Black Wispher part 2/END

Gambar

Main cast        : Bae Suzy (Miss A), Choi Sulli (f(x)), Park Jiyeon (T-ara), Xiumin, Kris Wu (EXO)

Genre              : Action(?), sad , fantasy

Duration         : Twoshoot

Rating             : PG-16+

Credit Poster  : http://jungsgalleryart.wordpress.com

Summary

Like the wind, you disappeared. I hear your voice. The countless nights when we promised eternity,they become tears

 

W.A.R.N.I.N.G.!.

Typo(s) bertebaran.!!. Cerita absurd .!!.

^^Happy reading^^

 

Author Pov

“jadi dia adikmu” yeoja berambut merah itu melirik sekilas Suzy yang duduk disofa ditemani Xiumin disampingnya.

“begitulah” jawab Jiyeon dengan senyuman sinis diwajahnya, “setalah 6 tahun mencarinya aku menemukannya juga” ujar Jiyeon sambil melihat Suzy.

“lalu dimana eonimu? Kau membunuhnya?” tanya Krystal penasaran, Jiyeon menganguk.

“tentu saja, dia selalu menggangguku. Benar-benar merepotkan” Jiyeon berkata dengan wajah dingin dan datarnya lalu beranjak pergi meninggalkan Krystal yang hanya geleng-geleng kepala.

“ck, yeoja kejam. Tapi itu yang kusuka darimu” kekeh Krystal lalu mengikuti langkah Jiyeon duduk disamping Suzy.

Jiyeon mengelus rambut Suzy, membuat yeoja itu tersentak kaget dan menghindar secara reflex. “Suzy-ah” panggill Jiyeon lembut membuat kerutan kekhawatiran diwajah Suzy menghilang seketika.

“Jiyi eoni, Jiyi eoni” panggil Suzy seraya meraba tangan Jiyeon.

“Gwenchana, ini eoni. Jangan takut ne” ujar Jiyeon lembut, Suzy menganguk menurut membuat Xiumin yang sudah berpindah tempat duduk menatap pemandangan didepannya itu tak mengerti.

Krystal melirik namja berpipi bulat yang duduk didepannya, ia terkekeh melihat ekspresi terkejut namja itu. Mulutnya terbuka dan matanya melotot hampi keluar membuat Krystal semakin mengeraskan tawanya. Xiumin yang sadar sedang ditertawakan buru-buru menutup mulutnya dan menatap Jiyeon dengan pandangan menuntut minta penjelasan.

“Jangan memandangku seperti itu” ujar Jiyeon tanpa mengalihkan sedikitpun matanya dari Suzy, ia seakan tahu Xiumin memandang dirinya dan meminta penjelasan.

“nona dia yeodongsaengmu? Yeoja dengan kekuatan penghancur itu yeodongsaengmu?” tanya Xiumin tak percaya, Jiyeon tersenyum sinis dan menatap namja itu.

“Ne, dia saengku. Bukankah dia cantik sama sepertiku?” tanya Jiyeon dengan pandangan tajam membuat Xiumin salah tingkah dan sedikit takut. Krystal hanya tertawa melihat kelakuan namja didepannya itu.

“ne, ne noona. Dia cantik sepertimu” jawab Xiumin seraya menggaruk tegkuknya yang tak gatal, kentara sekali namja itu tengah salah tingkah.

…………………….

Sulli Pov

Aku melihat Suzy berlari dan aku terus saja mencoba meraihnya, namun gagal dia terlalu cepat dan jauh. Aku sudah memanggilnya berkali-kali namun ia tetap berlari dan sesekali melambaikan tangannya padaku.

“Suzy-ah” teriakku seraya membuka mata, kuedarkan pandanganku kesekelilingku kini.

Banyak selang menancap ditubuhku, dan ugh tubuhku sakit sekali apalagi bagian perut. Perlahan kuraba perutku yang kini nampak diperban. Ah aku ingat kemarin sekumpulan namja menyerang dan menusukku dengan pedang. Tunggu, dimana Suzy?

Kuedarkan pandanganku sekali lagi, berharap menemukan Suzy namun nihil. Hanya seorang namja tinggi dengan wajah tampan yang sedang tertidur sambil berdiri disebuah sofa hitam yang berada disamping kananku.

