My Lovely Daughter

 Gambar

Main cast        : Bae Suzy (Miss A), Suho (EXO)

Genre              : Married life, family

Duration         : Vignette

Rating             : PG-15

WARNING!

Typo(s) everywhere.!. Cerita absurd dan gag jelas.!.

Author Pov

Yeoja kecil itu mengerjap-kerjapkan matanya saat seorang namja yg selalu dipanggilnya appa itu berdiri didepannya dengan sejuta senyum menawan. Ia bingung karena biasanya sang eoma yg selalu menjeputnya setiap hari karena tak perlu ditanyakan lagi bahwa appanya selalu sibuk dikantor.

Namja itu mengulurkan tangan kanannya, dengan senang hati yeoja berumur 7 tahun dan berkucir kuda dengan ransel pink bergambar hello kitty itu menyambutnya.

“appa, dimana eoma?” ia mendongak menatap appanya dan menuntut jawaban.

Namja berjas hitam itu tersenyum, “eoma ada acara siang ini change, eoma harus pergi ke Busan untuk 2 hari kedepan” ujarnya lembut.

Yeoja kecil itu membulatkan matanya “Jinjja? Jinjjayo appa?” tanyanya tak percaya yg hanya dibalas angukan pelan. “kenapa eoma tak memberitahuku huh” gerutunya sebal, ia menghenatak-hentakkan kakinya tanda dirinya sedang protes dengan tindakan sang eoma.

“eoma tadi terburu-buru makannya tak sempat memberitahumu, dan kau kan baru sekolah” namja yg kerap dipanggil Suho itu berjongkok dan mencubit pelan hidung anaknya.

“appo appa, appo” protesnya berusaha melepaskan cubitan sang appa.

“Hana-ya kau mau ice cream” Suho menoleh sesaat setelah yeoja kecilnya duduk dan memasang seatbelt, yeoja itu menoleh menatap appanya dengan pandangan berbinar. Dengan semangat ia menanguk sehingga rambutnya bergoyang-goyang lucu.

“NE APPA” jawabnya sedikit berteriak karena semangatnya, ah kapan lagi ia bisa makan ice cream sepuasnya. Apalagi eomanya sedang pergi karena biasanya eoma selalu melarangnya makan ice cream.

“let’s go!” teriak Suho ikut-ikutan semangat setelah melihat antusias sang anak, Hana mengangkat kedua jempolnya menhadap Suho dengan senyuman lebar.

“LET’S GO!” teriak yeoja kecil itu.

……………………….

“Suzy ini berkasnya” yeoja berambut merah panjang itu menyerahkan sebuah map berwarna kuning pada yeoja yg sedang membaca beberapa dokumen penting sembari duduk nyaman menyandarkan punggungnya dikursi belakang mobil.

Sesaat Suzy menoleh mengalihkan perhatiannya, ia mengulurkan tangannya “gomawo Krys-ah” ujarnya lalu mulai membuka map itu.

“ah apa kau sudah menelepon Hana? Jam segini pasti dia sudah pulang” Krystal menoleh mengingatkan Suzy, yeoja itu menepuk jidatnya dan langsung mencari handphonenya yg ia yakini berada didalam tasnya.

“untung kau mengingatkan” Suzy menoleh memberi senyuman tanda terimakasih pada rekan kerja sekaligus sahabatnya itu.

“yeobseyo” Suzy berbicara dengan nada halus saat seorang anak kecil dengan suara cempreng khasnya mengangkat panggilan teleponnya.

“yeobseyo, eomma!” teriak Hana dari seberang, Krystal terkikik pelan mendengar suara Hana yg ia rasa makin hari makin cempreng.

“changiya, maafkan eomma baru meneleponmu dan memberi kabar”

“eish eomma, seharusnya eomma memberitahuku kemarin malam. Aku kan khawatir” protesnya dengan nada manja membuat Suzy tersenyum senang.

“mianhe changiya” bujuk Suzy.

“arra, eomma kau dimaafkan”

“ah kau sedang apa changiya? Sudah makan siang kan?” tanya Suzy beruntun khawatir kali-kali suaminya lupa memberi makan sang buah hati.

“em aku sedang makan ice cream bersama appa” ucapnya polos, Suho yg mendengar ucapan Hana sekatika tersedak lalu menatap anaknya tak percaya. ‘mati aku’ batin namja itu.

