When

173

Title                 : When

Main cast        : Kim Jongin, Oh Sehun (EXO), Bae Suzy (Miss A)

Genre              : Sad (?)

Rating             : PG-15

HAPPY READING ^.^

“Oppa, kau ingin sosis atau telur? Atau aku harus memasukkan keduanya kenasi goreng?” Suzy menoleh, melirik seorang namja dengan badan tegap yang sedang duduk didepan meja makan, namja itu tak menjawab namun hanya tersenyum membuat Suzy memutar kedua bola matanya karena tak mendapat jawaban lalu ia memasukkan kedua bahan tersebuh kedalam panci didepannya.

“Jeng Jeng, nasi goreng sosis spesial ala Bae Suzy. Oppa coba cicipi,cicipi dan katakan ini enak” Suzy terkekeh pelan melihat raut wajah namjanya yang memandang hasil masakannya tanpa minat, bentuknya memang boleh buruk dan tak cantik tapi rasanya pasti 180 derajat berbeda dari penampilannya, Suzy yakin itu.

“Enak? Bagaimana oppa?” Suzy terus mendesak, meminta sang tunangan untuk mengangukkan kepalanya sembari tersenyum dan mengacungkan jempolnya.

Tapi mimpi hanyalah mimpi, raut wajah namja yang akrab disapa Kai itu tak terbaca. Antara menahan mulutnya agar tak memuntahkan hasil masakan sang tunangan dan menahan betapa pedasnya nasi goreng Suzy. Oh My God, berapa cabe yang Suzy masukkan hingga mulutnya terasa terbakar. Dengan susah payah Kai menelannya, rasa asin dan pedas masih membekas dirongga mulutnya.

“Sudahlah oppa, aku tahu ini tak enak. Jangan dipaksakan” Suzy menarik piringnya lesu, tak tega melihat namja didepannya tampak tersiksa saat ia memasukkan suapan kedua kedalam mulutnya.

……………………….

Sehun membuka pintu apartemen Suzy setelah memasukkan pin yang sudah ia hapal, langkah kakinya perlahan menuju ruang tv dan tak menemukan siapapun disana. Hanya televisi yang menyala menayangkan variety show Running Man tanpa penonton. Ia kembali melangkah hendak naik kelantai dua menuju kamar Suzy, setelah mendengar suara berisik dari arah dapur ia berbelok kedapur yang berada didekat tangga.

Namja itu menghela nafas berat melihat sahabat kecilnya yang kini nampak berbicara sambil tersenyum lebar. Bukan, bukan karena ia cemburu senyuman itu tak pernah ia tunjukkan padanya tapi karena Suzy, yeoja itu berbicara sendiri sambil duduk dimeja makan.

Berceloteh ria pada angin didepannya, dan bertingkah seakan-akan Kai sedang berada didepannya, duduk didepannya dan memakan hasil masakannya yang gagal. Sehun sedih, ia merasa sakit melihat Suzy yang seperti ini. Setelah lama bergelut dengan segala pikirannya, Sehun mendekati Suzy.

Suzy tersenyum ketika sosok Sehun nampak berjalan mendekatinya “Oh Sehun” ia berteriak girang pada namja tinggi nan tampan yang kini menarik kursi disamping tunangannya.

“Kau juga harus mencobanya, ca ini sendok untukmu” Suzy dengan semangat menggeser sepiring nasi goreng yang harusnya ia makan kehadapan Sehun. Meletakkan sendok ditangan namja itu.

Sehun menganguk, tersenyum perih seraya memasukkan sesendok nasi kedalam mulutnya. Ugh, ia ingin muntah saat merasakan pedas yang menjalar kesegala sudut gigi, lidah dan sarafnya. Bae Suzy benar-benar ahli dalam membunuh orang dengan masakan ajaib.

“Suez, berapa cabe yang kau masukan?” teriak Sehun setelah ia mengeluarkan nasi goreng dan meraih segelas air putih milik Suzy meminumnya dengan rakus.

Suzy nampak mengingat, menghitung lalu tersenyum tanpa dosa sembari menggaruk leher belakangnya “8 heheheh. Mianhe Kaiya, Sehunah. Aku terlalu bersemangat membuatnya hingga kumasukkan semua cabai dikulkas” Suzy nampak bersalah melihat mata melotot Sehun.

“Tapi Kai terus memakan nasi gorengku, itu berarti tak ada yang salah kan? Mungkin kau yang terlalu sensitif” Suzy menjulurkan lidahnya pada Sehun setelah melirik Kai yang dengan diam memakan masakannya.

Sehun meletakkan gelasnya sedikit keras, membuat Suzy menoleh dan mengerutkan dahinya heran melihat Sehun yang menatapnya dengan ekspresi yang tidak dapat dibaca.

“Suez, apa kau sudah minum obatmu?” Sehun bertanya dengan lembut dan sabar.

Suzy menepuk jidatnya sembari menggeleng “Aku lupa, untung kau mengingatkanku. Sehunnie gomawo, kau perhatian sekali” Suzy berdiri mencondongkan tubuhnya kedepan dan mencubit pipi Sehun. Ia melangkahkan kakinya menuju lemari kecil disamping kulkas dan mengeluarkan beberapa botol obat.

THE END

Ewwwww, ini cerita bener-bener bikin aku sedikit gimana gitu. Perpaduan anatara sad story yang gagal, ancur, gak jadi, gak dapet feelnya dan pendek pula. Pokoknya awkward banget dah. Yah, tapi aku harap kalian sedikit terhibur baca ini cerita heheh. Walaupun bener-bener absurd gak ketulungan XD

Advertisements

8 thoughts on “When

  1. Ceritanya buat hati pilu…
    Suka…

    Tapi ‘kentang’ chingu…
    Begitu mau mulai kebawa sama ceritanya,malah kebanting sama kata2 ‘the end’…

    Tapi aku bener2 suka sama ceritanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s