“Kris? Kris oppa?” aku membelalakkan mataku tak percaya melihat namja itu.

Seseorang yang kuyakini adalah Kris Wu itu menggeliat, ia membuka matanya perlahan dan kini kedua mata kam bertemu. Kulihat ia menyunggingkan senyuman lembutnya. Masih sama seperti senyuman yang selalu kukagumi sejak beberapa tahun yang lalu.

“kau sudah sadar eoh?” Kris berjalan mendekat “sudah lebih dari 3 hari kau pingsan” ia mengelus rambutku perlahan membuatku mematung karena perlakuan manisnya.

“apa masih sakit?” tanyanya, aku hanya menggeleng. Entah kenapa lidahku kelu, tidak aku terlalu terpesona dengan wajah tampannya.

………………………

Suzy Pov

Aku menolehkan wajahku kekanan dan kekiri, mencoba mendengar sesuatu barang sedikitpun. Aku menggerutu karena tak mendengar apapun, kenapa sepi sekali dimana orang-orang, umpatku sebal.

Tiba-tiba kurasakan seseorang duduk disampingku, reflex aku menoleh dan meraba tempat disebelahku. “Jiyi eoni, Jiyi eoni” panggilku sumringah berharap Jiyeon eoni yang duduk disampingku. Gerakan tanganku berhenti pada saat kurasakan struktur wajah namja, segera kutarik tanganku kembali lalu menghadap kedepan menutupi kegugupanku.

“eoh kenapa berhenti Suzy-ah?” goda namja yang suaranya mulai kukenal itu. Aku masih tak mau menoleh karena kini sudah kupastikan wajahku berubah menjadi merah. Sial, kenapa malah namja itu? Kenapa bisa salah sih? Dasar Suzy pabo? Rutuk dengan bibir maju karena menggerutu tak jelas.

“aigo, kau malu eoh?” tanya namja itu, kurasakan tangannya menyibak perlahan rambut hitam panjangku kesamping.

“jangan sentuh” kutepis tangannya namun dia malah tertawa pelan, aku mengerutkan dahi heran. “apa yang kau tertawakan? Pergi! Ka!” usirku padanya.

“Wu.. calm down Suzy-ah, aku hanya ingin lebih dekat denganmu” ujarnya membuatku menoleh kearahnya.

“KA!” teriakku semakin histeris, sungguh demi apapun aku benci namja itu yang sudah seenaknya menyentuh rambutku. Tak ada yang boleh menyentuh rambutku kecuali namjaku, tak ada yang boleh menyentuhku kecuali Chanyeol. Aku benci dia mendekatiku, aku benci dia didekatku dan aku sangat benci dia menyentuhku. Kotor, dia kotor.

“kotor! Ka! KA!” bentakku pada namja yang kuyakini masih duduk dihadapanku. Sunyi, tak ada sautan dari namja itu membuatku khawatir. Menebak-nebak apakah dia sudah pergi atau belum.

…………………..

Xiumin Pov

“kotor! Ka! KA!” bentak Suzy dengan wajah marah dan mata yang sedikit berkaca-kaca, tangannya bergetar entah menahan marah atau takut, yang jelas ia tak menyukai keberadaanku.

Aku menghembuskan nafas berat melihat penolakan dari yeoja didepanku itu. Aku terdiam memandangi wajah cantiknya. Ia nampak mengerutkan dahinya heran dan menoleh kekanan kekiri seperti memperjelas pendengarannya. Tanpa sadar tanganku bergerak meraih wajahnya, kurang dari 5 centi kutarik kembali tanganku.

Tunggu dulu, kenapa aku jadi begitu peduli pada yeoja ini. Kenapa aku harus sedih melihatnya terus mengusirku pergi? Ah molla.

Aku tahu ini pasti karena yeoja bernama Suzy itu adalah yeoja yang Jiyeon nona dan kami cari selam lebih dari 5 tahun. Ya, hanya sebatas yeoja yang merupakan alat pernghancur terkuat dan terhebat yang selama ini merupakan senjata paling berharga.

“baiklah, aku akan pergi. Annyeong Suzy-ah” pamitku sambil berbisik ditelinga Suzy lalu beranjak pergi meninggalkan yeoja itu.

