The Regret

request-pc11-mama

Title                 : The Regret

Scriptwriter      : mama1909

Main cast         : Bae Suzy (Miss A), Lay (EXO), Luhan (EXO)

Genre               : Romance, School Life, angst

Rating              : PG-15

Beautiful cover by: http://posterfanfictiondesign.wordpress.com/request-officially-open/available-designer_arin-yessy/

W.A.R.N.I.N.G

Typo(s) everyhwhere. Cerita absurd dan aneh.

Author Pov

Suzy mendorong perlahan ayunan kecil yg ia duduki dengan kaki jenjangnya, perlahan yeoja itu mengayunkannya kedepan kebelakang sembari menunggu seseorang ditengah malam yg dingin ini sendirian. Suzy menghela nafas, dieratkannya jaket tebal pink pemberian eomanya tahun lalu saat dirasa udara disekitarnya semakin menunjukkan angka minus.

“kopi hangat nona manis” sekaleng kopi tiba-tiba muncul dihadapan yeoja berkucir kuda itu, Suzy mendongak mendapati wajah sahabatnya yg sedang tersenyum lembut.

“gomawo” Suzy meraih kaleng itu lalu membuka penutupnya dan langsung menegak isinya hingga berkurang cukup banyak. “ah hangatnya” ujarnya sembari tersenyum senang.

“nona manis kenapa memanggilku ditengah malam seperti ini?” heran namja disampingnya yg kini ikut duduk diayunan sebelah Suzy, ia menoleh sembari menyesap kopi yg tadi dibelinya.

Suzy mengalihkan pandangannya dari mata Lay, ia memandang langit dengan bintang bertaburan yg membuatnya nampak indah mala mini. Yeoja itu menghela nafas berat lalu tersenyum lirih mengingat kejadian tadi siang. Jujur saja ia bimbang apakah harus menceritakan kejadian yg membuatnya resah seharian ini pada sahabatnya Lay atau tidak.

“Suzy” panggil Lay membuyarkan lamunan Suzy.

“eoh” ia hanya bergumam tak jelas sembari menggaruk tengkuknya yg tak gatal.

“biar kutebak. Apa ini karena Luhan hyung lagi?” selidik Lay, matanya yg sudah sipit ia paksakan memicing hingga terlihat seperti garis lurus. Suzy bergerak gelisah, tangannya yg tak bisa diam membuat Lay semakin yakin tebakkannya benar.

“selingkuh lagi?” Lay menaikkan sebelah alisnya.

Suzy menoleh lalu menghela nafas, ia tersenyum pahit sembari menganguk-angukkan kepalanya membenarkan ucapan sahabatnya. Lay ikut-ikutan menghela nafas panjang lalu melempar kaleng kopi yg sudah kosong ketempat sampah yg berjarak 5 meter dari tempat mereka duduk. Namja itu kini menolehkan kepalanya menatap Suzy dengan pandangan iba.

“sudah kubilang putuskan saja” ujar Lay mencoba meredam emosinya, ia kelewat jengah melihat Suzy yg selalu datang padanya saat Luhan ketahuan berselingkuh dan Suzy dengan bodohnya memaafkan namja berwajah malaikat yg digilai yeoja-yeoja disekolah mereka itu. bukan hanya sekali duakali, namun ini puluhan kali yg sudah tak bisa Lay hitung lagi dengan kesepuluh jarinya secara bersamaan.

“tidak bisa Lay-ah” lirih Suzy mengertakan jaketnya. “kau tahu aku mencintainya” ujarnya lagi mencoba membela hubungannya dengan Luhan yg menurut Lay sudah sangat tidak sehat.

“neo pabbo. Apa hanya Luhan hyung saja dimatamu? Apa yg ia lakukan padamu hingga kau seperti orang bodoh Suzy-ah?” Lay berdiri dan berjalan didepan Suzy, sontak Suzy mendongakkan kepalanya sembari tersenyum tipis mendengar ucapan tajam Lay yg membuat kupingnya kebal karena terlampau sering mendengarnya.

“apakah harus kujawab? Bukankah kau sudah tau jawabannya Lay-ah” Lay berbalik meninggalkan Suzy yg masih terduduk dibangku ayunan sembari memandang punggung namja itu yg kian menjauh.

“datang padaku saat kau sudah putus dengannya” ujar Lay sembari berjalan lurus hingga sosoknya hilang dibelokang gang. Suzy menghela nafas, sepertinya sahabat sejak kecilnya itu sudah benar-benar muak menjadi tempat curhatnya.

…………………………………..

