I’m Sorry

Gambar

Title                  : I’m Sorry

Main cast          : Bae Suzy, Kim Jongin aka Kai, Choi Sulli, Krystal Jung, Choi Minho

Genre               : Married life, sad, angt

Duration           : Vignette

Rating               : PG-15

WARNING!

Typo(s) everywhere.!. Cerita absurd dan gag jelas.!.

HAPPY READING

 

Ketika cinta datang aku tak kuasa menolak

Ketika cinta pergi akupun tak kuasa mencegah

Cintamu bagai racun dan candu

Aku terjebak terlalu dalam hingga sulit bernafas

Cintamu bagai heroin untukku

Aku terlalu terbelenggu dalam luka yg kau buat

Cintamu bagai racun untukku

Author Pov

Yeoja cantik berambut coklat panjang dengan dres selutut berwarna biru langit masih setia berdiri disudut jalan, mata sendunya mengamati sebuah rumah minimalis yg didominasi warna coklat dari seberang jalan. Tatapan matanya kosong, pandangannya tak mau beralih barang sedetikpun dari rumah yg menyimpan sejuta luka dihatinya.

Pandangannya mengabur, matanya berkaca-kaca tatkala seorang yeoja kecil berumur 5 tahun keluar dengan sepeda mungilnya. Demi apapun, Suzy begitu merindukan pelukan yeoja kecil itu. Tawanya yg menenangkan hati dan tingkahnya yg menggemaskan. Ia benar-benar rindu dimana ia dapat tersenyum dan bermain bersamanya.

Suzy berbalik, menghapus sisa-sia air matanya lalu berjalan menuju mobil sport hitam yg terparkir tak jauh. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal, menyalurkan emosinya yg entah sejak kapan mulai menggerogoti perasaannya sendiri.

TINN TINN

Silau, sebuah cahaya yg teramat terang menusuk iris matanya. Suzy tak tahu dan tak dapat melihat dengan jelas karena cahaya itu, hingga sebuah truk menabrak mobilnya.

BRAKKKK

Suzy Pov

Aku mengangkat sebelah tanganku, menghalangi mataku dari sinar lampu yg terlampau menusuk saat itu. Aku tak tahu apa yg terjadi setelahnya, setelah sebuah truk menabrak mobilku dan menghempaskan tubuhku. Yg kurasa hanya aku seperti melayang dan berguling-guling, saat kubuka mata, yg kulihat hanya darah yg tercecer disekitarku. Samar-samar kudengar orang-orang berteriak dan sirine mobil ambulans. Mataku berat, aku lelah dan terlalu kesakitan.

…………………………………

Kukerjapkan mataku perlahan, bau obat, ruangan berwarna putih dan kini kulihat Krystal duduk disofa yg tak jauh dari tempat tidurku dengan jaket yg menutupi tubuhnya dan menghangatkannya. Kutolehkan kepalaku, menelusuri setiap jengkal ruangan ini, dapat kusimpulkan aku berada dirumah sakit.

Aku benci, aku membenci bau obat yg selalu terasa pahit dilidahku. Aku benci ruangan putih yg mengingatkanku pada masa lalu. Aku benci rumah sakit.

“kau sudah sadar?” Krystal menggeliat, mengucek matanya dan berjalan pelan lalu duduk disampingku. Aku tersenyum seraya menganguk lemah.

Argh, kepalaku sakit rasanya ingin pecah. “kepalamu diperban, kau kecelakaan kemarin malam” ujar Krystal seakan tahu, aku menoleh dan tersenyum miris. Kenapa Tuhan tak mengambilku sekalian. Tak tahukah bahwa aku mulai lelah menghadapi hidupku sendiri, aku mulai mengeluh kenapa Tuhan begitu kejam padaku.

