Another Love [part 6]

another-love-poster-minswag

Title                 : Another Love (part 6)

Scriptwriter      : mama1909

Main cast         : Bae Suzy, Oh Sehun, Kim Jongin

Genre               : Romance, sad

Duration          : chaptered

Rating              : PG-15

Beautiful cover by http://minsugawifeu.wordpress.com/ @ http://highschoolgraphics.wordpress.com/

 W.A.R.N.I.N.G

Typo(s) everyhwhere. Cerita absurd dan aneh.

previous part

Sehun menyesap kopi dan membaca koran, kebiasaan pagi yg tak pernah terlewati. Suzy tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk namja itu, dengan cekatan ia menghidangkan nasi goreng kesukaan suaminya. Seperti biasa Sehun selalu menghabiskan masakan istrinya, Suzy mengerutkan dahinya heran melihat tingkah laku Sehun yg seolah-olah tak terjadi apapun semalam.

“aku pergi dulu yeobo” Sehun mengecup pucuk kepala Suzy lalu bibir Suzy, yeoja itu diam saja dan berusaha sewajar mungkin.

“ne, hati-hati dijalan” pesan Suzy, namja itu menganguk seraya tersenyum lembut dan melajukan mobilnya perlahan. Suzy menutup pintu rumahnya perlahan, menyandarkan tubuhnya dibalik pintu sembari menutup matanya.

Perlahan tangannya terangkat meraba pipi kanannya yg nampak kemerah-merahan. Ia menghela nafas panjang lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Bruk. Yeoja cantik dengan kemeja hitam dan hotpant itu menghempaskan dirinya disofa ruang TV. Ia menggosok rambutnya yg masih basah dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya meraba-raba meja dihadapannya guna mencari sebuah remote.

Ting tong. Ting tong.

Suara bel yg memekakkan telinga menginterupsi Suzy yg masih asyik menekan-nekan remote ditangannya. Ia meletakkan handukknya dan berjalan kedepan melihat siapa yg bertamu sepagi ini.

“eoh Sulli-ah”gumam Suzy saat ia membuka pintu dan mendapati Sulli yg tengah berdiri didepannya dengan senyuman lebar dan sekantung buah apel ditangan kanannya.

“annyeong Suzy-ah” sapa Sulli ceria, ia langsung masuk kedalam meninggalkan Suzy yg masih bertanya-tanya kenapa yeoja itu datang pagi sekali. biasanya dia belum bangun jam segini.

“ada apa?” Suzy mendudukan dirinya disamping Sulli yg kini tengah mengambil alih remote tvnya dan mencari acara menarik dari alat elektronik berbentuk persegi didepannya.

“apa? Aku mengantarkan apel untukmu. Haraboeji kemarin datang membawa berkotak-kotak apel, ia baru panen besar dan menyuruhku membaginya untukmu” Sulli mengangkat tinggi-tinggi apel yg nampak menggiurkan.

“eoh gomawo” Suzy meraih kantung plastic itu dari tangan Sulli lalu berjalan menuju kulkas dan menyimpannya. Ia kembali dengan dua gelas jus alpukat kesukaan Sulli dan meletakkannya dihadapan gadi itu. tanpa malu-malu yeoja berambut pendek dengan dress selutut bewarna biru langit itu mengambil gelas dihadapannya.

“Jadi… apa yg terjadi kemarin?” Sulli menoleh, memasang wajah serius. Suzy yg sedang asyik menonton gossip menolehkan kepalanya, memandang Sulli lalu tersenyum simpul. Senyum kesedihan yg langsung bisa ditangkap oleh sahabat terbaiknya itu.

“gwenchana?” ujar Sulli hati-hati, ia menepuk-nepuk pelan bahu Suzy. Lagi-lagi Suzy tersenyum tipis lalu mengalihkan perhatiannya kelayar TV. Sulli menghela nafas panjang, ia memandang prihatin yeoja didepannya. Senyum itu, pasti terjadi sesuatu kemarin.

