Black Wispher [part 1]

Gambar

Main cast        : Bae Suzy (Miss A), Choi Sulli (f(x)), Park Jiyeon (T-ara), Xiumin, Kris Wu (EXO)

Genre              : Action(?), sad , fantasy

Duration         : Twoshoot

Rating             : PG-16+

Credit Poster  : http://jungsgalleryart.wordpress.com

Summary

Like the wind, you disappeared. I hear your voice. The countless nights when we promised eternity,
they become tears

 

W.A.R.N.I.N.G.!.

Typo(s) bertebaran.!!. Cerita absurd .!!.

^^HAPPY READING^^

Author Pov

Seorang yeoja merentangkan kedua tangannya, menikmati semilir angin yang menerpa wajah cantik putihnya. Ia tersenyum menikmati setiap rasa dingin yang menembus pori-pori wajahnya. Seorang yeoja berambut coklat melirik sekilas kaca motornya, ia tersenyum melihat yeodongsaengya yang tengah menikmati angin. Motor besar itu berhenti ditepi danau, sang yeoja berambut pendek sebahu itu menuntun yeoja satunya kesebuah mobil yang sudah rusak dari namun masih bagus didalamnya.

“eoni, aku lelah” ujar yeoja berambut panjang itu.

“tidurlah, aku juga.. hoam mengantuk” sang yeoja yang terlihat lebih tua menutup mulutnya yang menguap lalu menyadarkan kepalanya dikursi mobil belakang.

“ne eoni, jalja” tak butuh waktu lama yeoja berambut panjang itu menutup matanya dan sudah bergelut dengan alam mimpinya.

Beberapa kali kepala seorang yeoja tarntuk, kepalanya terjatuh namun ia segera menegakkannya kembali, kejadian yang berulang-ulang hingga yeoja itu membuka matanya perlahan. Ia mengucek matanya, tiba-tiba suara seekor binatang mengusik telinganya. Ia tersenyum menduga sesuatu yang menarik minatnya itu, perlahan dilangkahkan kakinya keluar dari mobil rusak dan berjalan mengikuti sumber suara yang seakan-akan menjauh.

Sulli membuka matanya, dahinya mengerut tak mendapati yeodongsaengnya disebelahnya. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru, dan menghembuskan nafas melihat yeoja yang dicarinya nampak berjalan seperti mencari sesuatu didekat sungai. Ketika dilihatnya yeoja itu semakin mendekat kesungai, segera Sulli berlari dan memegang pundaknya.

“Suzy-ah, hati-hati” peringat Sulli.

“eoh ne eoni” Suzy tersenyum dan menganguk kecil.

Dua yeoja cantik itu berjalan-jalan sambil tertawa sesekali, Sulli dengan sabar menuntun Suzy yang nampak kesulitan berjalan dan menabrak beberapa kayu yang berserakan dijalan. Sulli mengedarkan pandangannya kesegala arah, mata beningnya menghembuskan nafas melihat keadaan kotanya yang bagaikan kota mati. Tak ada tanda-tanda kehidupan sepanjang mata memandang, hanya bangunan-bangunan menjulang tinggi yang sudah rusak dan runtuh dibeberapa bagiannya.

“eoni kenapa kau diam?” heran Suzy karena ceritanya sedari tadi nampak tak mendapat tanggapan dari yeoja disebelahnya.

“eoh ani, aniya. Stt ada burung, itu bisa menjadi makan malam kita” Sulli meletakkan jari telunjukknya dibibirnya lalu mengendap-endap, Suzy terdiam ditempatnya dan duduk berjongkok perlahan.

Sulli mengambil panahnya hati-hati, ditariknya kuat-kuat dan matanya memicing hendak membidik burung merpati yang berada tak kurang 5 meter didepannya. Panahnya melesat cepat, namun saying meleset dan burung putih itu terbang begitu mengetahui sebuah panah mendarat tepat disampingnya.

“huft” Sulli menghembuskan nafas kesal.

“hahahah, apakah gagal lagi eoni?” tanya Suzy sambil terkekeh pelan mendengar helaan nafas Sulli.

“ish padahal hanya kurang sedikit lagi, aish jinjja” gerutu Sulli sambil menendang kerikil dihadapannya, Suzy tertawa renyah mendengar gerutuan eoninya.

“sudahlah eoni, aku masih kenyang” hibur Suzy, Sulli menganguk kecil lalu duduk disamping saengnya.

…………………………..