“Suzy…”panggil Krystal membuat lamunanku sekeita buyar. “aku pulang dulu ne, aku harus kekantor karena ada rapat. Nanti sepulang dari kantor aku kesini lagi” ia menyambar tas dan mantel hitam yg terletak disofa lalu melangkah pergi, sebelum sosoknya benar-benar menghilang ia berhenti dan menoleh “kalau ada apa-apa telpon aku atau Minho oppa” aku tersenyum dan menganguk lalu sosoknya kini benar-benar hilang

Sendiri lagi, aku benci suasana hening seperti ini. kuhembuskan nafasku, aku mencoba berdiri namun sekali lagi rasa pusing membuatku mengurungkan niat untuk bergerak lebih banyak.

Author Pov

“eommaaa” teriak seorang yeoja kecil berkucir kuda setelah ia membuka pintu didepannya, ia berlari kecil dan mencoba menaiki ranjang dihadapannya. Suzy tersenyum lembut saat yeoja itu nampak kesulitan hingga sebuah tangan membantunya dan mengangkat tubuh kecilnya.

“eoma gwenchana? Appo? Eomma bogoshipo” rengeknya manja membuat senyuman Suzy semakin lebar, setidaknya masih ada cinta untuknya.

“gwenchana. Yujin-ah kau tidak sekolah eoh?” tanya Suzy lembut seraya mengelus rambut Yujin, yeoja kecil itu menggeleng hingga rambutnya bergoyang-goyang lucu.

“aniyo eoma, sekolah libur ini kan hari sabtu” ujarnya, Suzy hanya menganguk pelan, ekor matanya melirik sebentar namja yg sejak tadi berdiri dibelakang Yujin. Saat pandangan mata merekan bertemu, Suzy segera mengalihkannya dan mulai asyik dengan Yujin. Ia begitu rindu pada yeoja kecil yg baru saja menginjakkan kaki di bangku TK itu.

“Yujin-ah” teriak seorang namja tinggi dengan mata belo, ia merentangkan tangannya saat Yujin berlari kecil menghampirinya.

“Paman” teriaknya riang, Minho menggendong Yujin dipundaknnya lalu berjalan mendekat keranjang Suzy tak menyadari sesosok namja yg masih setia duduk disofa.

“sudah baikan?” tanya pada Suzy, yeoja itu menganguk dan tersenyum. “Krystal datang nanti sore, ia ada rapat penting siang ini” ujarnya sekali lagi.

“Krystal imo, aku rindu padanya” rengek Yujin manja yg hanya ditanggapi senyuman oleh Minho maupun Suzy “kau tak merindukan pamanmu ini eoh?” tanya Minho.

“bogoshipo” Yujin memeluk kepala Minho membuat Suzy tertawa pelan melihat tingkah laku Minho dan Yujin. “paman ice cream” rengek Yujin, ia mengedip-kedipkan matanya dan memasang aegyo untuk membujuk Minho.

“eish kau ini, kalau ada maunya saja begini” Minho mencubit pipi Yujin dengan sebelah tangannya. “baiklah kajja, kau bisa makan sepuasmu” Minho menurunkan Yujin dan menggandeng tangan mungilnya, saat ia berbalik ia tersentak kaget ketika matanya menangkap seseorang yg duduk diam disudut sofa.

“Kai-ah, kau mengagetkanku” gerutu Minho pada namja yg memasang wajah datarnya.

“appa aku pergi dulu ne, appa disini saja menjada eoma, aku mau makan ice cream dulu” Yujin menarik tak sabar Minho, namja itu menoleh khawatir pada Suzy. Suzy menganguk pelan mencoba mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja.

Hening, satu kata yg dapat mendiskripsikan suasana saat ini. Suzy maupun Kai sama-sama enggan memulai pembicaraa, mereka masih setia bungkam dan mengunci rapat-rapat mulut mereka. Suzy mencoba mengabaikan keberadaan Kai, ia meraih sebuah majalah yg tergeletak disebelahnya dan mulai berpura-pura menyibukkan diri membacanya.