……………………….

Sehun, namja itu tengah menatap dan meneliti berkas-berkas dihadapannya. Sesekali ia menghela nafas melihat masih banyak dokumen yg harus ia selesaikan hari ini. kenapa tak ada habisnya sih? Gerutu namja tampan itu dalam hati.

Tok tok tok.

“masuk” ujar Sehun masih terfokus pada lembaran kertas dihadapannya. Seorang yeoja dengan rok super pendek berwarna hitam masuk dan menyerahkan beberapa lembar pada Sehun. Namja itu mendongak melihat beberapa map diletakkan dimejanya. Ia mendengus sebal.

“apa anda ingin saya buatkan teh direktur?” tanya yeoja dihadapannya dengan sopan, Sehun menganguk perlahan lalu yeoja yg merupakan sekertarisnya itu segera menganguk mengerti dan meninggalkan ruangan Sehun.

Yeoja bernama lengkap Son Naeun itu meletakkan secangkir teh dihadapan Sehun, tanpa basa-basi namja tampan itu meraih gelas dan menyesapnya perlahan.

“Direktur nanti siang anda ada janji dengan Direktur Kim untuk makan siang bersama” ujarnya mengingat, Sehun hanya menganguk perlahan tanpa mengalihkan pandangannya pada yeoja dihadapannya.

Naeun mendengus sebal, melihat atasannya itu sama sekali tak menggubris dirinya. Padahal ia sudah memakai rok pendek yg sebenarnya membuatnya sedikit risi dan make up cukup tebal. Tapi ia harus menelas rasa kecewa berlipat-lipat karena kenyataannya Sehun tak pernah mempedulikannya. Dengan wajah cemberut Naeun berbalik meninggalkan Sehun yg sibuk dengan kertas-kertas dihadapannya.

………………………………….

Dua orang namja tampan ditemani sekertarisnya masing-masing tengah duduk berhadapan disebuah restoran china yg cukup ramai karena terkenal dengan masakannya yg lezat. Mereka menyantap makan siangnya dengan keheningan yg membuat dua sekertaris cantik disamping mereka bergerak gelisah karen merasakan suasana sepi. Mereka berdua sepertinya sama-sama membenci keheningan.

Sehun yg memang pendiam, memakan dengan tenang tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya. Naeun yg duduk disamping atasannya itu sesekali melirik Sehun dengan ujung matanya, ia menghela nafas melihat Sehun yg nampak nyaman-nyaman saja dengan keadaan ini. kali ini mata Naeun melirik Kai yg ada dihadapan Sehun, ia mngerutkan dahinya heran melihat rekan kerja bosnya itu melamun.

“ah” tiba-tiba Kai membuka suara, “Sehun-ssi” panggil Kai membuat namja yg merasa namanya dipanggil itu mendongak.

“ne”

“apa kau mengenal Park Chanyeol? Dia bercerita padaku kalau kau teman kuliahnya dulu” tanya Kai. Sehun mengerutkan dahinya heran lalu menganguk.

“ne, dia satu jurusan denganku” jawab Sehun diikuti angukan dari Kai.

“tapi kenapa aku tak melihatmu diacara pertunangannya kemarin?” heran Kai.

“aku ada rapat penting jadi tak bisa menghadiri acara itu” ujarnya. Kai nampak menganguk-angukan kepalanya tanda mengerti. Lalu kedua namja itu tenggelam dalam pembicaraan tentang kerja sama mereka hingga tak terasa waktu makan siang sudah habis.

“terimakasih untuk makan siangnya” ujar Kai dengan senyuman bersahabat, Sehun nampak menganguk lalu ia pamit pulang dan berjalan menuju parkiran diikuti Naeun.

“batalkan semua jadwalku hari ini! aku ada keperluan mendadak dan akan pulang” Kai melonggarkan dasinya sembari berjalan menuju parkiran. Jiyeon yg berjalan dibelakang Kai sontak membulatkan matanya kaget. ia hendak bertanya perihal penting apa yg membuat Kai harus pulang saat ini, tapi belum sempat yeoja bereyeliner tebal itu membuka suara Kai sudah berbalik dan menatapnya dengan senyuman.