“bisa kau berikan teleponnya pada appa sayang?” pinta Suzy, Hana menganguk walaupun eommany tak dapat melihat. Ia segera menyerahkan teleponnya pada Suho yg nampak kelabakan, namja itu mengelap keringatnya yg sama sekali tak menetes lalu menghembuskan nafas dalam-dalam dan meraih handphone yg disodorkan anaknnya.

“yeobseyo” ujar Suho was-was.

“YA! oppa!” teriak Suzy membuat Suho harus sedikit menjauhkan teleponnya dari telinganya, ia mengusap-usap telinga kanannya berharap gendang telinga tak pecah.

“yeobo jang teriak-teriak” ujar Suho lembut.

“ish jinjja, kenapa kau memberinya ice cream. Kalau Hana batuk bagaimana eoh?” ujar Suzy menggerutu karena memang anaknya itu sesudah makan ice cream pasti akan batuk atau flu.

“yeobo hanya sedikit, sudah lama dia tak makan ice cream” ujar Suho membela diri, diliriknya sekilas Hana yg sedang memakan ice cream strawberry pada mangkuk keduanya.

“oppa…. awas saja kalau Hana sakit” ancam Suzy sembari mengepalkan tangannya, Krystal yg sedang sibuk bersms ria dengan suaminya tersentak kaget karena tingkah laku yeoja disebelahnya.

“never, aku janjji dia akan sehat saat kau kembali” Suho tersenyum sembari mengusap kepala Hana yg kini sedang meraih mangkuk ketiga ice creamnnya. Gadis kecil itu mendongak sebentar, melihat wajah appanya yg masih tersenyum. Ia mengangkat bahunya acuh tak acuh lalu kembali sibuk melahap ice cream rasa banana didepannya. “yummy” ujar Hana pelan dengan mata berbinar.

“baiklah. Ah sudah dulu oppa, akan kutelepon lagi nanti” Suzy memutus sambungan telepon tatkala mobilnya sudah berhenti didepan hotel bergaya Jepang. Ia turun dari mobil sembari meneteng beberapa berkas dan berjalan mengikuti Krystal.

“rapatnya 1 jam lagi. Kajja kita kekamar” Krystal menoleh membuat Suzy yg sedang menelusuri setiap jengkal hotel bergaya Jepang itu menabaraknya. BUKK.

“eishh, kenapa berhenti tiba-tiba” gerutu Suzy sambil memunguti kertas-kertas yg berserakan karena insiden kecil tersebut.

“hehehe, mianhe” Krystal menggaruk tengkuknya yg tak gatal dengan cengiran aneh.

…………………………….

“eomma……” lirih Hana pada namja tampan yg sedang panik kesana-kesini tak jelas, badannya panas, kepalanya pusing dan suaranya terlalu lemah untuk mengatakan kalimat yg lebih panjang dari ‘eomma appo’.

“dimana obatnya, sabar changiya appa carikan obat” Suho mengelus dahi Hana lalu berlari keluar mencari-cari kemungkinan tempat dimana istrinya menaruh obat penurun panas. Setelah ia menemukan kotak obat yg dicari, Suho segera menobrak-abrik namun nihil. Namja itu menhela nafas kesal karena tak menemukan yg ia cari.

“eomma….” Panggil Hana lemah, tubuhnya menggigil kedinginan namun saat badannya disentuh sangat panas.

“sabar changiya” Suho yg kini duduk disamping ranjang anaknya itu mengelus kembali dahi Hana, tangan kanannya sibuk mencari nama doker Kim. Dokter keluarganya.

“yeobseyo, dokter Hana demam cepat kemari” ujar Suho langsung tanpa basa-basi karena terlalu panik.

“……………”

“ne, ne. cepatlah” Suho mematikan teleponnya lalu kini berganti menghubungi Suzy.

“yeobo, Hana sakit. Dia demam” ujar Suho.

“MWOO? Demam. Ini pasti karena ice cream tadi siang. Eish oppa jinjja kau ini. aku akan segera pulang, cepat hubungi dokter Kim” omel Suzy panjang lebar, yeoja itu segera meraih tasnya dan memasukkan dompet dan handphonenya. Dengan tergesa ia berjalan menuju kamar Krystal yg berada disebelahnya lalu menggedor-gedor pintu didepannya.