“hah” helaan nafas yg kesekian kalinya, Kai memandang Suzy dengan tatapan sedih. Ia akhirnya berdiri dan berjalan pelan menuju kursi disamping ranjang Suzy. Sadar sesorang duduk disebelahnya, Suzy mengalihkan pandangannya dan menatap namja itu dengan pandangan terluka. Ya, ia terlalu sakit hati bahkan untuk melihatnya sekalipun.

“mianhe” lirihnya membuat kerutan didahi Suzy, yeoja itu tersenyum miring dengan pandangan yg sulit diartikan.

Apakah kata maaf cukup, lubang dihatinya terlalu dalam hingga sulit sekali menutupnya barang sedikit. Suzy benci dirinya yg dulu begitu mempercayai namja yg berstatus sebagai ‘mantan’ suaminya itu hingga kepercayaan itu hancur berkeping-keping. Suzy benci hatinya yg begitu dalam mencintainya seolah-olah namja tampan itu juga memiliki perasaan yg sama dengannya. Semua hancur, semua sudah berlalu.

Tangan Suzy bergetar menahan amarah, kesedihan dan luka yg membuat hidupnya selalu tak tenang akhir-akhir ini “Selamat atas pertunanganmu” ujarnya dengan senyuman yg dipaksakan.

Bagai ditampar, entah kenapa Kai merasa tak senang dengan ucapan selamat yeoja didepannya itu. Bukankah seharusnya ia bahagia, ini yg ia kemauannya tapi entah kenapa melihat wajah Suzy membuatnya dihujani perasaan bersalah. Tapi bukankah ia memang salah? Kai menarik nafas dalam-dalam, menatap Suzy intens dengan pandangan yg sama-sama terluka.

“Suzy-ah…” panggilnya lirih.

“jangan panggil namaku seperti itu, jangan memasang wajah bersalahmu. Aku baik-baik saja, bahkan sangat baik ketika aku tak melihat wajahmu” sindirnya dengan suara bergetar, ia berbohong bila ia mengatakan dirinya baik-baik saja. Suzy bahkan hampir gila dan rutin kepsikiater diantar Krystal sejak perceraiannya denga Kai 8 bulan yg lalu.

“aku harap Sulli memperlakukan Yujin dengan baik” ujarnya seraya mengalihkan pandangannya keluar jendela.

“apa rumah tangga kita sudah tak bisa diperbaiki lagi?” lirih Kai dengan pelan, Suzy menoleh dan tersenyum meremehkan.

“apa yg perlu diperbaiki oppa? Bukankah ibu Yujin sudah kembali? Walau aku tak akan bisa mempunyai anak, tapi kami sama-sama seorang ibu. Aku tahu perasaanya, lebih dari 5 tahun berpisah ia pasti menderita selama itu. Apakah pantas aku membuatnya lebih menderita? 8 tahun aku hidup sangat bahagia, kurasa itu sudah cukup” mata Suzy mulai berkaca-kaca, dadanya sesak dan nafasnya seakan-akan berhenti saat itu juga setelah ia menyelesaikan ucapannya. Ia sendiri tak yakin dengan perkataannya.

Suara pintu terbuka membuat Suzy menghapus kasar air matanya, ia menoleh dan tersenyum saat Yujin membuka pintu dan berlari riang menghampirinya disusul Minho yg berjalan bersama Krystal dibelakangnya.

“eommaa” teriaknya seraya berusaha memanjat ranjang dihadapannya, dengan bantuan Kai sekali lagi namja itu mengangkay tubuh Yujin.

Krystal menatap sahabatnya dengan pandangan khawatir, tadi dirinya yg akan menjenguk Suzy berpapasan dengan Yujin dan suaminya yg baru pulang dari kedai ice cream diseberang jalan. Ia mendekati Suzy saat Kai berdiri dan kembali duduk disofa.

“Gwenchana?” tanyanya, Suzy hanya menanguk dengan senyuman tipis.