PRANG

Gelas yang terdapat didepannya pecah menjadi kecil membuatku menoleh kebelakang, menatap gelas itu lalu wajah pucat Suzy. Ah yeoja yang menyeramkan dan menarik. Jiyeon nona, saengmu benar-benar mengagumkan. Aku tersenyum mengingat wajah Suzy.

……..………………..

Author Pov

“kau yakin akan menghadapinya seperti ini?” Kris menahan pergelangan tangan Sulli, mencegah yeoja itu yang hendak mengambil pedangnya.

“aku harus menyelamatkan saengku” Sulli melepas perlahan genggaman tangan Kriss dan kini sudah bersiap-siap pergi.

“aku ikut” ujar Kris lantang membuat Sulli menoleh dan tersenyum tipis.

“tidak Kris, kau akan terluka” tolak Sulli, Kris berjalan mendekat menangkup wajah Sulli dengan kedua tangannya dan mengunci wajah yeoja itu dengan tatapan tajamnya.

“aku namja Sulli-ah, aku yang akan melindungimu dan tak akan membiarkan segores luka ditubuhmu” ujar Kris membuat Sulli tersenyum dan menganguk, yeoja itu tahu seberapa keras dirinya menolak tak akan membuat namja jangkung itu merubah keputusannya.

“kajja” Kris menarik tangan Sulli, menyuruh yeoja itu duduk dibelakang dan mulai melajukan motornya dengan kecepatan penuh.

“Suzy-ah tunggu eoni” ujar Sulli pelan.

……………………………

Jiyeon mengangkat tinggi-tinggi gelas birnya, ia tertawa senang melihat Suzy tengah berdiri dengan dipasung keatas tangannya. Krystal memasangkan sebuah helm khusus yang direbutnya dari salah satu ilmuan kepada Suzy.

“kau yakin benda mirip helm itu bisa membuat Suzy melihat?” tanya Xiumin yang mengamati Krystal mengutak atik robot yang biasa membawa Suzy saat Jiyeon dan anak buahnya berperang beberapa hari yang lalu.

“kau meragukanku eoh?” Krystal memicingkan matanya dan mendekat kearah Xiumin “kau tahu aku ini J.E.N.I.U.S” eja Krystal sambil mendekatkan wajahnya kewajah Xiumin sehingga hidung mereka bersentuhan lalu memundurkan wajahnya dan tersenyum meremehkan.

“dia benar Xiumin, dia jenius” teriak Jiyeon masih dengan gelas bir, Xiumin tersadar dari lamunannya dan menatap Krystal tak percaya. Yeoja itu mengangkat bahunya lalu kembali sibuk memasangkan alat-alat aneh pada Suzy.

“Jiyi eoni, Jiyi eoni apa yang dia lakukan padaku?” tanya Suzy takut ketika Kystal nampak memasang kembali helm dikepala Suzy.

Jiyeon berjalan mendekat “tenanglah, sebentar lagi kau bisa melihat kembali. Bukankah kau ingin melihat wajah eonimu ini eoh?” ujar Jiyeon lembut.

“jinjja? Jinjjayo eoni?” tanya Suzy antusias.

“ne tentu saja. Kapan eoni berbohong padamu” kekeh Jiyeon.

“tapi eoni kenapa tanganku diikat?” tanya Suzy tak mengerti.

“ini agar semua berhasil. Makanya tangan dan kakimu harus terikat” ujar Jiyeon, Suzy hanya menganguk-angukan kepalanya.

Krystal menepuk-nepuk pelan tangannya, ia tersenyum puas dan berjalan mendekat kearah Jiyeon. “nah, sudah selesai. Sebentar lagi akan berkerja, dia akan bisa melihat” ujar Krystal bangga.

Xiumin memandang nanar Suzy, tangannya dipasung keatas dan tak lupa kakinya juga. Kepalanya tertutup helm seperti astronot tapi lebih parah lagi karena bentuk helmnya yang kurang menarik, hanya menyisakan wajah yeoja itu yang tak tertutup. Ia menoleh mendapati Jiyeon yang tersenyum senang dan Krystal yang menyunggingkan senyuman bangga.

“eoni, Jiyi eoni?” teriak Suzy ketika perlahan matanya yang tadi tertutup membuka, ia mengerjap kerjapkan matanya tak percaya karena sekarang ia bisa melihat Jiyeon yang tersenyum lembut kearahnya.

