah, lihat saja dibelakang!” ujarnya. Ji Eun membuka halaman belakang dan menganguk-angukan kepalanya. Victoria membuka suara.
“aku akan beri tanda tandan pada kalian tapi ada syaratnya” Victoria tersyum misterius.
“Ne! Ada syaratnya!” timpla Baekhyun, diikuti angukan Victoria.
“kalian lihat 2 namja disana!” tunjuknya pada dua yg sepertinya seorang sunbae, aku dan Sulli menganguk. “bagus,tanyakan nama mereka dan bawa mereka kesini!” perintahnya. Sulli menganguk dan segera berbalik namun ditahan oleh suara Victoria.
“Eits, bawa mereka kesini sambil mengenggam tangan meraka. Satu orang gengam tangan satu namja itu! Arratchi?” ujar Victoria pada kami.
Aku menelan ludah dengan susah payah, kualihkan pandanganku pada dua namja itu dan Sulli. Wajah Sulli terlihat sedikit pucat ia menggigit bibir bawahnya, anak itu tak kalah khawatirnya denganku. Kutarik tangan Sulli dan berjalan mendekati 2 namja tampan yg sedang tertawa itu. Aku menggenggam tangan Sulli dan memejamkanmata seraya membungkukkan badan menyapa kedua sunbae itu. Mereka menoleh dan menatap kami heran. Aku menggigit bibir bawahku dan memainkan jemariku tanda gugup.
“Annyeong sunbae. Bae Suzy imnida” aku memperkenalkan diri dan membuat dua namja itu bingung, kusikut lengan Sulli dan ia kembali tersadar dari terpesonanya. “ah Choi Sulli imnida” ujar Sulli ramah.
“boleh kutahu nama kalian?” tanya Sulli, sesaat namja yg berperawakan tinggi menatap kami tajam satu persatu lalu kulihat dia tersenyum.
Tapi namja satunya menatapku tajam, hanya diriku. Itu membuatku salah tingkah setengah mati dan menundukkan kepalaku. Bayangkan saja ditatap oleh namja tampan siapa yg tidak grogi coba?
“Park Chaenyol, namaku Chanyeol” Chanyeol mengulurkan tanganya, Sulli menyambut tangan Chanyeol dengan ceria sedangkan aku masih menungukkan kepalaku. Kali ini Sulli yg menyikut lenganku, kuulurkan tanganku pada Chanyeol sunbae lalu tersyum. Sulli mengalihkan pandangannya kearah sunbae satunya.
“Kriss Wu” ujar namja itu dingin dan datar, sontak aku mendongakkan kepalaku. Wu Kriss? Aku tak salah dengarkan? Kutatap namja itu dan kuperhatikan dengan detail, aigoo kenapa aku bisa lupa pada wajahnya yg khas itu?
“oppa” ujarku kaget.
Author Pov
Kriss masih menatap yeoja didepannya itu dengan tajam, pikirannya melayang mencari-cari sesuatu. Wajah dan suaranya sepertinya sangat familiar, tapi sialnya dia tak ingat siapa pemiliknya. Suzy menunduk karena Kriss menatapnya lama, ia memainkan jarinya seraya tertunduk. Ah kebiasaan itu! Bae Suzy?
“Kriss Wu” ujar Kriss dingin dan datar, sontak Suzy mendongakkan kepalanya. Kriss? Apakah Suzy tak salah dengarkan? Suzy menatap namja itu dan diperhatikan dengan detail, aigoo kenapa dia bisa lupa pada wajahnya yg khas itu?
“oppa” ujar Suzy kaget, ia menunjuk Kriss. Kriss menganguk pelan. “OPPA, bogshipo” Suzy langsung memeluk Kriss namun Kriss segera menjauhkan tubuh yeoja itu. Chanyeol dan Sulli hanya menatap adegan itu dengan mulut terbuka.
“kau mengenalnya?” Sulli terheran-heran, Suzy menganguk “sangat mengenalnya” ujarnya seraya terseyum. Suzy sangat senang terlampau senang sudah menemukan Kriss. Kalau begini ia tak jadi mengutuk para pencipta tradisi konyol ini.
“oppa, bantu aku ne?” pinta Suzy manja, Kriss mengerutkan dahinya. “bantu? Bantu apa?” jawab Kriss datar.
“sunbae yg sedang duduk dibawah pohon, mereka memintaku membawa kalian kesana. Baru aku dapat tanda tangan mereka. Bantu aku oppa” pinta Suzy memelas.
Kriss dan Chanyeol tampak menganguk, Sulli tersenyum senang “tak percuma kau jadi pasanganku Suzy-ah” ujar Sulli. Suzy terseyum bangga. Suzy segera menggandeng tangan Kriss dan Sulli menggandeng tangan Chanyeol, tapi tiba-tiba Chanyeol menepis tangan Sulli.
“kenapa harus pegangan tangan segala?” protes Chanyeol. Sulli mengehelas nafas “itu permintaan para sunbae disana Chanyeol sunbae” Sulli kembali mengenggam tangan Chanyeol dan menariknya. Chanyeol hanya mendengus kesal, ada-ada saja permintaan teman-temannya itu.