Krystal mengela nafas, ia tahu bahwa yeoja dihadapannya itu dengan dalam keadaan buruk melihat bekas air mata dipipiny. Ia menoleh manatap Kai, sungguh ia membenci namja itu. Dengan tatapan tajam namun hanya dibalas pandangan datar oleh Kai. Ia ingin sekali mengusirnya, meneriakinya, menghujat namja itu, tapi ada Yujin. Ia tak ingin anak itu terlibat dalam keadaan buruk yg menimpa keluarga kecilnya dan membuat yeoja itu syok. Bagaimanapun ia sudah menganggap Yujin seperti anaknya sendiri.

“Yujin-ah ayo pulang” ajak Kai pada yeoja kecil itu, Yujin menggeleng dan memeluk lengan Suzy erat.

“andwee appa, aku mau menemani eoma disini” rengeknya dengan muka memelas, Kai meraih tubuh Yujin membuat pelukan yeoja kecil itu terlepas dari Suzy.

“besok kita kesini lagi ne. sekarang kita pulang dulu” ujarnya sabar sambil mengelus kepala Yujin, yeoja itu memasang wajah sebal. Kai berpamitan dan berlalu pergi.

“ah aku juga akan pulang, annyeong Suzy-ah” pamit Minho seraya melihat jam yg bertenger manis dipergelangan tangan kirinya.

Setelah sosok Minho menghilang air mataku mulai berhamburan keluar, berlomba-lomba menuruni pipi chubyku. Krystal tersentak kaget dan nampak panic karena tiba-tiba Suzy menangis tanpa suara.

“Krys-ah aku benci, aku membenci hidupku. Aku benci diriku yg lemah. Aku benci diriku yg sok tegar dan sabar, seakan-akan aku baik-baik saja. Aku sakit Krys, aku terluka, aku… aku…” Suzy merancau tak jelas, Krystal mengelus dan menepuk-nepuk bahu Suzy seraya memeluknya.

“Aku memang bukan ibunya, tapi aku merawatnya lima tahun ini. aku menyayanginya Krys”

Flashback

Seorang yeoja berambut pendek meraih cangkir dihadapannya ia menyesap perlahan coffenya sambil menunggu Suzy yg masih sibuk membaca beberapa kertas yg sudah dipersiapkannya dari rumah. Suzy meletakkan kertas dan foto dihadapannya dengan kasar, matanya memanas dan berkaca-kaca. Kepalanya pusing dan amarahnya tersulut untuk muncul kepermukaan, wajah sabar dan tenang yg senantiasa menghiasi wajah cantiknya hilang seketika.

“bercerailah dengan Kai, dan kembalikan mereka padaku. Yujin anakku” ujar Sulli.

Tidak, Kai suaminya dan Yujin anakknya. Ia tak rela wanita asing didepannya itu datang tiba-tiba dan mengaku bahwa Yujin adalah anak kandungnya dengan Kai. Ia tak ingin percaya suaminya itu bermain api dibelakangnya 6 tahun yg lalu. Tapi setelah melihat bukti yg dibawa yeoja bernama Sulli itu, keyakinan yg selama ini dipertahankan Suzy runtuh seketika. ya difoto itu nampak Sulli dan Kai bagai sepasang suami istri, makan malam bersama, piknik bersama. Sekarang Suzy tahu kenapa setiap akhir pecan suaminya tak pernah ada dirumah 6 tahun yg lalu, sekarang ia tahu alasan suaminya membawa seorang bayi perempuan sebulan setelah dirinya mengalami kegugugaran.

“andweee. Ini… ini.. ini tak mungkin” teriak Suzy histeris membuat beberapa pengunjung menoleh kemeja mereka dengan pandangan heran.

“aku hamil saat itu, dan dipaksa meninggalkan Kai oleh ibumu dan ibu mertuamu” ujarnya dingin, Suzy mendongak menatap Sulli tak percaya. “kau meragukanku eoh?” tanyanya sinis melihat Suzy memandangnya dengan tatapn tak percaya.