“kerja bagus Krys, kajja kita mulai. Anak-anak” Jiyeon menepuk-nepuk pundak Krystal, ia berbalik dan menjetikkan jarinya. Segerombolan namja yang merupakan anak buahnya itu langsung berdiri menghampiri Jiyeong, mereka menganguk seperti mendapat kode lalu bergegas pergi bersiap-siap.

“Suzy-ah, dengarkan suara eoni. Hanya eoni ne” ujar Jiyeon, Suzy hanya menganguk patuh karena tak tahu apapun.

……………………….

Sulli mengeratkan pegangannya kepinggang namja didepanya ketika namja itu menambah laju motornya. Ia berteriak tepat ditelinga namja itu “APA SUDAH SAMPAI?” tanya Sulli.

“SEBENTAR LAGI” jawab namja itu tak kalah keras, Sulli menganguk-angukan kepalanya mengerti.

Motor mereka berhenti begitu mendapati banyak mayat tergeletak disana-sini, Sulli turun dari motornya dan melihat sekelilingnya yang sudah mengenaskan. Ia menoleh menatap Kris yang sama terkejutnya dengan dirinya.

“dia sudah memulainya, yeoja itu” gumam Sulli penuh amarah, tangannya mengepal sempurna.

“darahnya masih segar, ini baru 30 menit yang lalu” Kris berjongkok menyentuh darah yang mengalir dari salah satu tubuh seorang yeoja sepantaran dengan dirinya.

“kajja” Sulli menarik tangan Kris, menyeret namja itu dan berlari.

Keduanya berhenti berlari begitu melihat pemandangan mengerikan didepannya, orang-orang terus menghunuskan pedang mereka. Membunuh satu sama lain. Sulli mengerjap kerjapkan matanya melihat dengan tega seorang namja memenggal kepala seorang yeoja kecil yang sepertinya terjebak dalam peperangan ini.

Kris menghalangi muncratan darah yang akan mengenai Sulli, ia mencabut pedangnya dan menghunuskannya pada namja berbaju hitam dan masker didepannya.

“Suzy-ah” panggil Sulli lirih, matanya terpaku pada sosok yeoja yang berdiri pada sebuah robot yang membuatnya dapat berjalan. Air mata Sulli berdesakan keluar melihat keadaan mengenaskan yeodongsaengnya itu.

“Sulli awas” Kris menebas namja yang hendak menusuk Sulli. Ia menoleh menatap Sulli tak percaya “apa yang kau lakukan. Melamun? Kau bisa terbunuh eoh!” bentak Kris membuat Sulli mengalihkan pandangannya dan mulai mencabut pedangnya.

“mianhe” ujar Sulli, trang trang suara pedang beradu dan sret Sulli mencabut pedangnya yang sudah menembus jantung seorang namja.

Dari kejauhan Jiyeon memandang seorang yeoja yang sudah lama dikenalnya itu dengan tatapan tak percaya, matanya melotot melihat Sulli masih hidup. Ia tersenyum menyeramkan dan membuat Xiumin yang berdiri disampingnya bergidik.

“noona, kau baik-baik saja?” tanya Xiumin.

Jiyeon menoleh dan menyeringai penuh arti “sepertinya aku harus turun tangan. Ah ini pasti menyenangkan. Sudah lama tidak bertemu denganmu eoni” Jiyeon memutar-mutar pedangnya dan merenggangkan otot-ototnya lalu berlari menghampiri Sulli yang hanya berjarak 8 meter darinya.

“eoni kau merindukanku?” teriak Jiyeon membuat Sulli mencabut pedangnya dan menendang seorang namja yang baru saja dibunuhnya.

“Jiyeon-ah. KAU! GILA” teriak Sulli seraya menghajar seorang namja bertubuh lebih pendek darinya, ia masih menatap yeoja yang merupakan yeodongsaengnya itu penuh amarah sambil melayangkan tinjunya. BUG. Pukulan Sulli tepat mengenai hidung namja itu hingga berdarh, ia menusukkan pedannya dan mencabutnya cepat.

“kau memang eoniku yang paling hebat. Ah kemampuanmu bertambah” puji Jiyeon dengan senyuman sinisnya “yah walau masih kalah denganku” Jiyeon mencabut pedangnya dan berlari kearah Sulli. “mingggir ini bagianku!” Jiyeon mengacungkan pedangnya tepat dihadapan wajah salah satu anak buahnya yang hendak menyerang Sulli.