“Ya! Ya! kenapa kau menganggu tidurku malam-malam hah!” protes Krystal seraya membuka pintu, ia menatap sebal Suzy yg sedang berdiri didepannya.

“antarkan aku kebandara, aku harus pulang keSeoul” ujar Suzy, ia langsung menarik Krystal yg masih setengah tidur. Sesaat setelah kedua yeoja itu menaiki taxi Krystal baru sadar sepenuhnya, yeoja itu melotot kaget karena kini ia sedang duduk dibangku belakang tanpa tahu alasannya.

“ige mwoya??” Krystal menoleh menuntut penjelasan dari Suzy yg masih gelisah.

“sudah kubilang antar aku kebandara. Aku harus pulang ke Seoul” ujar Suzy acuh, yeoja itu terus meminta sang sopir untuk mempercepat laju mobilnya.

“ya! besok masih ada rapat!” bentak Krystal tak menyadari ada raut kekhawatiran diwajah sahabantnya.

Suzy mendengus sebal, masa bodoh dengan rapat atau proyek besok, anaknya sedang demam dan hanya ada Suho dirumah. Itulah yg ia khawatirkan, ia khawatir suaminya itu membuat sakit buah hatinya semakin parah. Karena demi apapun Suho belum pernah menangani orang sakit sebelumnya.

“Hana demam. Aku harus pulang. Barang-barangku semuanya kutinggal dihotel, kau urusi ne” pinta Suzy memelas, Krystal menghembuskan nafasnnya ia menganguk pelan walaupun harus dengan berat hati.

“gomawo” Suzy memeluk sahabatnya.

…………………………..

Pukul 11.00 pm, Suzy turun dari taxi yg kini membawanya kedepan sebuah rumah yg cukup besar berwarna krem. Setelah menyerahkan beberapa lembar uang, ia segara membuka pagar lalu berlari tergopoh-gopoh menuju pintu masuk.

“Hanaya” panggil Suzy sedikit keras sembari menaiki tangga menuju lantai dua, langkahnya terhenti ketika dilihatnya kini suaminya tertidur disamping yeoja kecilnya. Suzy menghembuskan nafas lalu berjalan dan duduk disamping ranjang berwarna ungu itu.

Suzy mengelus dahi Hana, membuat yeoja itu menggeliat pelan namun kembali terlelap. Perlahan-lahan pandangan Suzy beralih pada namja yg tertidur pulas diujung ranjang. Suzy menepuk pelan pipi Suho.

“yeobo, bangun. Kau bisa sakit punggung kalau tidur seperti ini” ujar Suzy lembut, Suho nampak menggeliat dan mengerjap-kerjapkan matanya. Ia nampak menganguk lalu dengan setengah tidur ia berdiri dan berjalan kekamarnya yg berada dilantai bawah dengan bantuan Suzy.

“hah” Suzy menghela nafas setelah dilihatnya suaminya kini tertidur nyenyak, ia membenarkan selimut Suho lalu berjalan menuju kamar Hana.

“baru sehari ditinggal dengan appamu sudah sakit. Benar-benar” Suzy memijat kepalanya pelan lalu mulai memposisikan tubuhnya agar nyaman. Ia mengecup dahi Hana lalu memejamkan matanya perlahan.

Matahari sudah berada cukup tinggi, srettt. Suzy menyibak gorden kamarnya membuat Suho terbangun karena terusik oleh cahaya yg menyilaukan mata. Tangan kanannya berusaha menutupi menutupi sinar yg menusuk matanya.

“YA! OPPA! kau benar-benar membuatku sakit kepala!”. BUK. Sebuah bantal mendarat cukup sukses dikepala Suho, kesadaran namja itu kini sudah 100% kembali. Ia meringis memegangi kepalanya yg kena timpuk dari istirnya, sembari menggaruk tengkuk kepalanya yg sama sekali tak gatal, Suho hanya tersenyum lebar memandang wajah garang Suzy.

“dasar, sudah kubilangkan jangan memberinya ice cream!” sekali lagi Suzy memberikan pukulannya.

“mianhe yeobo, aku tak tahu bila akhirnya Hana demam” lirih Suho memelas, membuat Suzy tak tega melayangkan pukulan ketiganya. Akhirnya yeoja itu menyerah dengan amarahnya sendiri ketika melihat wajah Suho yg sudah kusut.