“aigoo. Kalian hebat sekali” Baekhyun mengacungkan kedua jempolnya diikuti tepukan dari Yoona.
Suzy dan Sulli tesenyum kecil, Sulli segera melepaskan genggamanya. Victoria, dan Baekhyun berganti menandatangani lembar kertas itu. Suzy melepaskan genggamannya dan menyerahkan bolpoin dan kertasnya ke Kriss dan Chayeol. Setelah selesai Suzy dan Sulli mengucapkan terimakasih dan berpamitan. Belum jauh Suzy berbalik dan menghampiri Kriss seraya mengeluarkan hpnya.
“oppa, berikan nomor barumu, ne?” pinta Suzy.
“untuk apa? Bukankah kau sudah punya?” tanya Kriss heran.
“aishh kau ini. Aku tak punya nomor barumu! Kau ganti nomor saat tiba di Seoul. Dan kau lupa menghubungiku! Sudahkah menjawab pertanyaanmu oppa?” saut Suzy. Kriss memutar kedua bola matanya dan mengambil hp Suzy.
“Nih.Sudah!” ujar Kriss seraya menyerahkan hpnya ke sang pemilik, Suzy tersenyum “gomawo oppa. Bye bye” ujar Suzy riang, ia melambaikan tangannya dan berlalu pergi. Victoria, Baekhyun, Ji eun, , Yoona dan Chanyeol menatap Kriss curiga.
“omo! Siapa yeoja itu?” selidik Chanyeol.
“Suzy” jawab Kriss datar dan ringan, “aigo, aku tahu namanya! Tapi apa maksudnya tadi?” tanya Chayeol gemas.
“apanya yg apa?” ujar Kriss polos.
“oppa, berikan nomormu” Ji Eun meniru nada bicara Suzy lalu menoleh dan menatap tajam Kriss meminta penjelasan. Kriss hanya membalas dengan tatapan datar lalu kembali berkutat pada hpnya. Drtt..drtt.. sederetan angka asing muncul dan mengiriminya sebuah pesan. Oppa, simpan nomer ne? ^^ –Suzy-. Dengan cepat Kriss menarikan jari-jarinya. Ne ne ne. Lalu memasukkan hpnya kesaku kirinya.
“dia yeojachingumu?” Chanyeol menoleh kearah Kriss. Kriss menggeleng.
“bukan. Dia hoobaeku yg sudah seperti yeodongsaeng. Kau naksir padanya?” Kriss menatap Chanyeol curiga.
“molla. Aku pikir dia emm sedikit manis” Chanyeol terseyum bodoh, sontak Victoria, Ji Eun, Baekhyun dan Kriss menoleh kaget “MWO” ucap mereka secara bersamaan. Kriss mendelik kearah Chanyeol.
“kau jangan coba-coba menjadikannya koleksimu!” Kriss mengancam Chanyeol lalu meninggalkannya yg masih terbengong-bengong mendengar ancaman Kriss.
“cubit aku” perintah Chanyeol pada Baekhyun yg disebelahnya, Baekhyun mencubit pipi Chanyeol dengan sepenuh hatinya.
“auuu auu… appo! Kau aish” Chanyeol mengeluh dan mengelus pipi kirinya yg merah sempurna. Ia menoleh dan menatap Baekhyun tajam, namja itu mengeluarkan tanda peace dan tersenyum lebar kearah Chanyeol.
“OMO.. Si ice prince itu ternyata tertarik juga dengan yeoja?” ujar Ji Eun sedikit berteriak dan kaget bercampur menjadi satu. Ia tak menyangka Kriss yg dingin bisa sebegitu dekat dengan yeoja seperti adegan beberapa saat yg lalu. Bahkan dengan dirinya, Victoria dan Yoona yg notaben teman satu gank dan teman akrab pun selalu dingin dan datar.
“dia tak lebih cantik dari Krystal” tiba-tiba Baekhyun menyela dan membuat satu jitakan mendarat mulus dikepalanya. Ia memegangi kepalanya yg sakit dan menatap Victoria tajam.
“Ya! Kenapa kau menjitakku?” protes Baekhyun tak terima. Victoria mendelik kearahnya dan membuat Baekhyun sedikit takut karena demi apapun, baginya tatapan maut Victoria lebih menyeramkan dan mengintimidasi dari guru Fisika yg killer.
“Krystal cantik? Aish.. mending kau beli kacamata kuda sana!” Victoria membentak dan berkacak pinggang didepan Baekhyun, Baekhyun mengerucutkan bibirnya sebal.
“setidaknya dia lebih cantik darimu” Baekhyun mencibir dan dibalas tatapan tajam oleh Victoria.
“YA!” Victoria siap-siap mengangkat tangannya, namun sampai diatas ia hanya menggantungkan kepalannya lalu sedikit menggertak Baekhyun dengan gerakan seolah-oleh akan memukul. Baekhyun yg melihat aksi angkat mengangkat tangan Victoria langsung menutupi kepalanya dengan kedua tangannya.
“sudah-sudah kalian ini kemana-mana ribut mulu” Yoona yg sudah jengah dengan pemandangan yg tak ada habisnya itu melerai Victoria dan Baekhyun yg masih adu mulut.