“mianhe aku tak bisa mengantarkanmu kekantor jadi lebih baik kau naik taxi saja ne?” ujar Kai, Jiyeon semakin membulatkan matanya lalu ia menganguk pasrah. Segera Kai membuka pintu mobilnya dan melaju meninggalkan sekertarisnya yg kini sedang menghentak-hentakkan high heelsnya ketanah karena sebal.

“eish jinjja geu namja benar-benar” gerutu Jiyeon, ia mengacak poninya karena lagi-lagi diacuhkan bahkan ditinggalkan begitu saja oleh Kai.

“argh kapan dia melirikku sedikit saja” gerutu Jiyeon sembari berjalan kepinggir jalan, ia menengok kekanan kekiri mencari taxi.

…………………………

Kai melajukan mobil hitam kesayangannya, membelah jalanan yg cukup ramai menuju sungai Han. Ia menjulurkan tangannya guna menyalakan radio dan kini sebuah lagu mellow mengalun lembut memenuhi mobil yg didominasi warna hitam didalamnya itu.

Namja dengan setelan jas yg juga berwarna hitam itu keluar dari mobilnya, ia berjalan perlahan mendekati sungai Han yg terlihat indah walau disiang yg terik. Ia tersenyum kecut mengingat tampat favoritnya dulu semasa SMA hingga kuliah. Bahkan bangku yg berada dibawah pohon besar disampingya berdiri masih sama dengan beberapa tahun yg lalu walau catnya sudah sedikit mengelupas dibeberapa bagian.

Kai mendudukkan dirinya dibangku itu, ia menyandarkan punggungnya yg entah kenapa menjadi sangat berat lalu menutupnya perlahan. Bayangkan dan kenangan yg selama ini menghantuinya kembali berputar, berdesakan satu persatu membuat kepalanya pusing. Satu bulir krystal jatuh dari pelupuk matanya yg masih terpejam tatkala ingantannya beralih pada kejadian kemarin. Disaat suara serak Suzy yg sarat akan kesedihan itu berujar bahwa ia kini sudah menyandang status sebagai istri orang.

Apakah Tuhan menghukumnya karena meninggalkan yeoja itu demi impiannya? Apakah ini balasan untuknya yg terlalu dimabuk akan ambisi menjadi seorang yg sukses dan membuktikan pada appanya bahwa ia bukan anak manja yg kerjaannya hanya menghambur-hamburkan uang? Apakah? Apakah? Terlalu banya kata apakah yg terus membebaninya dan menambah rasa sakit dihatinya. Ia membuka matanya dan menerawang jauh kedepan. Suzy, ia harus mendapatkan yeoja itu bagaimanapun caranya. Kai yakin Suzy masih memiliki cinta untuknya, walaupun hanya setitik kecil tapi itu cukup bagi namja tampan dengan kulit gelap yg sedang menatap sungai Han didepannya. Ia akan membuat titik kecil itu berkembang dan menjadikannya seperti dahulu. Dimana hanya ada Kai dan Suzy yg saling membutuhkan dan mencintai.

………………………..

Seorang yeoja cantik dengan dress berwarna merah tua diatas lutut berjalan perlahan menyusuri sungai Han di siang hari. Tak dihiraukannya teriknya matahari yg kini membakar kulit putihnya. Ia menikmati waktu luangnya karena toh pekerjaannya dirumah sudah ia selesaikan dari tadi, dan tak akan yeoja itu sia-siakan waktu bebas yg sangat jarang ia dapatkan akhir-akhir ini. ya, Sehun ada rapat mendadak hingga membuat suaminya itu harus ke Busan siang tadi dan pulang malam. Sedikit senyuman tersungging diwajah cantik Suzy saat ia menerima telepon dari Sehun yg mengatakan Suzy tak perlu menunggunya untuk makan malam.

