With You (Myungzy)

kim-myungsoo
Main cast : Kim Myungsoo (Infinite) , Bae Suzy (Miss A), Kai aka Kim Jongin (EXO)
Genre : angst, sad, romace
Duration : vignette
Rating : PG-15

WARNING
Typo bertebaran! Cerita absurd dan gag jelas!
^^Happy Reading^^

I’m with you, always and forever

Bae Suzy, yeoja berambut panjang sebahu dan tergerai indah itu memainkan cangkir putih dihadapannya. Kepulan asap yg berasal dari panasnya coffe yg beberapa menit lalu diantarkan oleh salah satu pelayan berbaju merah kemejanya itu mengenai wajah cantiknya ketika ia meniup minuman dihadapannya.
“oppa, akhirnya kau datang” ujarnya riang saat sesosok namja berjalan mendekat lalu menarik kursi didepannya. Suzy tersenyum lebar, menarik kedua sudut bibirnya keatas.
“mianhe changiya, kau lama menunggu hem?” namja itu mengacak sayang poni Suzy, yeoja itu menggeleng lalu memegang tangan namjanya yg masih setia menghancurkan tatanan poninya.
“oppa berhenti mengacak rambutku” protesnya sembari memajukan bibirnya kedepan.
“aigoo, kau lucu sekali sayang” namja itu mencubit kedua pipi Suzy dan memainkannya kekiri kekanan, yeoja dihadapannya itu melototkan matanya pertanda tak terima.
“op…paaa” protes Suzy susah payah. “eoh mau pesan coklat panas oppa?” Suzy menoleh sembari menaik-naikkan alisnya setelah namja dihadapannya melepaskan cubitannya.
“em.. baiklah” namja itu menanguk membuat Suzy tersenyum lalu mengangkat tangannya memanggil salah satu pelayan.
“1 coklat panas dan 2 cheese cake” Suzy menoleh kesamping.
“Ne?” namja berbaju merah itu menulis pesanan Suzy dengan dahi berkerut, ekor matanya melirik cangkir Suzy yg masih terisi penuh lalu berganti memandang pelanggan didepannya itu. “eoh baiklah, tunggu sebentar akan saya antar” namja itu tersenyum lalu berbalik.
“oppa sebentar lagi ulang tahunmu, kau ingin hadiah apa?” Suzy memajukan wajahnya kedepan. Menatap namja tampan yg sudah menemaninya selama 4 tahun belakangan dan menyangga pipinya dengan tangan yg sikunya bertumpu pada meja.
“apa yg kau tawarkan sayang?” namja itu mengerlingkan matanya menggoda membuat Suzy bersemu merah dan memukul tangan didepannya karena malu.
“ish aku serius oppa!” protesnya merajuk membuat Myungsoo terkekeh melihat kelakuan Suzy.
“aku juga serius sayang, 100%” jawabnya lalu ikut mendekatkan wajahnya kewajah Suzy dan meyangga pipinya.
Seorang pelayan yg sama dengan sebelumnya menginterupsi Suzy yg akan mengajukan protesnya, namja itu meletakkan pesanan Suzy lalu berbalik pergi setelah menyelesaikan tugasny.
“jadi apa permintaanmu oppa? cepat katakan atau aku tak akan menuruti apapun maumu!” ancam Suzy membuat Myungsoo menautkan kedua alisnya.
“jinjja? Aku tak yakin kau tak akan menurutiku” Myungsoo membelai rambut Suzy. “kau tak bisa menolak segala permintaanku selama ini sayang” kekehnya sembari mencubit hidung Suzy gemas.
“oppa!”
“baiklah baiklah, berhenti berwajah seperti ini, kau membuatku ingin mencium bibirmu yg manyun” Myungsoo memukul bibir Suzy dengan jari telunjuknya pelan. “emm, coba kupikirkan” Myungsoo memasang wajah berpikirnya yg kelewat berlebihan.
Suzy berjengit kaget ketika Myungsoo tiba-tiba berteriak, “aku tahu! aku ingin dirimu sebagai hadiahnya!” ujar Myungsoo membuat Suzy reflex menyilangkan kedua tangannya membentuk X didepan dada.
“andweee!!” teriaknya sembari memandang takut pada namja didepannya, Myungsoo mengerutkan dahinya heran melihat respon tak terduga dari Suzy, lalu tiba-tiba sebuah senyuman jahil muncul pada wajah tampannya saat mengetahui maksud dari yeoja didepannya.