Suzy berjalan riang sambil memegangi hpya yg terdapat nomor baru Kriss, Sulli yg sedari berjalan disamping Suzy hanya dapat memandang chingunya itu dengan tatapan bingung. Sebenarnya Sulli sedikit malu karena sedari tadi Suzy senyam-senyum sendiri seraya memegangi hpnya dan membuat semua murid memandang mereka aneg, untuk saat ini Sulli berharap tak mengenal Suzy.
“jangan tersenyum kelewat waktu begitu. Kau membuatku merinding” Sulli memeluk tubuhnya dan melangkahkan kakinya selangkah kesamping menjauhi Suzy. Suzy menoleh dan mengganti raut mukanya menjadi datar, namun 5 detik kemudian ia kembali tersenyum bodoh.
“HIYYY… kau membuatku semakin buruk” protes Sulli yg mulai menggeser tubuhnya selangkah kekiri.
“Bodo ah. Yang penting sudah kutemukan” Suzy menoleh kearah Sulli dan tersnyum riang, Sulli mengerutkan dahinya mencoba mencerna kalimat Suzy. Menemukannya? Menemukan siapa? Nugu?
“Nugu?” Sulli memegang pundak kiri Suzy dan menghentikan langkahnya sejenak untuk tersenyum kearah Sulli.
“rahasia” Suzy menjulurkan lidahnya lalu berjalan meninggalkan Sulli yg masih terbengong-bengong bingung. Hais dasar pelit! Gerutu Sulli dan hati.
Kriss Pov
Sudah 1 tahun lebih aku tak melihatnya, sudah 1 tahun ini juga aku tak pernah menghubungi nya. Aku heran kenapa hanya dalam kurung waktu 1 tahun banyak yg berubah darinya, rambutnya sudah sangat panjang padahal dulu selalu dipotongnya pendek, sampai-sampai sering dikira namja. Kuhempaskan tubuhku dikasur kamar seraya menatap layar ponselku.
Drtt drtt, 1 pesan dari Yoona masuk dan segera kupencet sebuah aplikasi bergambar amplop. Kriss-ah jangan lupa janjimu besok ^.^. Aku mengerutkan dahi dan mencoba mengingat-ingat sebelum membalas pesan dari Yoona. Janji? Janji yg mana? Setelah merasa tak bisa mengingat janjiku sendiri, aku mulai menari-narikan jariku mengetik balasan untuk Yoona. Mian aku lupa. Janji yg mana Yoona-ah?. Tak butuh waktu lama, balasan dari Yoona masuk. Aish, kau ini. Dasar namja pelupa -___- . janji untuk menemaniku ketoko buku besok sepulang sekolah. Ingat?. Aku menepuk dahiku pelan, kenapa aku jadi pelupa sekali? Segera kuketik balasan untuk Yoona. Mian aku lupa. Baiklah. Sekalian aku ingin mencari kado.
Suara eoma menggema dikamarku dan sukses membuatku terbangun dari mimpi indahku semalam. Segera kuseret tubuhku menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Kututup pagar rumahku dan berjalan menuju halte bus terdekat. Tiba-tiba sebuah tangan menepukku dari belakang, sontak aku menoleh. Aku tergelak kaget melihat siapa yeoja didepanku kini.
“Suzy?” ku kerutkan dahiku dan menatapnya dengan pandangan –sedang apa kau disini-. Dia terkekeh pelan melihat raut mukaku.
“aku ingin berangkat kesekolah denganmu oppa” ujarnya seraya memasang senyum tiga jari. Aku semakin mengerutkan dahiku.
“apa rumahmu sekitar sini?” aku heran karena jujur aku belum tahu dimana alamat rumah baru Suzy sekarang, kulihat dia menggeleng pelan lalu tersenyum manis.
“aniyo. Rumahku sekitar 4km dari rumahmu oppa?”uja Suzy masih dengan senyum 3 jarinya yg tak pernah pudar.
“MWO? 4km?” tanyaku kaget, Suzy menganguk-angukan kepalanya lalu kulihat tangannya menarik lenganku dan menyeret tubuhku untuk berajalan.
“kajja oppa. Kita akan terlambat kalau hanya berdiam disini” Suzy menggandeng lengan kananku, aku menganguk pelan dan mengikuti kemana dia menarikku.
Xiumin Pov
Kulangkahkan kakiku dengan santai menuju gerbang sekolah sambil mendengarkan lagu-lagu yg sedang naik daun kali ini. Earphone pun dengan sempurna terpasang dikedua telingaku.sesekali aku menyenandungkan beberapa bait dari lagu yg sedang terputar.
“Xiumin-ah.. hey!” seorang namja mencoba memanggil, namun karena tertutup rapat dengan earphone tak kuhiraukan panggilan namja itu. Ia mendengus kesal lalu menarik kasar earphoneku.
“YA! Sehun-ah” aku berteriak pada namja yg tangan kirinya memegang earphoneku dengan tajam. “kau menggangguku saja” bentakku kesal namun Sehun hanya menatapku datar. Dasar namja tanpa ekspresi, batinku.
“lihat itu” tunjuk Sehun dan kuikuti arah tangannya yg menunjuk ke arah yg berlawanan dengan kami, kupicingkan mataku untuk melihat lebih jelas. Mulutku sedikit terbuka dan tak percaya. Kutampar pipi kirikku pelan dan membuat Sehun menoleh keheranan.
“itu SUZY dan KRISS sunbae?” teriakku seraya memegangi kedua pipiku dengan kedua tanganku. Dan tunggu dulu, ada yg janggal? Kupertajam pengelihatanku dan… Suzy tampak menggandeng lengan kanan Kriss sunbae. Terlihat dengan jelas wajah bahagia Suzy dan senyum yg menghiasi wajahnya.