“mianhe, aku tak akan mengulanginya” Suho meraih tangan Suzy, menarik yeoja itu hingga ia terduduk dikasur tepat didepan Suho. Dari belakang, tangan namja itu perlahan muncul dan memeluk tubuh istrinya. Ia menyandarkan kepalanya dipundak Suzy. “mianhe” lirihnya tepat ditelinga kiri Suzy, dibagian paling sensitif yeoja itu hingga membuatnya menggeliat geli.

“oppa” ujar Suzy merasa merinding karena hembusan nafas Suho yg menggelitik, “baiklah kau dimaafkan. Sekarang lepaskan aku” pinta Suzy mencoba melepas tangan Suho yg memeluknya erat, namun namja itu malah mengeratkan pelukannya.

“oppa” protes Suzy seraya menoleh kesamping, ia mengerucutkan bibirnya sebal yg membuat Suho terkikik pelan melihat ekspresi Suzy. Bagi namja tampan itu tak ada yg lebih mengasyikkan dari menjahili istrinya dan melihat ekspresi merajuk Suzy.

“morning Kiss” Suho mengerucutkan bibirnya dan memejamkan mata, mengisyaratkan agar Suzy menciumnya.

Suzy menggerutu dan nampak berkomat-kamit tak jelas namun tetap menuruti kemauan suaminya. Ia menutup matanya bersiap akan membarikan Morning Kiss.

“EOMMAA!” teriak Hana dengan suara cemprengnya, yeoja kecil itu menangis dan berteriak memanggil Suzy dan membuatnya membuka mata sekita. Tanpa aba-aba Suzy segera melepas tangan Suho dan berlari menuju kamar Hana.

“eishhh tak tepat sekali” Suho mengacak-acak rambutnya sebal.

 

FIN

Annyeong, aku bawa ff super duper aneh dan gag jelas yg temanya ringan, gag pake sad ending, gag pake nangis-nangisan, gag pake ada yg terluka dan gag ada yg mati(?). Hahaha3 :D. Menurut kalian aku lebih bagus nulis ff yg genrenya comedy? Fantasy? Atau sad?

Oh ya, sebenernya banyak judul ff yg udah aku ketik, pingin banget aku post. Tapi sayangnya idenya pada putus ditengah jalan. Alhasil malah gag kelanjut, padahal sayang udah nulis tapi pasti gag pernah sampe selesai bin tuntas L.

#jangan lupa tinggalkan jejak kalian sebagai reader yg baik#

Advertisements

24 thoughts on “My Lovely Daughter

  1. Uwaah lucu banget nih suzy sama suho…
    Hana suaranya bisa cempreng karena ngikutin syapa ya? Wkwkkk
    Buat lagi thor ff yg main castnya suho suzy soalnya jarang banget ad yg buat yesss
    Fighting^_^

  2. wkwwk ini keren author 🙂
    menurutku author lebih cocok nulis comedy
    *puk puk* suho gak bisa dapet morning kiss kkk~

  3. Hahaaa… Kasian tuh suho oppa diganggu sama anaknya. 🙂
    Hana juga polos amat malah ngasi tau suzy kalau mreka lagi makan es krim. Hihii

  4. Hahahaha suho makan sedikit apanya malah 3 mangkuk dan akibatnya hana sakit, aigoo suzy gak bisa marah2 sama suho :))

  5. Keren! Author (y) Sebenarnya pemilihan diksi udah tepat, tinggal huruf kapital dan tanda bacanya yang harus ditingkatkan ^.~ Keep writing!

  6. Wkwk suho skalinya ngurus anak tp mlah bkin sakit x) jrang2 ff cast nya suho-suzy thor Kkk~
    Btw,Author*klo kata aku* lbih bgus ff yg sad, tp aku sukanya bca yg romantis klo ga comedy._. #plakk *kasian ngeliat suzy tersiksa klo sad :D*
    Fighting! 🙂

  7. Suzy benar” eomma yg baik dan patut dicontoh dia rela ninggalin pekerjaan-ny demi anak tercintanya.
    Dan suho aissh dia harus belajar lebih baik lagi untuk menjadi appa yg baik kkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s