Suzy berjalan sembari meneteng 2 kantung plastic besar dikedua tangannya. ia menggerutu karena eommanya menyuruhnya pergi kesupermarket yg jaraknya 5 blok dari komplek perumahan untuk membeli persedian makanan yg sudah habis sendirian. Seharusnya Sangmoon –adik laki-laki Suzy- menemaninya untuk sekedar meringankan beban yg ia bawa sekarang, namun sial, disaat ia mencari keberadaan Sangmoon, namja kecil itu malah keluar rumah dengan skateboard dan bola basket ditangan kanannya. Sungguh adik kurang ajar, umpat Suzy sepanjang perjalanan pulang. Dan bodohnya lagi kenapa ia tadi tak membawa sepeda pink kesayangannya.

Kringg… kringg…

Suara dering ponsel membuat Suzy meletakan belanjaannya diatas aspal dan merogoh kantung sebelah kiri guna mencari benda persegi panjang itu. setelah melihat nama Luhan diatas layar handphonenya dengan segera Suzy mengangkat sembari tersenyum lebar.

“yeobseyo”

“yeobseyo, Suzy-ah”

“ne oppa, wae?”

“mianhe changi, aku tak bisa menepati janji kita siang ini. aku harus mengantar Yoona noona ke rumah ahboeji” ujar Luhan dengan nada penuh penyesalan dari seberang. Suzy menghela nafas kecewa, tetapi mau bagaimana lagi ia hanya dapat menerima dan tak pernah berkata tidak pada Luhan.

“gwenchana oppa. salam buat Yoona eoni dan ahboeji ne” ujar Suzy dengan nada ikhlas yg dipaksakan.

“mianhe changi. Aku janji akan menggantinya besok”

“ne oppa”

“gomawo, annyeong”

“annyeong” Suzy menghela nafas, ia mendengus karena kencannya gagal lagi untuk yg kesekian kalinya. Padahal tadi malam setelah pertengkarannya dengan Lay ditaman Suzy sudah menyiapkan baju khusus untuk kencannya dengan Luhan hari ini.

Saat hendak berbelok, samar-samar Suzy mendengar suara tawa seorang namja yg ia hapal betul. Dengan perasaan was-was, perlahan dilangkahkan kakinya hingga kini matanya menangkap punggung sesosok namja yg menyangdang status sebagai namjachingunya selama 2 tahun ini tengah merangkul mesra seorang yeoja yg Suzy sendiri tak tahu siapa. Matanya membulat dan mulai memanas karena terbakar amarah, rasa kecewa menyeruak berdesakan untuk keluar, air mata yg perlahan menuruni pipichubynya pun tak ketinggalan. BRUKK. Barang belanjaan Suzy jatuh begitu saja karena yeoja itu terlampau syok saat Luhan mendekatkan wajahnya kearah wajah yeoja berbaju biru laut selutut itu.

Tiba-tiba semuanya berubah menjadi gelap, Suzy masih setia menangis walau tak keluar sepatah katapun dari mulutnya. Ia menangis dalam diam, merasakan sakit didadanya sendirian.

“aku yeoja paling bodoh didunia” lirihnya pada seseorang yg kini tengah menutup kedua matanya dengan tangannya dari belakang. Namja dibelakang Suzy hanya menganguk-angukan kepalanya tanda menyetujui perkataan sahabatnya itu.

“aku sudah benar-benar buta” ujarnya dengan nada sedih.

“arra”

“aku selalu kalah dengan rayuan manisnya”

“arra”

“aku benar-benar tolol”

“arra”

“aku selalu menutup mataku dan memungkiri bahwa dia tak akan berubah”

“arra”

“aku selalu ditipunya dan bodohnya aku karena mempercayainya”

“arra”

Lay menurunkan tangannya setelah dirasa sosok Luhan dan selingkuhannya itu sudah tak terlihat lagi. Ia memungut barang belanjaan Suzy yg tergeletak manis disamping kaki Suzy lalu berjalan perlahan meninggalkan Suzy yg masih mematung sambil menangis.

“ayo pulang, kau jelek kalau menangis” Lay berbalik, menggerakkan kepalanya untuk menyuruh Suzy mengikutinya pulang kerumah. Tak ada pergerakan dari yeoja itu. ia masih mematung sambil menangis. Lay menghela nafas lalu berjalan kembali mendekati Suzy. Dihapusnya air mata yg tak henti-hentinya berjatuhan dari mata yeoja didepannya dengan telaten.

“ada seribu namja diluar sana lebih baik dari Luhan sialan itu” ujar Lay, ia bahkan tak memakai embel-embel hyung padahal selama ini Lay adalah sosok yg sangat sopan terutama dengan orang yg lebih tua darinya.