Lari, terus berlari sejauh yang ia bisa, hanya itu yang terlintas dipikiran Baekhyun. Sesekali ia menengok kebelakang memastikan orang-orang berbaju hitam dan membawa pedang itu jauh tertinggal dibelakangnya. Ia tersentak kaget mendapati beberapa namja menghadangnya dari depan, ia menoleh kebelakang dan jantungnya terpacu semakin cepat melihat sekumpulan orang yang mengejarnya tadi sudah menyunggingkan senyuman sinis mereka.

Seorang yeoja cantik berjalan perlahan, ia tersenyum miring dan menatap Baekhyun tajam. Peluh keringat menuruni pelipis namja cantik itu perlahan, tubuhnya bergetar menahan ketakutan. Pedang yang sudah berlumuran darah merosot jatuh dari genggamannya.

“kau tahu yeoja ini?” tangan yeoja cantik itu memegang selembar foto, namja didepannya memandang foto itu takut-takut lalu beralih pada yeoja cantik didepannya.

Ia menelan salivanya susah payah dan menggeleng perlahan. Yeoja berambut pendek itu tersenyum dan menepuk kepala Baekhyun, ia berbalik meninggalkan namja itu seraya menjetikkan jarinya. Jleb, sebuah pedang menghunus jantung Baekhyun dari belakang. Dengan susah payah ia memegang pedang mengkilat itu, ia mendongak kebawah menatap tangannya yang berlumuran darah. Perlahan matanya terpejam dan badannya terjatuh seiringan dengan pedang yang sudah dicabut dari badannya.

…………………………..

Sulli tersenyum senang sambil memeluk kelinci yang didekapnya, ia berjalan mendekati Suzy yang tengah bermain-main dengan rerumputan disekitarnya.

“Suzy-ah” panggil Sulli, Suzy menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan.

“pegang ini” Sulli menyodorkan kelinci putih kehadapan Suzy, yeoja itu menjulurkan kedua tangannya ragu-ragu.

Sulli semakin mendekatkan hewan kecil yang dipegangnya. Saat Suzy menyentuh bulu-bulu yang terasa halus dan menggelitik ditangannya, ia segera menarik kembali tangannya.

“eoni apa itu?” tanya Suzy penasaran seraya tertawa kecil “tanganku geli” ujarnya riang seraya menyentuh kembali kelinci putih dihadapannya. “ini menyenangkan” ujarnya sambil mengelus-elus hewan yang tak bisa ia lihat itu.

“ini kelinci. Mereka hewan yang lucu” ujar Sulli seraya meletakkan kelinci dipangkuan Suzy hati-hati.

Suzy asyik mengelus-elus kelinci dipangkuannya, Sulli tersenyum senang melihat saengnya itu tertawa sesekali dan mengelus kembali hewan mungil didepannya. Yeoja cantik itu menghembuskan nafasnya, ia mengeluarkan pedangnya dan mengelap noda yang tertoreh dipedang tajam kesayangannya.

…………………………….

Yeoja cantik dengan eyeliner tebal dimatanya memandanga tajam seorang namja yang baru saja dibawa salah seorang anak buahnya. Ia menendang meja dihadapannya kasar sehingga membuat namja yang berjongkok didepannya itu tersentak kaget.

“kau tahu yeoja ini bukan?” Jiyeon melempar foto seorang yeoja dihadapan namja bermata belo itu.

Chanyeol meneguk salivanya susah payah, keringat dingin tak berhenti menuruni wajahnya. Ia terlewat gugup dan takut melihat sekelilingya yang dipenuhi namja-namja berbaju hitam dan pedang atau golok ditangan mereka. Ia menatap sendu foto yeoja yang tergeletak dihadapannya.

“kau kekasihnya bukan? Dimana yeoja itu?” bentak Jiyeon, ia mendekat dan berjongkok didepan Chanyeol. Dimiringkannya kepalanya guna melihat ekspresi namja didepannya.

“aigo tak usah gugup begitu. Cukup beritahu dimana dia. Mudah bukan?” Jiyeon menepuk-nepuk kepala namja didepannya dan tersenyum sinis. Chanyeol masih bungkam, ia melirik sekilas yeoja cantik didepannya.

“noona….” Lirih namja itu hampir tak terdengar namun masih cukup membuat telinga Jiyeon menangkapnya, yeoja itu tersenyum meremehkan lalu berubah menjadi tawa yang menggelegar.

BRAK

Sekali lagi Jiyeon menendang meja yang berada disampingnya “berani sekali kau memanggilku seperti itu” bentak Jiyeon sakrkatis, ia tak suka namja didepannya itu memanggilnya noona. “siapa kau eoh? berani sekali orang sepertimu” teriak Jiyeon histeris, ia mengangkat tangan kirinya dan menjentikan jarinya.