Setelah membayar ice cream rasa vanilla yg baru saja ia beli dipinggir jalan Suzy segara melanjutkan langkahnya menyusuri sungai Han yg selalu bisa membuat suasana hatinya sedikit membaik. Ia tersenyum tatkala sepasang remaja mengenakan seragam sekolah yg merupakan tempat dimana ia mengenyam pendidikan SMA sedang berkencan.

Tiba-tiba sebuah ingatan pahit melintas begitu saja dipikirannya, kenangan yg dulu sangat indah namun sekarang membuat hatinya begitu terasa sesak. Matanya sedikit berair dan buram, terdapat beberapa bulir air yg kini sudah siap meluncur turun. Suzy mendongakkan kepalanya, mengerjap-kerjapkan matanya lalu berjalan meninggalkan sepasang kekasih yg tengah bercanda.

“kenapa kau kembali? Kenapa.. kenapa kau kembali..” tangis Suzy lirih, ia menggumamkan kata-kata yg hanya dapat ia dengar seorang diri. Perlahan krytal bening itu sudah menuruni pipichubynya. Suzy berjalan menunduk dengan perasaan yg campur aduk, sedih, gelisah, kecewa semuanya menjadi satu. Dadanya sesak ketika baying-bayang wajah Kai melintas dikepalanya.

“kenapa oppa…”tangis Suzy sembari mendongak keatas, memandang langit siang itu yg nampak cerah dan berbanding terbalik dengan suasana hatinya.

Suzy kembali berjalan perlahan dengan pandangan menerwang entah kemana, tanpa yeoja itu sadari seorang namja yg sedari tadi membuatnya gelisah melintas disampingnya. Baik itu Kai maupun Suzy nampak tak memperhatikan keadaan sekitar mereka. Dua orang itu langsung berjalan tanpa menoleh sedikitpun hingga keduanya tak sadar bahwa mereka baru saja berpapasan.

……………………

Suzy berdiri mematung didepan kaca kamarnya, ia melihat pantulan wajahnya sendiri yg nampak sedikit pucat dengan wajah lesu. Ia menghela nafas panjang lalu meraih lipstick berwarna orange soft untuk menutupi bibirnya yg sedikit memutih dan kering.

Sembari menunggu Sehun diruang TV, Suzy sesekali melirik jam dinding yg kini menunjukkan pukul 10 malam. Ia menyandarkan kepalanya disofa lalu menutup matanya perlahan-lahan karena kepalanya yg sedikit pusing, lama kelamaan matanya terasa berat dan yeoja cantik dengan setelan piyama hijau motif bunga itu sudah terbang kealam mimpi.

Cklek

Sehun membuka pintu rumahnya perlahan, matanya menangkap lampu ruang TV yg masih menyala dan sesosok yeoja yg sudah sangat ia hapal tengah tertidur pulas disofa. Namja itu mendekat perlahan seraya terus memandangi wajah polos Suzy. Tangan Sehun terulur menyentuh dahi Suzy dengan jari telunjuknya lalu turun kehidung dan berakhir dibibir mungil istrinya. Seluas senyum nampak tercetak diwajah tampan Sehun, ia mendekatkan wajahnya lalu mengecup kedua mata Suzy secara bergantian.

Suzy yg merasakan sesuatu yg basah dimatanya pun menggeliat pelan namun kembali tertidur lagi. Sehun pun menggendong Suzy ala bridal style menuju kamar mereka, ia meletakkan yeoja itu hati-hati karena takut Suzy terbangun. Setelah mengganti jasnya dengan piyam, Sehun segera beranjak naik kekasurnya dan menarik selimut hingga sebatas pinggang namja itu. dihadapkannya tubuh Sehun kesamping lalu tangannya menelusup dipinggang Suzy dan memeluk yeoja itu.