“berhentilah menangisi namja brengsek sepertinya! Ia bahkan tak pantas kau tangisi.” Lay masih menghapus air mata Suzy. Suzy tersadar dari rasa syoknya, ia menghentikan tangisannya lalu menatap wajah Lay yg hanya berjarak beberapa cm darinya.

“Lay” panggil Suzy membuat Lay menghentikan aktifitasnya lalu menatap bola mata Suzy yg selalu ia kagumi secara diam-diam selama bertahun-tahun ini. “apakah aku begitu jelek hingga Luhan oppa selalu mencari yeoja-yeoja itu?” tanya Suzy sedih.

Lay menghela nafas lalu mengelus pucuk kepala Suzy dengan lembut. “kau yeoja tercantik disekolah. Luhan sialan itu saja yg tak tahu diri karena selalu menduakan yeoja baik sepertimu” jujur Lay, ia mengatakan yg sebenarnya karena bagaimanapun Suzy adalah salah satu yeoja ‘most wanted’ saat ia masih single dulu. Bahkan sekarang masih banyak teman-temannya yg selalu memohon pada Lay untuk didekatkan dengan Suzy. Sebut saja Oh Sehun sahabatnya yg setiap hari merengek seperti bayi ketika melihat Suzy dicafetaria sekolah, atau Zelo juniornya diclub basket yg selalu menantangnya dengan taruhan bila namja tiang itu menang maka Lay harus membuat Zelo menjadi pacar Suzy. Belum lagi Suho sunbae yg selalu muncul tiba-tiba dihadapannya maupun Suzy, dan selalu mengirimi Lay pesan singkat siang dan malam untuk mencomblangkan dirinya dengan Suzy, bahkan Lay mendapat iming-iming yg sangat menggirukan. Makan gratis sebulan direstoran ayam Kai yg super duper lezat.

“dengarkan aku Bae Suzy! Lupakan Luhan, putuskan dia! Masih banyak namja yg jauh lebih tampan dan baik darinya! Arraso?!” Lay menangkup kedua pipi Suzy dengan tangannya, matanya menatap lurus kekedua mata Suzy. Seperti terhipnotis oleh kata-kata Lay, yeoja itu menangukkan kepalanya keatas dan kebawah. Pandangan Lay yg seakan-akan menguncinya membuat Suzy tak dapat mengalihakn matanya.

“kalau begitu ayo pulang” Lay menarik lembut tangan Suzy.

……………………………..

Luhan berjalan santai dan sesekali bersiul gembira sepanjang jalan menuju taman belakang sekolah, kedua tangannya ia masukkan kedalam kantung celananya. Sesekali ia menyapa beberapa namja maupun yeoja yg ia lewati sepanjang koridor yg cukup sepi karena kebanyakan dari penghuninya sudah pulang kerumah masing-masing.

Senyuman manis terlukis diwajah cantiknya tatkala Luhan melihat sesosok yeoja yg sedang duduk dibawah pohon besar disudut kolam ikan kecil dari belakang. Ia melangkah perlahan sembari mengendap-endap.

“oppa” protes yeoja itu tatkala sepasang tangan menutup kedua matanya, tanpa harus yeoja itu tebak ia sudah tahu siapa sipemilik tangan jahil dibelakangnya kini.

Luhan menurukan tanggannya lalu memeluk leher yeoja didepannya. Dicondongkan wajahnya kedepan, cup, namja itu mengecup pipi chubby Suzy. Seketika muncul rona merah diwajah yeoja cantik berkucir kuda itu, ia menoleh memukul pelan kepala Luhan dengan novel yg sedari tadi dibacanya sembari menunggu namja itu.

“nappeun, dasar kau ini” cibir Suzy yg hanya ditanggapi kekehan Luhan.

“lollipop untuk nona manis” Luhan mengeluarkan sebuah lollipop besar dari tasnya, Suzy tersenyum simpul lalu meraih permen kegemarannya itu dengan senang hati.

“gomawo oppa”

“cheonma changiya” Luhan mengacak poni Suzy dan tersenyum lembut mempesona, Suzy menelan salivanya melihat senyuman itu. senyuman yg selalu membuatnya luluh akan sosok Luhan selama ini. senyuman yg ia sendiri tahu bahwa bukan hanya dirinya seorang yg pernah mendapatkan tatapan lembut itu. Ia terlalu naïf untuk sekedar mengakui bahwa namja didepannya itu adalah seorang playboy.

“kau ingin kemana hari ini changi?” tanya Luhan, tangannya mengelus lembut rambut Suzy.

“sungai Han. Aku ingin kesana oppa. sudah lama kita tak kesana” ujar Suzy.

“oke, call” Luhan menganguk-angukkan kepalanya lalu menarik tangan Suzy, menuntun yeoja itu keparkiran. Ia memakaikan helm dikepala Suzy dengan telaten, membiarkan desiran-desiran aneh yg selalu Suzy rasakan ketika wajah Luhan terasa begitu dekat dengan wajahnya.