Xiumin melihat pemandangan dihadapannya dengan mata berbinar, sudah lama sekali tak melihat Jiyeon turn tangan langsung seperti itu.

“eoni! Jiyi eoni hentikan, hentikan! Kenapa kau menyerang Sulli eoni seperti itu?” teriak Suzy yang melihat kedua eoninya bertarung.

Sulli menahan serangan bertubi-tubi Jiyeon, tubuhnya terdorong kebelakang. Jiyeon tersenyum meremehkan karena Sulli tak kunjung menyerangnya dan hanya menahan serangannya saja.

“apa kau takut eoh? Tak bisa menyerangku kerana aku adikmu? Hahahaha” tawa Jiyeon meledak. “Itulah yang menyebabkanmu paling lemah diantara kita! Pengecut!” Jiyeon menarik satu lagi pedang dengan tangan kirinya.

Trang, trang, sret. Pedang tajam Jiyeon mengenai lengan Sulli membuat bajju yeoja itu sobek dan kini mengeluarkan darah segar.

“oh ayolah ini hanya permulaan. Kau lemah, LEMAH”          teriak Jiyeon membuat Sulli kini berganti menyerangnya dengan penuh nafsu dan amarah. Jiyeon tersenyum senang melihat yeoja itu mulai membuat permainannya mengasyikkan.

“bukankah ini seru” ujar Krystal pada Xiumin, namja itu menganguk semangat dan setuju. “ah sepertinya namja jangkung itu menarik” Krystal melompat turun dan berlari menghampiri Kris yang masih sibuk menghunuskan pedangnya kesana kemari.

“ANDWEE… Eoni… Hentika! HENTIKAN” teriak Suzy dengan air mata yang sudah membasahi wajah cantiknya, ia menangis melihat kedua eoninya yang bertarung dan mulai mengeluarkan luka.

“tenanglah, lihat saja dan diam. Ini akan mengasyikkan” ujar Xiumin yang diacuhkan yeoja itu karena terlalu focus pada pertarungan dua orang yeoja dihadapannya.

“andwee.. andwe… eoni jebal. Jiyi eoni, Sulli eoni. Kenapa? Kenapa kalian seperti ini?” Suzy meratapi keadaannya.

“kau benar-benar berisik!” bentak Xiumin sebal membuat Suzy menolehkan kepalanya dan menatap penuh kebencian pada namja itu. “jangan menatapku seperti itu, kau membuatku semakin menginginkamu” Xiumin menyentuh perlahan helm Suzy.

“Andwe! Jangan sentuh! Kotor! Hanya Chanyeol oppa yang boleh menyentuhku!” teriak Suzy histeris membuat Xiumin menyunggingkan senyuman sinisnya, ia menolehkan kepalanya agar miring sedikit.

“Chanyeol? Oh namja kurus tinggi tempo hari? Hah dia sudah mati. Apa yang kau harapkan dari seorang yang sudah tak bernafas?” tanya Xiumin meremehkan, Suzy membulatkan matanya dan melotot mendengar pernyataan namja didepannya.

“mat.. mati.. apa maksudmu. Andwe, dia masih hidup, dia masih hidup bukan? Kau bercanda, aku tahu kau tak bisa membohongiku nappeun namja!” bentak Suzy.

“oh ya? Apakah kalung ini cukup sebagai bukti?” tring Xiumin menggoyang-goyangkan sebuah kalung berbandul Suzy dihadapan yeoja itu, Suzy merasakan matanya memanas. Ia ingat betul saat dirinya sendiri yang menyerahkan kalung kesanyanganya pada Chanyeol saat mereka masih kecil.

“ANDWE… ANDWEE” teriak Suzy histeris, kaca-kaca disekitar mereka mulai pecah.

Jiyeon menatap remeh Sulli yang terduduk dihadapannya, darah memenuhi seluruh tubuh yeoja itu. Tangannya, kakinya dan wajahnya sudah penuh luka, berbanding terbalik dengan keadaan Jiyeon yang hanya tergores lengan kiri dan pipi kirinya.

“eoni, kau masih sama seperti dulu” Jiyeon mengitari tubuh Sulli yang masih tertunduk menahan sakit pada lengan kanannya yang terluka parah.