Tak butuh waktu lama, dua orang namja menghunuskan kedua pedang merka dirusuk Chanyeol. Namja itu tersentak kaget, ia memandang dua pedang yang sudah menembus tubuhnya dengan sedih lalu beralih pada yeoja cantik yang perlahan menghilang dari pandangganya.

“noona…” lirih Chanyeol perlahan, tangannya berusaha menggapai punggung Jiyeon namun perlahan dirinya semakin lemah karena mengeluarkan banyak darah.

SRET

Secara bersamaan dua pedang tajam itu dijabut dari tubuh Chanyeol, pemuda itu memuncratkan darah dari mulutnya dan tergeletak tak bernyawa.

……………………………

“Suzy-ah kajja kita pergi, hari sudah gelap” Sulli berdiri dan menepuk-nepuk roknya yang sedikit kotor dan menarik perlahan pergelangan tangan Suzy. Suzy menganguk, ia berdiri dibantu Sulli.

Keduanya mengendarai motor menuju sebuah gedung yang keadaanya tak semengenaskan gedung lainnya, Sulli menggandeng tangan Suzy perlahan agar yeoja itu tak kesulitan menyamai langkahnya. Ia mengedarkan pandangganya kesekitar gedung itu, memastika tempat ini cukup aman untuk bermalam dirinya dan Suzy.

“kajja kita masuk, hari sudah gelap” Sulli menuntun Suzy memasuki gedung dihadapannya.

“ne eoni, aku lelah dan ngantuk” rengek Suzy mengeratkan pegangannya.

“aigo, baiklah kajja” Sulli mengacak-acak rambut Suzy.

Belum sempat keduanya menginjakkan kaki kedalam gedung atau sekedar melewati pintu masuk gedung yang sudah tak terawatt itu, segerombolan namja berpakaian hitam membawa pedang datang. Sulli menarik Suzy agar berdiri dibelakangnya, melindungi yeoja itu. 7 orang namja dengan masker yang menutupi sebagian wajah mereka itu mengepung Suzy dan Sulli.

“siapa.. siapa kalian?” teriak Sulli, sebelah tangannya mengacungkan pedang dan yang satunya melindungi Suzy yang berdiri takut dibelakang Sulli.

Kepala Suzy menengok kekiri, kekanan mencoba mempertajam pendenganrannya. Suara teriakan eoninya dan berisik membuat wajahnya pucat karena ketakutan. Ia memegangi ujung baju Sulli dan menggigit bibir bawahnya.

“eoni aku takut” lirih Suzy menahan air matanya.

Sulli tak menghiraukan rintihan Suzy, ia berkonsentrasi memandang satu persatu namja yang sudah siap menyerangnya. Trang, trang, suara pedang yang bergesekan memekikan telinga. Dengan susah payah Sulli menghalau setiap pedang mengarah kepadanya. Suzy memegangi kedua telinganya, tubuhnya bergetar mendengar pedang yang beradu dan teriakan eoninya.

“YA! Siapa kalian?” teriak Sulli semakin histeris seiringan dengan tangannya yang semakin brutal membalas pedang sang musuh.

Tiba-tiba suara pedang yang tadi terus terdengar berhenti, 4 orang namja tengah memegangi tubuh Sulli. Menyeret yeoja itu menjauh dari Suzy, hingga pegangan Suzy pada baju Sulli terlepas.

“eoni… eoni” teriak Suzy, tangannya meraba-raba udara hampa disekitarnya.

“YA! LEPASKAN! SUZY-AH, SUZY-AH” Sulli meronta namun perlawanannya membuat empat namja itu semakin memeganginya erat.

“eoni… eoni… eoni…” perlahan butiran Sulli menuruni pipi chubby yeoja itu, ia menggerakkan tubuhnya tak tentu arah dan tangannya mengayun-ayun diudara mencari Sulli.

Seorang namja berdiri didepan Sulli, ia mengangkat pedangnya dan JLEB. Satu hunusan menembus badan yeoja cantik itu. Sulli berhenti berteriak dan meronta ketika tubuhnya merasakan sakit. Ia menatap sendu pedang yang sudah membuat darahnya bercucuran itu dengan pandangan hampa.

“Suzy-ah….” Lirih Sulli, SRET pedang tajam itu ditarik dan keempat namja yang sedari tadi memegangi tubuh Sulli menghempaskan yeoja cantik itu ketanah.