Suzy, yeoja itu tak dapat memungkiri bahwa Luhan masih menempati posisi tertatas dihatinya. Yeoja itu sangat sangat mencintai namja yg kini memboncengkan dirinya. Tangan Suzy melingkar sempurna dipinggang Luhan, takut-takut bila ia jatuh kapan saja karena cara mengemudi Luhan yg suka sekali ngebut. Suzy memejamkan matanya, menghirup aroma tubuh Luhan yg akan ia rindukan. Menikmati setiap moment kebersamaan untuk yg terakhir kalinya. Ia mencintai Luhan, tapi ia juga tersakiti karena sikap namja itu. Suzy berharap keputusannya kali ini benar.

“sudah sampai changi, tak ingin turun eoh?” Luhan menolehkan kepalanya, melihat Suzy yg masih setia memeluk pinggangnya dan menyandarkan kepalanya dipunggung Luhan.

Seketika Suzy membuka matanya, ia tersenyum bodoh menatap Luhan yg memandangnya heran lalu segera turun dan berlari kepinggiran sungai Han. Luhan tersenyum, melihat tingkah kekanakan Suzy yg hanya ia tunjukkan bila mereka bersama. Namja itu melepas helmnya lalu berjalan mendekati Suzy yg kini merentangkan tangannya, merasakan hembusan angin sore yg menyejukkan.

“jangan bergerak-gerak, aku sedang melepas helmmu” titah Luhan tatkala tangannya terangkat melepas helm yg masih dikenakan Suzy.

“eoh” gumam Suzy, matanya tertuju pada wajah Luhan dengan ekspresi sedih.

Ia sendiri masih belum menerima kenyataan bahwa namja yg sangat baik ini telah membuat luka begitu dalam dihatinya berkali-kali. Kebaikkannya dan perhatiannya, apakah ia juga menunjukkan semua ini pada yeoja-yeoja itu. Mengigat bahwa bukan dirinya saja yg selalu menemani hari-hari namjachingunya itu membuat Suzy menelan rasa kecewa berlipat. Ah, apakah pantas Suzy menyebutkan bahwa Luhan adalah namjachingunya dan dia adalah satu-satunya yeojachingu namja berwajah tampan itu?

“oppa apa yg kau lakukan bila suatu saat aku harus pergi jauh darimu?” tanya Suzy membuat Luhan yg sedang memandang hamparan air didepannya menoleh dengan alis terangkat.

“apa kau akan pergi keluar kota? Ke gwangju mengunjungi haraboejimu?” tanya Luhan, Suzy tersenyum tipis sembari mengangukkan kepalanya pelan.

“mungkin”

“molla, pergi main dengan Xiumin. Ah yg pasti aku akan meneleponmu setiap detik” jawabnya sembari tersenyum lembut. Suzy menganguk-angukan kepalanya tanda mengerti.

Benarkah? Benarkah kau akan melakukan itu oppa. bahkan kau selalu mengabaikan pesan singkatku karena terlalu asyik berkencan dengan yeoja-yeoja itu.

“oppa”

Luhan menoleh, menatap Suzy dengan alis terangkat heran karena ekspresi wajah yeoja itu yg nampak gelisah. Seketika Suzy merubah ekspresinya menjadi serius, ia menatap tajam Luhan yg masih memasang wajah penuh tanda tanya.

“Ayo kita putus oppa, terimakasih untuk selama ini” Suzy mengelus pipi Luhan, menyalurkan beban yg selama ini membuatnya sulit bernafas. Ia tersenyum tulus nan embut untuk terakhir kalinya, cup, Suzy menjinjitkan kakinya dan mengecup singkat bibir merah Luhan lalu berbalik meninggalkan namja yg masih mematung mencerna setiap kata yg keluar dari mulut Suzy.

“Suzy” Luhan menahan tangan Suzy, memaksa yeoja itu berbalik menghadap kearahnya. “wae? A.. ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba kau ingin putus eoh?” Luhan menarik Suzy sedikit kasar membuat yeoja itu meringis kesakitan.

“lepaskan oppa” rintih Suzy sembari memegangi tangannya yg dicengkram kuat oleh Luhan.

“WAE???” teriak Luhan semakin tak terima karena Suzy masih setia mengatupkan bibirnya enggan membuka suara. Tak ada masalah dengan hubungan mereka selama ini, setidaknya itu yg dipikirkan Luhan. Ia dan Suzy baik-baik saja dan hampir tak pernah bertengkar hebat. Tapi yeoja itu tiba-tiba memutuskannya secara tiba-tiba.