“jalja”

………………………

Suzy sedikit berjinjit ketika membenarkan dasi suaminya, ia menepuk pelan dasi berwarna biru donker dihadapannya setelah benda kecil itu sudah terpasang rapi dileher namja didepannya. Sehun tersenyum melihat yeoja dihadapannya mengulas senyum kecil, ia mengecup dahi Suzy lalu meraih tas yg disodorkan oleh yeoja berambut panjang dengan apron ditubuhnya itu.

“jangan lupa makan siang kita nanti” ingat Sehun ketika mereka berdua berada diambang pintu, Suzy menganguk dengan pipi merona ketika sekali lagi suaminya mengecup bibir merahnya.

“hati-hati dijalan yeobo” ujar Suzy, Sehun menganguk lalu berjalan menuju mobilnya yg sudah terparkir manis dihalaman rumah mereka. Yeoja itu melambaikan tangannya pada Sehun saat mobilnya perlahan menjauh dari rumah bercat putih itu.

Suzy berjalan kedalam sembari melepas apronnya, ia duduk disofa ruang TV dan menyalakan benda persegi panjang dihadapannya. Mencari suatu program yg sekiranya dapat ia tonton untuk membuang waktu hingga makan siang nanti tiba. Ia sudah tak sabar untuk makan bersama Sehun direstoran china dekat kantor namja itu, jarang sekali suaminya mempunyai inisiatif seperti itu.

TBC

Annyeong sebenarnya ini ff belom selesai tapi udah aku post aja heheh3. Entah kenapa tanganku udah gatel pengen post. Jangan protes klo kependeken ya, karena author emang demen bikin ff yg pendek alias gag panjang bin cerita nggantung. Semoga kalian suka, kalau nggak suka ya udah mau digimanaiin lagi 😛

Leave your COMMENT!

 

Advertisements

9 thoughts on “Another Love [part 6]

  1. kai kai aku semangat banget baca bagian kai mau ngerebut suzy lagi yey
    kali kali aku mau liat reaksi sehun kalo suzy dideketin sama cowok lain
    tapi masi heran kenapa sehun nampar suzy
    next part ditunggu yaa fighting 😀

  2. Kasian ama kai. but i like hunzy,hehe. Apa makan siang nya nanti suzy bakalan ketemu kai ngak ya. ahh,seru thor. Ditunggu kelnjutannya.

  3. Part kmaren aku sempet mikir alesan sehun nampar suzy itu karna suzy ketemu kai. Tapi pas sehun makan brg kai, dan kayanya sehun biasa aja. Hilang sudah pemikiran itu. Kayanya kebanyakan sekertaris itu pas ngincer atasannya yah ckck jiyeon sma naeun sama aja, sama2 centil. Duuuuh, kai kayanya semangat bgt mau rebut suzynya. Kalo sehun msih nganggep suzy itu mirip krystal dan msih suka main kekerasan. Mending suzy sma kai deh. Pengen liat gimana sehun cemburu nanti kalo tau kai itu trnyata mantannya suzy kkkkk next part ditunggu yah, semangat^^

  4. Kalau sehun masih keras ma suzy,mending dia ma kai aja. ..sebenarnya sehun cinta ma suzy gag sih.. wow kai mau ngrebut suzy,biar tau rasa sehun kalau suzy d deketin namja

  5. Akhir x sehun nggak marah lagi sma suzy..,
    Dan kai juga berniat untuk merebut suzy,omo… ap stelah ini akan ada pertengkaran antara sehun dan kai?? dan aku juga takut banget klo nanti sehun semakin nyakitin suzy..
    Next eon…

  6. Yang aku suka dari sehun disini dia ngga ke goda sama sekertarisnya yg genit..1point..
    Tapi yang ngejanggal dihati adalah ketika dia tega menampar suzy dan berasa gak kejadi apapa..apa sehun tau sikap dia itu salah..dan untuk jongin wajar sih dia mau dapetin hati suzy lagi terlepas dia belajar keluar negri toh dya juga ngga punya yeoja chinggu hingga saat ini berati dy masih sayang bgt sama suzy..untuk chap selanjutnya fighting ne kak ✔♥♡♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s