Sebuah mobil berhenti tak jauh dari kejadiaan naas itu, beberapa namja turun dari mobil itu dan menyeret Suzy pergi. Seorang yeoja cantik tersenyum senang melihat seseorang yang dicarinya sedari dulu kini sudah duduk meringkuk disebelahnya. Pandangannya beralih pada yeoja yang tergeletak tak sadarkan diri ditanah. Ia menjentikkan jarinya dan mobil hitam itu pergi menjauh dari gedung tua.

Sulli mengatur nafasnya dan menahan sakit diperutnya, namun sepertinya percuma karena beberapa detik kemudian ia tak sadarkan diri. Seorang namja berjalan perlahan, ia berjongkok lalu menyibakkan rambut yang menutupi wajah Sulli. Dengan hati-hati namja itu mengangkat tubuh Sulli.

…………………………

Suzy Pov

Aku meringkuk memeluk lututku, gelisah dan takut membuat tubuhku gemetar. Kutolehkan kepalaku kekiri dan kekanan berulang-ulang kali ketika suara berisik disekelilingku semakin terdengar lebih keras. Eoni, Sulli eoni aku takut.

Perlahan kudorong tubuhku kebelakang hingga punggung membentur suatu yang keras. Eoh apa ini, aku menleh dan meraba benda keras itu perlahan. Dingin, dan berbentuk seperti pipa yang panjang, gumamku dalam hati ketika tanganku muai merayap pada benda keras itu perlahan.

BLAM

Terdengar seperti suara pintu tertutup, segera kualihkan pandanganku pada sumber suara. Dan kini kurasakan sauar-suara berisik sedari tadi tiba-tiba menghilang menjadi sunyi senyap. Ah kenapa ini? Kenapa begitu sepi, membuatku semakin takut.

“eoni… Sulli eoni” lirihku pelan memanggil eoniku namun tak kudapati suara indahnya yang biasa menjawab panggilanku.

Ting… aku tersentak kaget dan menjauh perlahan ketika suara seperti benda berbenturan itu berbunyi.

Ting… sekali lagi suara itu tertangkap oleh indra pendengaranku membuatku semakin erat memegangi ujung bajuku.

Ting… Ting… Ting… Ting… Tidak!! Aku memegangi telingaku. Aku taku, aku takut suara itu semakin sering terdengar dan aku semakin memundurkan badanku ketika suara itu seolah-olah bergerak mengitariku.

“Suzy-ah” panggil seseorang dari sebelah kananku, aku reflex menoleh kesumber suara.

“Suzy-ah” panggilnya lembut sekali lagi membuatku mengerutkan dahiku heran, suara ini, suara ini begitu familiar ditelingaku. Aku memutar otakku, berpikir lebih cepat dari biasa guna mengingat-ingat alunan lembut suara itu.

“Suzy-ah”

Aku mengingatnya, aku mengingatnya sekarang. Suara ini, aku sangat merindukan suara ini. Air mataku menetes perlahan mendengar yeoja itu memanggil namaku dengan lembut. Perlahan kugerakkan tanganku, meraih wajah yeoja didepanku.

Author Pov

“Suzy-ah” panggil Jiyeon lembut pada yeoja didepannya, sebuah senyum terukir jelas diwajah cantiknya yang terdapat sebuah luka gores dipipi kiri yeoja itu.

“Gwenchanayo, ini aku” ujar Jiyeon lembut dan pelan.

Perlahan Suzy memajukan badannya, tangannya terangkat takut-takut menyentuh wajah Jiyeon. Ia menggerakan jari-jari lentiknya meraba yeoja didepannya itu. Jiyeon menatap manic mata Suzy yang entah menatap kemana, ia memegang tangan kanan Suzy yang kini menyentuh pipinya.

SRET

Suzy menarik tangannya tiba-tiba, ia tersentak kaget. PRANG. Jiyeon kaget dan menoleh, matanya melotot mendapati sebuah kaca yang terletak tak jauh darinya pecah berkeping-keping. Ia menatap yeoja didepannya dengan senyum kemenangan lalu berdiri meninggalkan yeoja itu.

“awasi dia dengan baik” perintah Jiyeon pada salah satu anak buahnya, namja itu membungkuk member hormat lalu berjalan mendekati Suzy yang masih meraba-raba sekitarnya.

“eoni, Jiyi eoni” panggil Suzy, membuat namja yang tengah berdiri dihadapannya mengerutkan dahinya heran.

“annyeong Suzy-ssi” sapa namja itu sambil berjongkok didepan Suzy, Suzy tersentak kaget mendapati kini berganti dengan suara namja yang asing diindera pendengarannya.