“oppa le..pas..kan” lirih Suzy yg mulai ketakutan melihat wajah Luhan yg nampak sudah emosi. “jebal oppa”

“Jawab aku SUZY! Kenapa kita harus putus?” bentak Luhan membuat Suzy bergidik ngeri karena baru kali ini sosok Luhan yg terkenal ramah dan berwajah malaikat itu menunjukkan ekpresi mengerikan. “KENAPA KAU DIAM? KAU MEMUTUSKANKU TANPA ALASANA EOH?”

Suzy memejamkan matanya takut mendengar bentakan namja didepannya itu, ia merasa sulit untuk sekedar membuka mulut. Luhan mendekatkan wajahnya keSuzy, mencium yeoja itu dengan kasar. Tak dihiraukannya rontaan Suzy. Ia memperdalam ciumannya, tangan kanannya ia gunakan untuk mengunci tangan Suzy yg sejak tadi memukul dadanya. Sedangkan tangan kirinya sudah bertenger manis ditengkuk Suzy menahan agar yeoja itu tak menjauhkan wajahnya.

Perlahan setetes air mata mengalir dari wajah cantik Suzy, ia menatap Luhan yg kini memejamkan matanya sembari melumat bibirnya dengan pandangan terluka.

Sebuah pukulan mendarat manis diwajah namja yg beberapa detik yg lalu masih memperdalam ciumannya, ia terhempas kebelakang hingga tersungkur ditanah.

Bugh, sekali lagi sebuah bogem mendarat mulus. Lay memukul wajah Luhan membabi buta, tangan kiri namja itu mencengkeram kerah baju Luhan dan tangan kanannya mukul wajah tampan didepannya tanpa ampun.

“Andwee. Lay andwee” Suzy berusaha menahan tangan Lay yg kini melayang diudara bersiap mendaratkan pukulanya. Luhan tersenyum miring dan menatap namja yg kini berada diatas tubuhnya dengan pandangan dingin.

“apa karena namja ini eoh?” Luhan melirik Suzy, memandangnya dengan tatapan terluka. “apa karena posisiku sudah tergantikan olehnya?” lirih Luhan membuat hati Suzy mencelos mendengar nada namja itu yg terkesan terluka dan sakit hati.

“YA! Ini semua salahmu! Jangan memandangnya seolah-olah kau yg tersakiti disini!” bentak Lay sembari menghempaskan tubuh Luhan, membuatnya terdorong kebelakang hingga punggungnya membentur aspal.

Suzy membisu, memandang Luhan yg kini menyeka sudut bibirnya yg mengeluarkan darah dan wajahnya yg babak belur. Ingin sekali yeoja itu mengulurkan tangannya, mengobati wajah yg selalu ia kagumi dan membuatnya terlena itu. namun diurungkan niatnya itu karena kini Lay menarik tangannya pergi meninggalkan Luhan dengan segala kesalahpahaman namja itu.

“Suzy” lirih Luhan masih menatap Suzy yg ditarik Lay dan mulai menjauh dari pandangan matanya.

…………..………………..

“Lay.. Lay-ah” panggil Suzy seraya berusaha melepaskan cengkraman tangan Lay, tangannya terlalu kurus untuk menahan sakit karena sejak tadi baik Luhan maupun Lay menarik dan menggenggamnya terlampau kuat hingga menimbulkan bekas kemerah-merahan disana.

“mianhe” Lay melepaskan tangannya, membuka kaos Suzy yg menutupi pergelangan tangan yeoja itu. ia mengusap perlahan bekas kemerahan dan mengecupnya pelan. “mianhe aku menarikmu terlalu keras”

“gwenchana” Suzy memegang tangan Lay yg masih mengusap lengannya “aku memutuskannya” ujar yeoja itu membuat Lay mendongak.

“aku tahu”

Suzy menaikkan sebelah alisnya heran, “kau mengikutiku?” tanyanya penasaran dengan hati-hati.

“sejak dari parkiran” ujarnya dengan nada datar seperti biasa, Suzy menganguk-angukan kepalanya mengerti sembari tersenyum.

“akhirnya aku terbebas dari rasa sakit ini” tawanya dengan senyum merekah namun butiran-butiran krystal tak henti untuk turun. Wajahnya tersenyum, tapi hatinya menangis. “eoh aku hanya kelilipan saking bahagianya” ujar Suzy sembari mengusap air mata yg tak mau berhenti. “jangan menatapku seperti itu. aku baik-baik saja. Jinjja” protes Suzy saat Lay menatapnya dengan pandangan sedih.

Suzy masih setia menunjukkan wajah tertawanya walau air matanya tak berhenti turun, ia mendongak dan mengkerjap-kerjapkan matanya berharap air mata sialan itu berhenti seketika. namun percuma saja, hatinya tak pernah selaras dengan otaknya.