“aigoo sayang, kau berpikiran terlalu jauh” godanya seraya menyentil dahi Suzy. “aku ingin kau. Kau sebagai yeoja yg selalu menemaniku sampai kapan pun. Arraso?” Suzy menurunkan tangannya lalu menganguk-angukan kepalanya keatas kebawah membuat Myungsoo tertawa karena tingkah laku yeojachingunya itu.
“arraso oppa” jawabnya sembari tersenyum senang lalu mengecup pipi kanan Myungsoo kilat.
“eyy kau menggodaku rupanya” Myungsoo memegang pipinya dan menatap yeoja didepannya, Suzy menunduk kebawah menyembunyikan wajahnya yg sekarang sudah berubah merah, semerah tomat.
……………
Seorang namja berkaos biru langit berjalan santai menuju meja yg berada diluar café yg sedang ia kunjungi, matanya mengedar mencari tempat ternyaman untuk mengerjakan thesisnya. Ia tersenyum saat menemukan bangku yg cocok lalu segera berjalan kearah meja yg berada disebelah bunga berwarna-warni yg entah ia sendiri tak tahu namanya.
“Suzy?” dahinya menkerut mendapati sesosok yeoja yg duduk membelakanginya, “apa yg dilakukannya disini sendirian?” herannya karena melihat yeoja itu tengah duduk sendiri di meja yg berada tepat disebelah meja yg akan ia tempati.
“Suzy-ah” panggilnya membuat yeoja berambut hitam itu menoleh kebelakang.
“Jongin!” kaget Suzy mendapati sosok Jongin yg tengah berdiri dibelakangnya sembari meneteng ransel hitam kesayangannya.
“apa yg sedang kau lakukan disini sendirian?” tanyanya.
“aku tidak sendirian Jongin, kau tidak lihat ada 2 cangkir dan piring disini” Suzy melirik mejanya yg terdapat 2 cangkir dan kue seperti yg ia katakann. Jongin menanguk mengerti sembari melirik meja Suzy.
“Oh kau kesini dengan Soojung? Dimana dia? Aku tak melihatnya?” heran Jongin, kepalanya menoleh kekanan kekiri mencari sesosok yeoja berambut pirang yg merupakan sahabat satu-satunya bahkan teman yeoja satu-satunya yg dimiliki oleh Suzy.
“aniyo aku kesini bukan dengan Soojung” kekehnya membuat Jongin menoleh dan menatapnya heran.
“ne? lalu?”
“aku bersama kekasihku Jongin, dengan Myungsoo sepupumu” jawab Suzy sembari tersenyum.
Jongin melotot kaget, bahkan ransel yg tadi ia pegang terlepas begitu saja dari tangan kanannya saat yeoja dihadapannya menyebut nama Myungsoo.
“Jongin, hey Kim Jongin!” panggil Suzy membuat namja itu sadar dari keterkejutannya, pandangannya seketika berubah menjadi sendu menatap wajah Suzy yg tersenyum kepadanya.
“Suzy..” lirihnya dengan nada kasihan.
“ne?”
“gwenchana?” tanya Jongin dengan pandangan khawatir, namja itu menarik kursi dihadapan Suzy.
“ne, gwenchanayo Jongin-ah. Aku sangat sangat baik” kekehnya ketika mendapat pertanyaan yg menurut Suzy sangat tak masuk akal. Bagaimana mungkin lelaki didepannya itu menanyakan apakah dirinya dalam keadaan baik, padahal sudah sangat jelas bahwa Suzy tak mengalami apapun yg mengkhawatirkan. Bahkan badannya tak mendapat lecet karena sesuatu, jadi hal konyol apa yg perlu Jongin khawatirkan?
“heol” Jongin menghembuskan nafasnya kasar, ia nampak menimang-nimang sesuatu. Suatu hal yg harus ia keluarkan namun dengan kata-kata yg lebih halus agar tidak menyakiti perasaan yeoja didepannya. Setelah menatap Suzy untuk yg kesekian kalinya, akhirnya namja itu memutuskan mengeluarkan kalimatnya.
“Suzy-ah” panggil Jongin hati-hati.
“Ne?” Suzy tersenyum sembari menautkan kedua alisnya.