TBC
ChanZy? KrisZy? Atau XiuZy?
Annyeong, kembali dengan colorful twinkle part 2. Sebenarnya aku lagi miskin ide. Bener-bener bingung gimana nglanjutin ini cerita, udah mentok dah. Belom lagi masalah poster, aku buta photoshop padahal pingin deh rasanya ada cover yg warna-warni, unyu, keren bin ajaib (?). tapi berhubung akunya gaptek (buat library aja msh blm bisa). Hiks hiks.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ne ^^ #lambai-lambai bareng Baozi

Advertisements

17 thoughts on “Colorful Twinkle part 2

  1. Hmm suzy akhir’y ktemukan ma oppa’y.etss sblum’y mo menyumpahih eh malah gk jd gegara ktmu pertama kali hehehe suzy jd kyak org gla kata sulli,coz senyam senyum sendiri n bahagia bnget ktemu ma kriss ckckck
    next dtunggu klanjutan’y

  2. Keren” thor, ap suzy suka ma kris thor?? Ckck.. Lau menurut ɑƘǖ sih pinginnya chanzy 😀 kris jadi oppanya ajaa “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ … Tp terserah author deh, kn yg nentuin author, daebak” ditunggu chap 3 thor, fighting 🙂

  3. Annyeong,, new reader heree
    Keren banget ceritanyaa
    Aaaaa ada XiuXiu ♥ Xiumin Saranghae
    XiuZy aja
    Tp kalo enggak jg gpp.
    Tp happy ending ya thor,, ok ok (y)
    Next nexttt

  4. Hanzyyy or hunzyy kalau engga kaizy XD
    hmm karena judulnya colour twinkle gmna kalau nanti ada banyak murid baru yaitu member exo lainnya mereka deket dan jd satu grup yg bersinar seperti bintang/? disitu kalau soal romancenya terserah thor mau di buat rumit atau simple 😀
    next ya thor hwaiting 😀
    kalau soal poster sama aja thor aku juga engga bisa ngedit u,u

  5. Aigoo suzy begitu senangnya bertemu kembali dengan kriss
    Sampe” dia mau berangkat baeng besama kriss pada hal apartemennyakan jauh dari rumah kriss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s