“gwenchanayo. Naneun Kim Minseok imnida” namja itu memperkenalkan diri dan perlahan tangannya menyentuh dan meraih tangan Suzy namun yeoja itu segera menarik kembali tangannya. Ia memundurkan badannya dan meringkuk memeluk lututnya.

“Jiyi eoni, Jiyi eoni. Eoni diaman kau?” lirih Suzy ketakukan.

Namja bernama Minseok namun lebih akrab dipanggil Xiumin itu tersenyum getir melihat Suzy menarik tangannya, ia menatap nanar tangannya sendiri karena mendapat penolakan dari yeoja cantik dihadapannya.

“disini tak ada Jiyi eoni!” bentak Xiumin tiba-tiba membuat Suzy menitihkan air mata karena ketakutan.

“Jiyi eoni, eoni, Jiyi eoni” rintih Suzy, ia menenggelamkan kepalanya.

………………………

Kris Pov

Aku menatap gelisah yeoja didepanku itu, ia tak sadar sejak 1 hari yang lalu. Aku berjalan memeriksa beberapa selang yang kini terpasang ketubuhnya. Aku mendesah kecewa karena keadaanya belum pulih juga, padalah semua yang diajarkan oleh guru sudah kuterapkan. Apakah aku salah mengobati? Gumamku dalam hati.

“Suzy-ah.. Suzy-ah…” panggil yeoja lemah membuatku yang tadi duduk memandanginya dari sofa berlari kearahnya, aku menghembuskan nafas kecewa karena ternyata ia hanya mengigau bukan sadar.

Aku kembali duduk disofa hitam yang berada tak jauh dari tempat Sulli berbaring, memutar otak lebih cepat guna mencari kemungkinan dimana Suzy berada saat ini. Aku memandang yeoja cantik berwajah pucat itu, sudah lebih dari 4 tahun aku mencarimu tapi begitu menemukanmu kenapa kau malah terluka seperti ini. Kau benar-benar membuatku khawatir Sulli-ah.

“aish benar-benar ini membuatku frustasi” aku memukul pelan kepalaku karena tak kunjung menemukan titik terang secuilpun. Jinjja, otak ini benar-benar tak bisa diajak kompromi.

…………………….

Author Pov

Jiyeon memutar-mutar pedangnya, ia berjalan dengan senyum angkuh dan penuh kemenangan melihat anak buahnya satu persatu menghunuskan pedanngya pada beberapa musuh yang menyerang meraka. Ia menoleh kebelakang yang tersenyum manis melihat yeoja cantik yang terpasung tangan dan kakinya dengan rantai. Yeoja itu berdiri diatas sebuah robot yang dapat berjalan dengan sendirinya.

“Xiumin” panggil Jiyeon pada tangan kanannya itu, Xiumin mencabut pedang dari seorang namja cantik dan berjalan menghampiri Jiyeon.

“ne Jiyeon-nona” hormat Xiumin.

“apa kau sudah menghubungi Krystal?” tanya Jiyeon.

“ne, sudah nona. Nanti sore dia akan sampai kemarkas” jawab Xiumin seraya mengangukkan kepalanya, Jiyeon menepuk pundak Xiumin lalu berjalan kembali.

“Jiyi eoni, kau disana? Jiyi eoni” panggil Suzy, tangannya tak bisa digerakkan begitu pula kakinya. Ia menolehkan kepalanya dengan susah payah karena kepalanya dipakaikan sesuatu seperti helm yang membuat area geraknya berkurang.

SRET

TRANG

SRET

Suzy memejamkan matanya begitu mendengar suara pedang beradu dan suara orang-orang yang memekik ketakutan. Badannya bergetar hebat karena semakin sering frekuensi jeritan yang tertangkap olehnya

TBC

Akhirnya kesampain juga ngirim ff abal dan gag jelasku diatas. Ini terinspirasi dari MVnya T-ara yang Day By Day. Yang belum nonton aku saranin nonton dulu biar lebih jelas nangkep ini cerita, selain itu MVnya bagus lo. Lumayan banyak yang aku ambil dari MV itu, jadi alur ceritanya hampir sama. Hahah3. Dan setelah baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian.

Ow iya epep ini pernah dipost di http://baesuzyfanfiction.wordpress.com/

*lambai-lambai pada readers dan peluk satu-satu #bow

Advertisements

6 thoughts on “Black Wispher [part 1]

  1. Iya mirip day by day..
    Tpi knapa Suzy juga kenal Jiyeon???
    Apa.motif Jiyeon mnangkap Suzy?
    Dan apakah akhirnya Jiyeon akan mati ditangan Suzy sperti dlm mv day by day…
    Next^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s