“apa kau tak ingat kejadian 2 minggu yg lalu?” tanya Jongin dengan suara pelan, ia menatap Suzy yg sedang berpikir keras lalu menghembuskan nafasnya panjang ketika yeoja didepannya itu hanya menggeleng pelan.
“kecelakaan 2 minggu yg lalu? Yg membuat Myungsoo hyung…” Jongin menghentikan perkataannya, melirik was-was pada Suzy “kecelakaan” ujarnya dengan berat hati.
Suzy terdiam, mencerna perkataan Jongin dan memutar ingatannya pada 2 minggu yg lalu. Sekelebat bayangan muncul membuat kepalanya terasa ingin pecah dan reflek ia memegangi kepalanya.
“yeobseyo oppa!” teriak Suzy riang dari seberang telepon ketika nama Kim Myungsoo dan foto mereka berdua muncul dilayar handphone Suzy.
“changiya” jawab sang penelepon tak kalah riang “kau sedang apa hum?” tanyanya sembari menyetir.
“membaca novel dikamar lalu menerima telepon darimu”
“assa, kalau begitu cepat siap-siap sayang. Aku akan sampai dirumahmu 30 menit lagi!” titah Myungsoo membuka Suzy menghentikan bacaannya.
“ne? kerumah?” herannya.
“tentu sayang, kita kencan. Aku punya kejutan untukmu” Myungsoo tertawa dan merapikan rambutnya sembari mengaca.
“baiklah, kututup ne. aku bersiap-siap dulu”
“baiklah, dandan yg cantik” kekeh Myungsoo.
Suzy meganguk walau namjachingunya tak dapat melihat “NE oppa” klik ia mengakhiri panggilannya dan meletakkan handphonenya dikasur lalu berlari kekamar mandi.
Myungsoo tersenyum puas melihat wajahnya dari kaca, tiba-tiba seorang anak kecil melomat kejalan untuk mengambil bolanya yg menggelinding, reflex namja itu menghindar dan membanting stir. TIINN. Sebuah sinar yg berasal didepan Myungsoo membuat pengelihatannya terganggu CITT, BRAKK. Mobil hitamnya menabrak sebuah truk yg melintas berlawanan arah dari namja itu.
Myungsoo mengulurkan tangannya kedepan mencoba meraih sebuah kotak bludru yg tergeletak dikursi samping pengemudi. Wajahnya penuh darah, mobilnya pun sudah tak berbentuk lagi. Saat kesadarannya tiba-tiba menghilang membuat tangannya yg belum sempat menggapai kotak berisi cincin itupun terkulai lemas.
“Andweee! Oppa, Myungsoo oppa” teriak Suzy seraya memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, badannya merosok kebawah, perlahan namun pasti air matanya jatuh menuruni wajah cantiknya.
“Suzy-ah” Jongin beranjak dari tempanta, memegang bahu Suzy dengan wajah khawatir melihat keadaan yeoja didepannya itu. Wajahnya nampak frustasi dan ia terus berteriak memanggil nama sepupunya.
“ANDWEEE! Dia masih hidup Jongin-ah, dia masih disini. Lihat!” Suzy menunjuk kearah meja, lebih tepatnnya pada sebuah cangkir berisi coklat panas. “bahkan dia memesan coklat kesukaannya tadi! Dan kami makan cake bersama, membicarakan ulang tahunnya 2 hari lagi” Suzy menatap Jongin, menuntut namja itu agar mempercayai perkataannya dan membenarkan semua yg ia ucapkan.
“dia.. oppa, Myungsoo oppa.. aku masih bisa mengingat tawanya tadi, bahkan dia memintaku untuk berada disisinya selamanya sebagai kado ulang tahunnya” Suzy menangis histeris, rambutnya yg tergerai kebawah menutupi wajahnya yg berurai air mata.
Jongin tertegun, melihat keadaan Suzy yg masih belum menerima kematian Myungsoo. Namja itu merengkuh Suzy kedalam dekapannya, mencoba menenangkannya sambil mengelus punggung yeoja itu.
“Suzy-ah” lirihnya tak tega, setetes air mata lolos dari pelupuk matanya, ia mengerjap masih dengan mengelus kepala Suzy menenangkan.
“Jongin-ah, aku masih bersamanya sebelum kau datang. Ia tak mungkin meninggal” tangis Suzy, baju Jongin kini sudah basah.