“bahkan setelah aku melahirkan Yujin, mereka berdua memaksa mengambilnya dariku dan memberikannya padamu yg saat itu baru saja keguguran” ujarnya lagi. “kenapa diam? Ah aku tahu ini terlalu menyakitkan untuk dirimu yg dibesarkan bagai seorang putri. Kau bahkan tak bisa membayangkan suami yg sangat kau cintai itu tega mengkhianatimu” tawanya membuat Suzy meneteskan air mata.

Harus Suzy akui, ia memang dibesarkan bagai seorang putri karena dirinya anak satu-satunya. Bahkan pernikahannya dengan Kai sudah ditentukan semenjak mereka lahir kedunia, perjodohan yg membuat keduanya dekat dan mulai berpacaran ketika menginjak bangku SMA hingga akhirnya mengikat janji suci setelah lebih dari 5 tahun bersama. Dan kini hatinya sangat hancur, terbelah menjadi kepingan kecil dan terhempas begitu saja. Sakit? Tentu saja, istri mana yg tak sakit hati menerima kenyataan pahit seperti ini. apa kurangnya? Apakah ia kurang sabar? Kurang cantik? Kurang baik? Tak bisa memasak? Kurang pintar? Ah Suzy tahu bukan itu alasannya, pasti karena ia sulit memiliki anak hingga suaminya berpaling pada wanita lain.

Suzy melamun, membuat Sulli memandangnya dengan sebal. Ia benci wanita didepannya, ia benci hidup wanita didepannya itu. Ia yeoja yg cantik, sabar, pintar dan kaya. Sedangkay dirinya tumbuh dalam keluarga broken home, hidup sederhana dan harus berjuang keras agar hidupnya berkecukupan seperti sekarang. Sungguh perbedaan yg mencolok, yeoja yg dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Ingin sekali ia menghancurkan hidup Suzy yg sangat sempurna dimatanya.

“Nyonya Kim dan Nyonya Bae, mereka kejam sekali padaku bukan? Memisahkan anak dari ibunya. Mengasingkanku dinegeri antah berantah” Sulli tersenyum miring melihat wajah Suzy yg sudah sangat pucat. Sekali lagi Suzy mendongak menatap Sulli dengan pandangan kasihan dan terluka sekaligus.

“mianhe” lirih Suzy merasa bersalah walau ia juga tersakiti.

“maaf? Apa itu cukup membalas pendertiaanku beberapa tahun ini?” sindir Sulli, ia meletakkan kasar cangkir yg dari tadi ia pegang dan sedikit menggebrak “kembalikan anakku, ceraikan Kai” ujarnya seraya berdiri lalu meninggalkan Suzy yg masih mematung dengan pandangan kosong. Beberapa orang nampak berbisik-bisik sambil memandanginya namun tak dihiraukan yeoja berambut panjang itu, ia terlalu kalut dan terlalu kacau untuk mendengarkan cibiran pengunjung didekatnya.

Dengan gontai Suzy memasuki pekarangan rumahnya, dibukanya perlahan pintu depan masih dengan pandangan kosong. Ia berjalan menuju sofa, menghempaskan tubuhnya dengan kasar dan mulai memejamkan mata. Ia menangis, menangisi kenapa hidupnya bisa seperti ini. haruskan pernikahan yg sudah bertahun-tahun ia bangun dan jaga harus hancur seperti ini.

“kau sudah pulang yeobo?” Kai yg baru saja keluar dari kamar ikut duduk disebelah Suzy, “kau kenapa menangis? Uljima.. uljima” Kai panic karena istrinya menangis dengan mata tertutup. Ia menghapus air mata Suzy dengan ibu jarinya.

“dimana Yujin?” tanya Suzy masih dengan mata tertutup.

“ia sedang jalan-jalan bersama Krystal dan Minho hyung” ujarnya dengan tangan yg masih sibuk menghapus perlahan butiran bening dipelupuk mata yeoja cantik disebelahnya.