“menangislah” Lay menarik tubuh Suzy, merengkuh yeoja itu hingga ia jatuh kedalam pelukannya. Menyandarkan kepala Suzy didadanya dan menghiraukan protesan yeoja itu yg terus meneriakkan bahwa ia baik-baik saja. Lay bukan ana TK yg mudah dibohongi, ia cukup mengerti perasaan sahabatnya itu melebihi dirinya sendiri.

Suzy menyerah, menyerah berpura-pura bahwa ia baik-baik saja. Sakit, dadanya sesak karena ia harus merelakan namja yg ia cintai. Otaknya selalu berkata bahwa ia baik-baik saja selama Luhan selalu berada disampingnya, namun hatinya menjerit ketika melihat namja itu berselingkuh dengan puluhan yeoja diluar sana. Suzy sudah menulikan telinganya, menolak bujuk rayu dan provokasi Soojung –sahabatnya- untuk memutuskan Luhan yg selalu jelek dimata yeoja itu. Ia sudah membutakan matanya saat melihat Luhan terang-terangan menggandeng yeoja lain didepan matanya. Ia bahkan menahan egonya untuk sekedar berteriak memaki namja itu saat Luhan datang dengan penyesalan yg selalu ia ingkari dikemudian hari. Ia terlalu bodoh, begitulah menurut Soojung dan Lay.

“aku benarkan? Memutuskannya?” tanya Suzy meminta persetujuan, Lay menganguk-angukan kepalanya. Tangannya masih setia mengusap kepala Suzy, menyalurkan ketenangan pada yeoja itu.

“ne”

“dia akan menyesal karena telah menyia-nyiakanku kan?”

“ne”

“bukankah banyak yg lebih baik dan tampan darinya, aku bisa dengan mudah mencari penggantinya bukan?” ujar Suzy sesengukan, Lay hanya menganguk-angukan kepalanya menyetujui sembari menepuk-nepuk punggung Suzy.

“ne”

“aku tidak akan menyesal karena memutuskan Luhan bukan?”

“ne”

Suzy mendengus sebal masih dengan air mata yg berlomba menuruni pipinya, ia kesal karena Lay yg hanya mengeluarkan satu kata. Walaupun tak bisa yeoja itu pungkiri bahwa hanya dengan sepatah kata yg keluar dari namja dingin yg tengah memeluknya ini sudah cukup menenangkan hatinya.

Luhan menyandarkan tubuhnya dikaki kursi yg tak jauh dari tempatnya tersungkur, setelah dirasa tubuhnya sudah lebih baik ia bangkit berdiri. Menepuk bajunya yg sedikit kotor lalu berjalan menuju motornya dan menjalankan motor berwarna hitam itu dengan kecepatan tinggi.

Motornya berhenti tatkala matanya menangkap sosok namja dan yeoja yg tengah berpelukan diseberang jalan, ia membuka kaca helmnya dan menatap tajam mereka. Matanya bertemu pandang dengan Lay, namja itupun semakin mengeratkan pelukannya pada Suzy. Mengisyaratkan pada Luhan bahwa namja itu tak dapat mendekati yeoja dihadapannya kembali, karena ia akan melindungi Suzy bagaimanapun nanti. Luhan tersenyum miring lalu kembali melajukan motornya.

“SIAL” umpatnya sembari menatap jalanan didepannya, ia menaikkan kecepatan motornya.

………………………

Suzy menyandarkan kepalanya dimeja cefataria, ia memejamkan matanya, mendengarkan bermacam suara berisik yg dibuat oleh siswa-siswi yg sedang menikmati makan siang mereka. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar saat indra pendengarannya menangkap bunyi-bunyian yg membuat telinganya terusik

“lihat wajahnya murung begitu, pasti gossip itu benar. Bae Suzy sudah putus dengan Luhan sunbae kemarin” bisik seorang yeoja berambut gelombang pada teman disampingnya. Suzy semakin memejamkan matanya dengan erat.

“eoh, kau benar. Ini kesempatan kita menarik perhatian Luhan sunbae” balas yeoja berjepit kuning dengan semangat, yeoja disampingnya tadi menanguk setuju lalu mereka berhigh five.

“assa, sekaranga ayo ketoilet. Kita harus memperbaiki makeup kita” ajak yeoja berambut gelombang lalu beranjak dari duduknya dan berjalan terlebih dalu.

“Naeun-ah tunggu aku” teriak Minah- yeoja berjepit- itu sambil berlari kecil menyusul temannya yg sudah terlebih dahulu menghilang dibelokan cafeteria.