“Jiyeon-ah kenapa, kenapa kau melakukan ini?” tanya Sulli lemah.

“sudah jelas kan eoni tujuanku. Membuat dunia dan semua orang bertekuk lutut dihadapanku” ujar Jiyeon lantang, ia berjongkok dan mengangkat dagu Sulli dengan jari telunjuknya.

“ucapkan bye-bye eoni” Jiyeon berdiri hendak menusukkan pedannya namun dengan cepat Kris menerjang yeoja itu dan membuat mereka berguling-guling ditanah.

Suzy Pov

Aku melihat Kris oppa menerjang Jiyeon eoni, dan kini mataku beralih pada Sulli eoni yang terduduk lemas bersimbah darah. Tidak, kenapa? Kenapa semuanya seperti ini? Tidak! Aku tak ingin melihat mereka saling membunuh seperti itu. Aku merindukan Jiyeon eoni yang sabar, Sulli eoni yang ceria, Chanyeol oppa yang penyayang dan Kris oppa yang baik hati, aku merindukan saat kami masih kecil. Aku benci, benci pemandangan dihadapanku ini.

Air mata tak hentinya menuruni pipiku, dadaku sesak melihat mereka saling mengacungkan pedang masing-masing. Bukankah kita saudara? Kenapa? Kenapa mereka seperti itu?

“hentikan tangismu” titah namja disebelahku itu. Aku membenci namja itu, ia membunuh Chanyeolku dan sekarang tertawa melihat eoniku saling membunuh.

HANCURKAN. Aku tak ingin melihatnya, tak ingin mendengar suaraya yang memuakkan. ENYAHKAN. Suara-suara itu memenuhi pikiran dan hatiku.

“KA!” teriakku dan tiba-tiba badan namja bernama Xiumin itu terpental jauh hingga membentur sebuah mobil. Namja itu berdiri dengan susah payah, menahan sakit yang diperolehnya.

“darah” Xiumin meraba kepalanya yang mengeluarkan cukup banyak darah, pandangannya beralih pada Suzy yang masih menatapnya penuh kebencian.

BYAR

Xiumin merasakan seperti tercekik, ia menggapai-gapai sekitarnya meminta bantuan. Aku masih menatapnya penuh kebencian. Wajahnya semakin pucat dan kini nafasnya sudah benar-benar habis, tubuhnya membiru dan kini ia tergeletak diatas mobil. Aku menghembuskan nafas lega, seperti habis melakukan sesuatu yang berat, kepalaku sedikit pusing.

Pandanganku beralih pada Sulli eoni yang sedang susah payah menahan serangan Jiyeon eoni, dan Kris yang masih menyerang Krystal namun yeoja itu terlalu gesit hingga membuatnya kelelahan.

Author Pov

“ANDWE…. Hentikan! Hentikan eoni!” teriak Suzy histeris, matanya memerah dan bengkak karena terlalu banyak menangis. Tiba-tiba rantai yang tadi mengikat tangan dan kakinya hancur, perlahan Suzy menggerakkan kakinya mendekati orang-orang yang masih bertarung itu.

“eoni hentikan… jebal hentikan” mohon Suzy namun tak dihiraukan kedua eoninya.

“Sulli eoni, kau lemah.. hahahaha” teriak Jiyeon sambil tertawa senang melihat Sulli yang mulai limbung, badannya, oleng kekanan dan kekiri.

Suzy mengeram marah, kedua tangannya mengepal karena merasa diacuhkan. Air matanya berhenti turun, dan manic matanya berubah menjadi merah, semerah darah disekitarnya. Tiba-tiba tanah bergetar, membuat Jiyeon berhneti menyerang Sulli. Begitu pula Kris dan Krystal menghentikan serangan mereka lalu menatap Suzy.

“Andwe Suzy-ah” teriak Sulli, badannya terduduk karena terlalu lemas. Perlahan pandangannya seakan-akan memudar dan gelap, ia tergeletak jatuh ditanah karena kehabisan darah.

Kris berlari menghambur memeluk Sulli, namja itu menepuk-nepuk pipi Sulli memanggil nama yeoja itu. “Sulli-ah, ireona, ireona” panngil Kris, namun percuma saja. Jiyeon menatap penuh kemenangan.