Suzy membuka mata, menatap Kai sendu. Hatinya sakit melihat senyuman lembut suaminya itu, ia masih tak bisa percaya bahwa namja didepannya ini benar-benar telah mengkhianatinya 6 tahun yg lalu. “oppa” Suzy memegang tangan Kai, menurunkannya dari wajah cantiknya.

“cerai, aku ingin cerai” ujarnya lirih membuat mata Kai melotot ingin keluar, bagai tersambar petir. Tak ada angin tak ada yg aneh, tiba-tiba Suzy meminta cerai darinya.

“Suzy-ah, jangan bercanda eoh? ada apa? Wae?” tanyanya. Suzy menggeleng dan tersenyum manis, perlahan didekatkannya wajahnya kewajah Kai. Matanya perlahan menutup dan mengecup lembut untuk yg terakhir kalinya. Air matanya kembali menangis saat Kai memperdalam ciuman mereka dan menarik tengkuk Suzy.

Setelah lebih dari 5 menit Suzy melepaskan tautan mereka, ia mendorong pelan dada Kai dan menghapus kasar air matanya. Tangan kirinya menggapai tas yg terletak dibelakangnya, sebuah amplop berwarna coklat ia berikan pada Kai. Tanpa berkata-kata Suzy berdiri, beranjak pergi menuju kamarnya.

“oppa saranghe” lirihnya teramat pelan.

Kai membuka amplop yg diberikan Suzy, perasaannya tak enak. Ia hamir saja tersedak ketika melihat fotonya dan Sulli 6 tahun yg lalu. Memorynya berputar kembali dan berlomba-lomba keluar kepermukaan. Ia ingat betul bagaimana kejadian itu dimulai, dirinya yg perlahan-lahan berpaling dari Suzy karena yeoja itu tak kunjung hamil. Dirinya yg perlahan-lahan melupakan sosok Suzy yg sangat mencintainya dan selalu menunggunya dirumah dengan setia. Choi Sulli, wanita ambisius yg membuatnya jatuh hati dan tertarik. Kai segera tersadar dan berlari menyusul Suzy kekamar. Ia menatap Suzy yg sudah terlelap dengan pandangan yg sulit diartikan.

“mianhe” lirihnya penuh penyesalan.

Flashback End

“Aku memang mencintaimu oppa, aku mencintai Yujin anakku, tapi keadaan membuatku harus meninggalkan kalian” Suzy memandang keluar jendela sambil menghembuskan nafas berat. “semoga kalian bahagia”

THE END

Tetereng tereng. Aku bawa ff geje yg lagi-lagi sad ending. Udah sad ending, absurd, gag jelas ceritanya. Hahahah3 ~~~ gak papalah ya, maklum ya author baru rada stress gegara UN yg mencekik TT TT. Mumpung author punya waktu nulis, mungkin minggu-minggu ini aku bakalan rajin ngepost. Soalnya minggu depan author mau belajar buat tes PLN, minta doanya semoga lolos tahap 2 ya :* amiiinn.. (malah jadi curhat lagi nie -_____-)

Seperti biasa tinggalkan jejak kalian #nari bareng Xiumin

Advertisements

23 thoughts on “I’m Sorry

  1. Aaah, sulli sama kai bner2 jahat!! TT_TT tega bgt selingkuh di belakang suzy, setelah apa yg kai lakukan dgn gampangnya mnta rujuk. Aaah, nappeun!! Semangat ya thor, mudah2an lulu seleksinya^^

  2. iiish,,kadang suka gitu cuma karna gak bisa ngasih anak jadi berpaling!!
    sulli juga ambisius bgd,,gak punya hati apa??
    heuh,,berasa sakit kayak’a

    fighting ne buat ujian’a

  3. Sulli tega dan jahat bgd uda ngancurin keluarga suzy. Kasihan suzy. Kai jg tega bgd selingkuhin suzy. Critanya bnr2 sedih. T.T
    Keep fighting thir.
    Smoga lulus ujian seleksinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s