Suzy mengangkat kepalanya sedikit, menatap punggung Minah yg berada disebelah kelasnya. Ia menghela nafas lalu kembali menyandarkan kepalanya dimeja dengan lesu. Setetes air mata keluar dari pelupuk matanya. BRAK. ia tersentak kaget hingga hampir terjungkal kebelakang ketika sebuah buku dijatuhkan dengan semena-mena didepan matanya.

“Ya! Tegakkan kepalamu! Hanya gara-gara nappeun itu kau seperti ini eoh? menyedihkan sekali” sindir Soojung seraya duduk dihadapan Suzy. Yeoja itu mendesis menatap sahabatnya yg kini memandangnya dengan tatapan menyedihkan. Bae Suzy kau benar-benar bodoh, rutuk yeoja berambut merah itu seraya menyeruput jus aple yg tadi dibawanya.

“daripada menangisinya tak jelas seperti ini, lebih baik kau menyelesaikan tugas dari Han saem” ujar Krystal sembari menyodorkan satu dari 3 buku tebal yg tadi ia pinjam dari perpustakaan.

Suzy melirik buku bersambul merah tua yg sedikit rusak diujungnya itu lalu ia menghembuskan nafasnya kasar. Satu lagi beban yg kini menambah pusing kepalanya yg sudah ingin pecah. Ia menarik tak semangat buku setebal kamus bahasa inggris milik oppanya itu lalu membukanya perlahan. Oh ia ngin muntah melihat deretan huruf yg sama sekali tak ia mengerti, kenapa ia harus mempelajari bahasa Jepang. Toh ia tak akan pergi jauh-jauh kesana.

“aku sudah mencarikan buku itu untukmu, bukankah aku baik hati eoh? kau pasti lupa kan kalau ada tugas dari Han saem” ujar Soojung dengan mulut penuh roti selai strawberry yg entah sejak kapan kini hanya tinggal seperempatnya saja.

“eoh”

“aku bahkan membutuhkan waktu 2 hari untuk mencari 3 buku sialan ini” gerutunya yg hanya dianguki oleh Suzy.

“eoh”

“Ya!” Soojung menarik paksa buku dihadapan Suzy yg reflek membuat yeoja itu tersentak kaget lalu mengalihkan pandangannya menatap sahabatnya itu dengan tanda tanya besar.

“waee?” herannya.

“mana ada orang baca buku terbalik huh” Krystal menunjuk buku dihadapannya yg kini dalam keadaan terbalik, memperagakan cara membaca Suzy beberapa detik yg lalu.

……………………………..

Lay berjalan seraya meneteng bola basket ditangan kirinya, kepalanya menoleh kekiri kekanan mencari Suzy disetiap sudut kelas yeoja itu. tak mendapati siluet gadis berkucir kuda, Lay pun menghembuskan nafasnya lalu berlalu pergi. Sesekali namja itu bersiul menyanyikan salah satu lagu dari boyband EXO yg sedang naik daun disepanjang lorong kelas, siulannya berhenti, ia memandang tajam sosok sunbae yg sedang tertawa bersama teman-temannya didepan kelas. Luhan terdiam, ia berhenti tertawa ketika matanya menangkap Lay yg sedang berjalan mendekat. Lay berhenti sebentar, menatap Luhan dengan tajam. Namja cantik itupun membalas tatapan tak bersahabat dari namja yg sedang membawa bola berwarna kuning itu tak kalah tajam. Lay mendengus seraya tersenyum miring lalu melenggang pergi meninggalkan Luhan yg masih menatapnya tak suka.

“Luhan oppa” pekik seorang yeoja dari kejauhan, ia berlari kecil lalu bergelayut manja dilengan namja itu. “oppa ayo jalan-jalan hari ini” rajuknya seraya mengeluarkan aegyo andalannya, Luhan tersenyum tipis lalu menganguk pelan.

Lay menoleh saat telinganya mendengar suara memuakkan dari salah satu teman sekelasnya, ia mengangkat sebelah alisnya melihat Sulli bergelayut manja dilengan Luhan.

“eih, jinjja namja itu benar-benar brengsek” gumamnya kesal, ia melirik bola ditangannya lalu sebuah ide jahat melintas begitu saja diotaknya. Lay mengambil ancang-ancang seperti ingin memasukkan bola ke ring. Dan Hup, Bugh. Bola kuning itu sudah mendarat manis dikepala Sulli. Beberapa orang yg ada ditempat kejadian sontak terkejut. Mereka menolong Sulli yg mulai terhuyung dan nampak akan jatuh kelantai, Luhan segera menahan tubuh yeoja itu dan memeluknya.

“ups sepertinya aku salah sasaran” gumam Lay yg melihat Sulli memegangi kepalanya seraya meringis kesatikan.