“mianhe” entah untuk apa kata-kata itu keluar dari mulut Jongin, mungkin ia merasa bersalah karena tak dapat membuat Suzy menjadi lebih baik setelah kecelakaan Myungsoo, padahal ia merupakan sahabat yeoja itu sejak SMA. Mungkin juga permintaan maaf karena membuat Suzy terpuruk begitu dalam tanpa pernah mencoba mengulurkan bantuan pada yeoja itu. Jongin terlalu sibuk, sibuk menata hati dan perasaannya saat Myungsoo berkunjung keapartemennya 2 minggu yg lalu. Sepupunya itu tiba-tiba mengeluarkan kotak beludru berwarna merah.
“eoh apa itu hyung?” Jongin melirik tangan kanan Myungsoo yg memegang kotak kecil berwarna merah, Myungsoo mendongak, menatapnya dengan senyuman misterius yg sangat-sangat aneh –menurut Jongin-.
“cincin, aku akan melamar Suzy hari ini” jawabnya dengan wajah berseri, Myungsoo menatap lembut kearah kotak yg ia pegang. Sangat kenatara bahwa namja itu sedang bersenang hati membayangkan bagaimana repson yeojachingunya itu.
DEG
Hati Jongin berdesir hebat mendengar perkataan Myungsoo, entah kenapa dadanya menjadi sesak dan bergemuruh tak tentu. Suzy, satu nama yg bisa memporak-porandakan hatinya sejak dahulu. Satu yeoja yg sampai sekarang masih mendapat tempat dihatinya walau sudah lebih dari 4 tahun Jongin mencoba mengubur rasa sukanya. Ya, semenjak kabar Myungsoo dan Suzy –sahabatnya sejak kelas 1 SMA- itu sah menjadi sepasang kekasih.
“eoh” gumamnya.
“apakah dia akan suka dengan cincin ini?” Myungsoo membuka kotak beludru itu, menampilkan sebuah cincin sederhana dari emas putih yg terdapat ukiran MS didalamnya. Dengan berat hati Jongin menganguk, memaksakan seulas senyuman pada wajahnya, ia bahkan tak bisa menjamin bisa tersenyum dengan benar atau lebih buruknya terlihat sangat aneh.
“tentu saja hyung, dan setelah itu kalian harus mentraktirku” Jongin memukul bahu Myungsoo pelan, mencoba bercanda.
“arra, kau bisa makan sepuasnya nanti” mereka berhigh five.
“bolehkah aku berharap Myungsoo hyung tidak jadi melamarnya” gumam Jongin dalam hati sembari menatap wajah riang Myungsoo yg sedang membaca pesan dari handphonenya.
“mianhe” sesalnya.
…………………………
Suzy menggenggam sebuket bunga mawar kesukaannya dan Myungsoo, ia membenarkan tasnya lalu melangkah membuka pintu keluar sebuah toko bunga. Setelah menempuh perjalan kurang lebih 15 menit dengan mobil merah kesayangannya, akhirnya yeoja itu sampai pada sebuah pemakaman.
Langkahnya terasa berat menuju salah satu dari sekian banyak kuburan disana, matanya pun memerah dan siap mengeluarkan air mata dari pelupuknya. “oppa” lirihnya memandang sebuah nisan seraya meletakkan sebuket bunga yg sedari tadi dibawanya.
“Myungsoo oppa, bogoshipo” ia memeluk nisan bertulis Kim Myungsoo itu, air mata sudah tumpah membasahi pipi chubynya yg terpoleskan make up. Suzy bahkan tak menghiraukan eyelinernya yg luntur atau bedaknya yg hilang. Setelah 3 jam menangis dan akhirnya tertidur disana, Suzy memutuskan kembali.
“oppa masih ingatkah kau dengan permintaanmu? Bersamamu selamanya” rancau Suzy saat yeoja itu tengah menyetir, ia tersenyum kearah fotonya dan Myungsoo yg berada didsampingnya. “bukankah aku tak akan pernah bisa menolak keinginanmu” Suzy tersenyum masih dengan air mata.
“Selamat ulang tahun oppa, saranghe” ujarnya sembari tersenyum manis lalu ia membelokkan setirnya tiba-tiba kejalan yg berlawanan arah dengannya. TIINN, BRAAKKK.