“eoni Sulli eoni” mata Suzy berubah menjadi coklat namun tak lama kembali memerah. Ia menatap Jiyeon, Krystal, Kris dan semua orang yang masih ada dengan penuh amarah. Tangannya yang mengepal mulai terangkat, ia membuka telapak tangan kanannya dan mengarahkannya pada Krystal.

BLAM

BRUK

Yeoja itu terpetaj jauh hingga menatap pilar besar sebuah gedung. Seketika gedung dibelakang Krystal runtuh tiba-tiba, membuat tubuh yeoja itu tertimpa dan tertelan didalamnya.

Suzy mengibaskan tangan kanannya pada segerombolan namja disamping kananya, tubuh namja-namja itu hancur dan memuncratkan darah. Suzy mengibaskan tangan kirinya dan keadaan yang sama terjadi pada beberapa orang yang ada disebelahnya, tak peduli mereka musuh atau bukan. Kini semua nampak sama dimata Suzy.

Jiyeon dan Kris mundur perlahan mendapati Suzy berjalan semakin mendekat, Jiyeon menelan salivanya susah payah karena kejadian ini diluar dugaannya. Suzy menunjuk Kris, lalu namja itu melayang mendekat kearahnya. GREP. Suzy mencekik lehernya dan mengangkat Kris keudara. Namja itu mencoba melepaskan tangan Suzy dan sia-sia saja. Ia mulai kehabisan nafas dan saat tubuhnya sudah benar-benar tak bernyawa Suzy melepar namja itu sembarang.

“Suzy-ah… Suzy-ah…” panggil lembut Jiyeon, namun Suzy masih terus berjalan mendekati yeoja itu.

“LENYAPKAN” teriak Suzy membuat Jiyeon bergidik ngeri melihat yeodongsaengnya menatapnya garang.

Suzy mengangkat tubuh Jiyeon keudara, ia melempar tubuh langsing eoninya hingga membentur sebuah gedung berkayu yang tak jauh dari hadapan mereka. BRUK. Tubuh jiyeon tertimpa kayu rumah yang sudah rapuh itu. Jiyeon memegangi kepalanya yang terantuk kayu penyangga rumah ini, ia melihat Suzy yang terus berjalan mendekat kearahnya. Matanya melotot melihat pemandangan dibelakang Suzy, darah dan tak ada seorangpun yang masih hidup.

“ENYAH!” teriak Suzy histeris, ia memegangi kedua telinganya seperti menahan sakit. Tiba-tiba matanya berubah menjadi coklat.

“eoni.. Jiyi eoni ada apa?” tanya Suzy begitu mendapati Jiyeon tergeletak lemah dihadapannya, ia menoleh kebelakang. Matanya menahan tangis melihat pemandangan mengerikan, darah sepanjang mata memandang. Ia berhenti pada seorang yeoja yang sangat familiar, Sulli tergeletak penuh darah. Manic matanya berubah menjadi merah kembali, ia menoleh kearah Jiyeon yang memandangnya takut.

BLAM, BRUK

Suzy meruntuhkan bangunan kayu dihadapannya hingga menimpa tubuh Jiyeon, yeoja itu memekik karena badannya tertimpa kayu-kayu berat.

Perlahan Suzy kembali tersadar, dan terduduk lemas. Ia memegangi kepalanya yang berdenyut luar biasa. Yeoja itu menyirisir pemandangan disekelilingnya,. “AAAAAAAA” ia memekik kaget melihat lautan darah. “eoni…. Sulli eoni” Suzy berlari memeluk Sulli yang sudah tak bernafas.

“Eoni… jangan tinggalkan Suzy. Eoni… eoni…” teriak Suzy dengan air mata yang terus turun tanpa henti.

THE END

Dan jeng-jeng, tamat sudah ff abal dan gag jelasku diatas. Sebenernya aku lumayan harap-harap cemas kalau gag ada yg baca. Jujur aja aku baru bertama nulis ff genre kayak itu, jadi begitulah hasilnya. Aneh ya? Mian deh kalau aneh dan perlu diketahui ending ini ff sangat jauh berbeda dengan MV aslinya. Hahah3. Tapi aku harap readers bisa nikmatin ceritaku.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian #bow

Advertisements

3 thoughts on “Black Wispher part 2/END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s