“Ya! Kalau main basket dilapangan bukan disini” bentak Baekhyun sunbae, Lay menoleh menatap sunbaenya itu seraya menggaruk tengkuknya yg tak gatal.

“mianhe” ujarnya datar lalu berlalu pergi begitu saja tanpa sopan santun yg langsung membuat Baekhyun naik pitam.

“heol dasar hoobae kurang ajar, ekspresinya membuatku jengkel dan ingin menonjok mukanya” gerutu Baekhyun sambil mengepalkan tangan dan menyingsingkan lengan seragamnya.

“sudahlah hyung, Lay kan memang begitu. Muka datar kaya triplek” ujar Tao sembari mengelus pundak Baekhyun.

“aa..kepalaku” rintih Sulli.

……………………….

Lay tersenyum ketika menangkap punggung sesosok yeoja yg sudah sangat ia hapal betul. Rambutnya yg biasanya ia kucir tinggi-tinggi kini tergerai bebas diterbangkan angin. Ia berlari kecil, mensejajarkan langkahnya dengan yeoja itu. Tangan Lay dengan otomatis merangkul pundak Suzy dan mengacak poni yeoja itu.

“wae?” protes Lay saat Suzy menatapnya dengan pandangan penuh kecurigaan.

“kenapa tiba-tiba kau menjadi cceri huh?” herannya saat melihat wajah Lay yg kini dihiasi senyuman lebar dan berseri-seri. Lay segera mengubah raut wajahnya menjadi datar dan cool seperti biasa.

“ehem” dehemnya. Suzy menaikkan sebelah alisnya heran lalu mengangkat kedua bahunya masa bodoh, ia kembali memandang jalan dihadapannya dengan tidak semangat.

“jadi nona manis apa kau mau ice cream strawberry?” tawar Lay kembali dengan nada riang, Suzy menoleh menatap namja itu dengan sejuta keheranan yg lebih banyak sekarang. Tumben sekali namja disebelahnya ini menawarinya ice cream gratis, padahal biasanya Suzy yg harus merengek meminta Lay menratktirnya.

“oke call” ujar Suzy bersemangat, salah satu hal yg maningkatkan moodnya adalah ic cream. Ia tak pernah menolak pesona makanan dingin yg membuatnya ketagihan itu. dalam keadaan apapun.

Lay tersenyum menatap tangannya yg kini sudah ditarik Suzy menuju kedai ice crem depan taman kompleks perumahan mereka. Ia memandang Suzy dan berharap dalam hati agar yeoja itu segera kembali ceria dan melupakan Luhan sunbae.

“lihat saja, aku akan mengembalikan senyumanmu Suzy-ah” gumamnya dalam hati lalu merangkul Suzy dan gentian menarik yeoja itu agar berlari kecil mengikutinya.

FIN

Oke apalah cerita diatas ini, aku sendiri juga gag terlalu tahu gimana jalan ceritanya. Lol :D. Jadi maap-maap aja ya kalau endingnya aneh bin ngegantung. Ini ff req temen aku yg kepingin dibuatin main cast namja Lay. Aku udah menuhin janji aku y tante :p tapi aku gag janji kamu suka jalan ceritanya apa kagak dan jangan lupa coment karena km udah janji sm aku buat coment. Jujur aku merasa ceritaku super duper aneh XD.

Seperti biasa jangan lupa tinggalkan kritik/saran. Segala bentuk jejak yg kalian tinggalkan adalah semangat buat aku. Bye-bye~~~

Advertisements

11 thoughts on “The Regret

  1. senengnya punya sahabat kayak lay!!
    ya ampun digituin selama dua tahun suzy masuh aja bertahan!!ckckck tapi untung ada lay
    fighting ne,,berharap ada sequel sih!!hehehe

  2. Ya ampun luhan jahat bgt ya, sdh puluhan x dia nyakitin suzy tp g’ insyaf2.
    Suzy enak ya punya sahabat seperti lay yg tetap setia nemani serta mendengarkan curhat suzy.
    Tp ff ni akan terlihat lebih bagus klau ada squelnya deh thor. Hehehe

  3. Ya ampun luhan jahat bgt ya, sdh puluhan x dia nyakitin suzy tp g’ insaf2.
    Suzy enak ya punya sahabat seperti lay yg tetap setia nemani serta mendengarkan curhat suzy.
    Tp ff ni akan terlihat lebih bagus klau ada squelnya deh thor. Hehehe

  4. Bakal lebih lg kalau ad sequelnya..
    Kan ga adil kalau luhan jg g menderita..wkwk
    Tp rada d sayangin jg sekarang luhan udh bkan member exo lg..hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s