Keutt
Holla, I’m back with MYUNGZY? Bosen? Aneh? Nggantung? Jelek? Oke emang itu sudah menjadi ciri khasku, jadi kalau gag aneh/ngebosenin/nggantung/jelek berarti bukan aku yg buat #plakk. Hhahahah3. Myungzy shipper mana suaranya? Yeay~~~ Akhirnya bisa juga buat ff bercast Myungsoo, dan ini pertama kalinya aku buat Myungzy, ho3. Yang nungguin cerita berchapter, maafkan author ne ^^ karena masih belom bisa nglanjutin nulis. Coz author yg gag jelas ini mau ospek dulu ToT. sedih ngebayangin nasibku nanti karena seumur2 belom pernah ikuT ospek. (hadew thor kenape lu malah curhat gag penting sih). Ya udah daripada panjang-panjang, cukup sekian cuap gag penting dariku.
LEAVE YOUR COMMENT!
THANKYOU

Advertisements

23 thoughts on “With You (Myungzy)

  1. Omonaaaaaa,,, tragis plus nyesek. Ternyata myungsoo dah meninggal dan jong in juga suka sama suzy. Woowwww
    Parahnya lagi suzy ikutan nyusul myung. Benar-benar cinta sejati sampai mati. Myungzy daebaakkk!

  2. sekalinya MyungZy mengenaskan (╥_╥)
    harusnya sih ff ini menyadarkan aku sebagai MyungZy ship klo dlm realita kyak gini, kemungkinan bersatunya kecil.
    tapi tetep nunggu ff myungzynya y bikin pembaca happy
    ditunggu (♥^_^♥)
    ∧_∧∞∧
    (*・ω・)ω<*)
    /⌒ づ⊂⌒ヽ MyungZy~♥

  3. Kai kok pinter bener udah bikin thesis aje, kukira cuma bisa liat yadong dia xD wkwk. Bikin sequelnya deh thor tentang si kai yang berusaha moveon dari suzy terus ketemu d.o, biar nasib kai nggak ngenes2 banget disini nggak rela aku T.T

  4. Sukkaaa..meski angs tp ini MYUNGZY..pairing fav..
    Moga makin banyak ff myungzynya..#nah loh#
    Oke deh cepet kembali nulis lagi ya thor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s